Refleksi: Jadi maksud Jenderal ialah untuk menghadapi ancaman negara tetangga maka TNI harus pegang kekuasaan negara?
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=121008 HANKAM NEGARA Indonesia Hadapi Ancaman Negara Tetangga Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu Minggu, 11 September 2005 JAKARTA (Suara Karya): Mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan, Indonesia harus mewaspadai berbagai potensi ancaman dari beberapa negara tetangga. Beberapa negara, seperti Australia, Malaysia, Singapura dan Thailand, dapat menganggu keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di lain pihak, Australia juga menganggap Indonesia sebagai ancaman. "Kita telah mengalami berbagai pengalaman tidak menyenangkan dengan Malaysia, terutama menyangkut perbatasan," kata Ryamizard, di sela-sela seminar "Menggali Semangat Sumpah Pemuda untuk Tegaknya Kedaulatan NKRI", yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (10/9). Lepasnya Sipadan-Ligitan, perseteruan di Blok Ambalat dan beberapa titik di wilayah Malaysia dan di Selat Malaka yang kerap menjadi tempat persembunyian anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM), merupakan contoh betapa Malaysia dapat menjadi ancaman serius bagi keutuhan NKRI. Dari sisi Singapura, menurut Ryamizard, permasalahan batas negara yang belum jelas dapat membuat Negeri Singa itu memperluas wilayahnya ke Indonesia terkait kepentingannya dalam pengamanan di Selat Malaka. "Belum lagi Singapura selama ini merupakan tempat yang empuk untuk pencucian uang," katanya. Adapun Australia, Ryamizard mengatakan, hingga saat ini Australia terus melakukan pembangunan kekuatan yang mengarah ke utara. "Dalam buku putih mereka, Indonesia disebut sebagai ancaman," katanya. Ryamizard mengingatkan peran Australia terhadap lepasnya Timor Timur dari Indonesia. Ancaman itu juga terlihat dari kebijakan pre-emptive Australia yang menggunakan konsep Australian Maritime Indentification Zone (AMIZ). "Tidak itu saja, Australia juga terlibat dalam kasus Papua, dimana mereka aktif merespon sinyalemen penentuan pendapat rakyat di Papua," tutur Ryamizard. Di tempat terpisah, pengamat militer dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS), J Kristiadi, saat dihubungi Suara Karya tadi malam mengatakan, ancaman negara yang paling berbahaya adalah ancaman kekuatan ekonomi yang datang dari negara luar, disamping kekuatan-kekuatan unilateral dari Amerika yang mendominasi lembaga-lembaga internasional. Kristiadi juga membenarkan pernyataan Ryamizard. Kendati begitu, hal tersebut perlu diinterpretasi lebih luas. "Sebab, ancaman untuk negara itu tidak ancaman militer, karena toh negara luar juga tidak hanya menyerang negara kita secara militer," kata Kristiadi. Menurut Kristiadi, jika saja pertahanan ekonomi kita kuat, maka meski Amerika menahan harga minyak yang membuat dollar melambung tinggi, ekonomi Indonesia tidak akan sampai kocar-kacir seperti saat ini," kata dia. Ancaman yang lebih kongkret, kata Kristiadi, adalah ancaman terhadap BBM yang diselundupkan ke negara luar seperti, Singapura, Malaysia, dan Cina. Untuk itu, yang paling penting saat ini adalah bagaimana memperkuat diri dan mewaspadai, supaya tidak ada penyelundupan BBM, selain tetap mengawasi potensi korupsi. "Itu juga ancaman yang ada di depan mata," kata dia. (M Kardeni [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

