http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/11/0203.htm
Bandung Sulit Hilangkan Anjal BANDUNG, (PR).- Kota Bandung tidak akan bebas dari anak jalanan (anjal) selama korupsi dan kemiskinan di masyarakat masih terjadi. "Untuk membebaskan Kota Bandung dari anjal dibutuhkan waktu lama, mungkin dalam hitungan generasi. Selama di negara ini masih terjadi korupsi, dan masyarakatnya miskin, maka selama itu pula anjal akan sulit dihapuskan," kata Koordinator Program Yayasan Masyarakat Sehat (YMS) Mukhlis, Sabtu (10/9). Disebutkan, usaha untuk membebaskan dari anjal terus dilaksanakan pemerintah dan LSM. Namun, persentase keberhasilannya masih kecil. Untuk itu, pemerintah perlu lebih serius dalam memperhatikan masalah anjal. Seperti bagaimana menyejahterakan rakyatnya dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. "Upaya menyejahterakan rakyat dan penciptaan lapangan kerja harus dipikirkan oleh pemerintah. Jika tidak, dikhawatirkan populasi ajal semakin banyak," kata Mukhlis. Saat ini, di Kota Bandung saja diperkirakan ada sedikitnya 6.000 anjal yang tersebar di berbagai lokasi. Dari jumlah itu, 60% berusia 12-15 tahun dan 70% berjenis kelamin laki-laki. Secara terpisah, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jabar, Ny. S. Roediono, S.H., Rabu (7/9) di Lembang mengatakan, untuk membebaskan Kota Bandung dari anjal diperlukan kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dengan pemerintahan daerah asal para anjal tersebut. Selain itu, harus ditumbuhkan pula budaya malu. "Dengan budaya malu, daerah lain juga bisa bebas dari anjal, seperti Bukittinggi. Di sana tidak ada anjal. Jadi, bukan tidak mungkin Kota Bandung juga bisa bebas dari anjal," katanya. Sementara, Corry dari Polwiltabes Bandung menyarankan agar dalam penanganan anjal, LSM tidak hanya menyuapi. Tetapi, memberikan bekal etika kehidupan dan etika beragama. LSM juga harus mendekati orang tua anjal, agar bisa melindungi mereka. "Dalam menghadapi anjal, kami juga bingung. Di satu sisi anjal ini harus ditindak karena sudah melanggar peraturan daerah, sehingga hukum harus ditegakkan. Namun, di sisi lain, sebagai polisi, kami harus mampu menaungi. Jadi, berbuat keras salah, karena anjal ini merupakan permasalahan sosial. Sebaliknya, apabila tidak bertindak keras, juga salah. Untuk itu, kami minta partisipasi LSM agar memberitahukan mana anjal yang masuk panti dan mana yang tidak," ujarnya. Sedangkan Susi dari LPM STKS mengatakan, bagi anjal, jalanan adalah areal yang banyak menjanjikan. Di jalananlah mereka bisa berarti secara ekonomi bagi keluarganya. Meski mereka melanggar, tidak ada sanksi. Jadi yang perlu dikikis adanya perasaan enak di jalanan. "Program penguatan keluarga yang harus digalakkan. Sebab, jika yang diberikan hanya bantuan ekonomi dan pelatihan, bisa terjadi ketergantungan," kata Susi. (A-62)*** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

