Apabila kita jatuh sakit ataupun menderita? Pertanyaan yg hampir selalu diajukan ialah: Siapa yg mengirim penderitaan ini? Apakah sakit ini dari si setan atau dari Allah? Kalau dari Allah apa dosaku? Kalho dari si setan, kok Allah tdk melindungi saya? Se-akan2 kita ingin mencari dalang maupun aktor intelektualnya dari penyakit kita ini, bahkan tidak sedikit dari kita yg langsung mengadili dan memvonis Sang Pencipta, sebagai Allah yg jahat dan tidak adil!
Tidak bisa dipungkiri, bahwa si setan pun bisa mengirimkan penyakit maupun santet, tetapi perlu diketahui bahwa tidak ada penyakit atau penderitaan apapun juga di dunia ini bisa terjadi dgn tanpa sepengetahuan maupun se-ijin dari Sang Pencipta, karena Allah tidak pernah kecolongan. Walaupun demikian satu pemikiran yg salah apabila kita menilai bahwa sakit itu adalah takdir yg sudah ditentukan dari sononya sambil berkata itu kan sudah kehendak-Nya, begitu juga satu pemikiran yg salah lainnya dimana kita berfikir bahwa Allah akan membebaskan manusia dari penyakit, entah ia itu orang soleh maupun Nabi sekalipun mereka harus sakit! Karena dunia ini bukanlah Disney World tempat untuk ber-senang2. Pertama perlu diketahui bahwa manusia itu bukannya robot ato sesuatu yg bisa di program, mulai dari cara makannya saja sdh beda dari makhluk2 lainnya, mana ada makhluk lainnya yg memiliki puluhan ribu macem resep makanan seperti manusia, sedangkan kuda dan sapi sudah ditakdirkan untuk makan makanan yg itu2 saja, begitu juga dgn prilaku seksual kita, kalau anjing dan kucing gayanya hanya gitu2 azah, tetapi kita manusia memiliki berbagai macam variasi lihat azah tuh buku Joy of Sex ato Kamasutra. Oleh sebab itulah juga manusia mendapat julukan sebagai binatang yg paling liar, karena manusia itu tidak bisa diprogram maupun menghargai apa yg telah ditentukan sebelumnya. Manusia selalu berkeinginan untuk memberontak dan melawan aturan entah yg ditentukan oleh Sang Pencipta maupun oleh manusianya sendiri, kita selalu mencari jalan pintas yg bisa menyenangkan ego kita tanpa mau menghiraukan yg lainnya. Manusia melawan hukum maupun undang2 itu sih udah biasa dan bisa dimaklumi mulai melanggar aturan lalu-lintas s/d hukum pidana, karena apa sih yg perlu ditakuti, bukankah hukum itu bisa dibeli. Yg hukuman dan vonis nya udah jelas ada di depan mata sekalipun sdh kita tidak mereka takuti lagi, kagak percaya tanya saja sama Dr Anda, berapa persen dari pasiennya yg benar2 mo nurut nasehatnya, padahal mereka sdh mengetahuinya dgn jelas, bahwa apabila nasehatnya tidak diturut maka akibatnya bisa fatal, bahkan bisa menyeretnya ke dlm maut. Sebagai contoh udah tahu, bahwa merokok itu merusak kesehatan, bahkan dgn Warning yg jelas dan gede ditulis diatas kotak rokoknya, tetapi kenyataannya tetap saja mereka cuek, begitu juga dgn pola makan kita, lihatlah menu makanan yg Anda makan se-hari2 apakah ini bisa dinilai sehat? Manusia jaman sekarang sudah budeg dan sudah buta, sehingga tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mau lagi melihat ataupun mendengar nasehat yg baik, karena kebutaan dan kebudegan kita inilah maka Allah terpaksa menggugah kesadaran manusia dgn suara yg keras! C.S. Lewis mengatakan bahwa "kesakitan" itu adalah "megafon" atau "pengeras suara" yg dipakai oleh Allah untuk membangunkan kesadaran manusia. Bisikan maupun getaran hati nurani kita sdh tidak digubris lagi, oleh sebab itulah Allah membentak kita dgn teriakannya yg keras melalui kesakitan2 kita. Kesakitan adalah megafon Allah untuk membangunkan dunia yg telah budeg ini. Kesakitan merupakan erangan, jeritan, teriakan dari manusia, tetapi perlu diketahui bahwa "kesakitan" itu juga merupakan "megafon" atau "pengeras suara" yg dipakai oleh Sang Pencipta untuk menggugah kesadaran manusia, sebab bisikan halus sdh tidak akan mempan lagi pada manusia jaman sekarang ini, boro2 bujukan manis dari sang istri, ancaman keras dari Dr sekalipun acap kali diabaikan. Oleh sebab itulah hanya "kesakitan" yg berbunyi cukup lantang untuk membuat manusia menjadi tersentak untuk mau mengintropeksi dan memeriksa dirinya, siapa tahu dgn demikian mereka mau merobah cara pola hidupnya, bahkan bisa berpaling kepada Allah kembali. Tanya saja sama diri sendiri, orang bagaimana bandelnya sekalipun, ia akan berhenti merokok apabila ia sudah kejangkitan penyakit kanker paru2. Begitu juga orang akan merubah cara pola makan maupun pola hidupnya apabila ia sudah kena stroke. Para pencandu alkohol maupun narkoba sekalipun banyak yg menjadi sadar dan clean total setelah mereka mengalami sakit berat. Berapa puluh ribu orang baru mulai berlutut lagi untuk berdoa untuk berpaling kembali kepada Sang Pencipta setelah mereka jatuh sakit, oleh sebab itulah juga secara sadar atau tidak sadar pada saat kita menderita sakit mereka sering menggerang dan memanggil nama Allah, kagak percaya cobalah dengar erangan maupu keluhan orang sakit, mereka sering menggerang sambil mengucapkan kata2 seperti "Duh Gusti" atau "Ya Tuhan" atau "Masya´allah" sesuai dgn cara maupun kepercayaannya masing2. Maranatha Mang Ucup The Drunken Priest Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

