Elang; kau hanyalah elang kecil, sayapmu belum kukuh tuh mengarungi udara kebebasan, belajarlah terus terbang; kuatkan sayapmu; agar kau tidak takut angin kebebasan nun jauh di seberang sana; pulau bernama "agama" tidak hanya dihuni oleh sekelompok liliput yang bernama MUI; seperti di pulau nalarmu;
-GuN- --- In [email protected], elang kecil <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tau apa Hendardi tentang agama > yang tau tentang agama di negeri ini hanya MUI > titik. > > M.afiff, tolong tanyain sama hendardi, apa dia MUI? > > --- Muhkito Afiff <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0509/10/opini/2036682.htm > > > > Opini > > Sabtu, 10 September 2005 > > > > Beragama, Kebebasan Dasar > > Oleh: Hendardi > > > > > > Negara (state) Republik Indonesia (RI) lebih populer > > disebut NKRI kini > > menghadapi tantangan baru yang sulit ditunjukkan > > dengan kemajuan setelah > > reformasi berjalan beberapa tahun dalam menunaikan > > kewajiban > > (obligation) guna melindungi hak atas kebebasan (the > > right to > > liberty/freedom). > > > > Pertama, tersedianya perangkat hukum atau > > undang-undang yang menjamin > > hak atas kebebasan, terutama yang disebut > > kebebasan-kebebasan dasar > > (fundamental freedoms), yaitu kebebasan beragama, > > berpikir, dan > > berkeyakinan. UU ini menjadi pegangan atau rujukan > > bersama bagi semua > > orang di Indonesia selain UUD. > > > > Kedua, harus dipastikan, tiap orang yang mengecap > > kebebasan dasar > > mendapat perlindungan dari penegak hukum (law > > enforcement officials). > > Misalnya, para pelaku kebebasan ini tak diganggu, > > diancam, atau > > diintimidasi, apalagi dianiaya atau sarana yang > > digunakan dirusak orang > > > lain.http://uk.f257.mail.yahoo.com/ym/ShowFolder? YY=43497&box=Inbox&YN=1 > > > > Ketiga, memastikan suatu pencapaian atas > > independensi dan imparsialitas > > sistem peradilan dalam menjalankan penegakan hukum > > (law enforcement). > > Orang-orang yang diduga melakukan tindak kekerasan > > atas mereka yang > > mewujudkan hak dan kebebasannya, harus dipastikan > > tak bebas dari hukuman. > > > > Tak boleh direnggut > > > > Sebagaimana halnya berpikir dan berkeyakinan, > > memeluk suatu agama adalah > > kebebasan yang tak boleh direnggut, bukan saja dalam > > keadaan damai, > > bahkan dalam keadaan perang sekalipun. Kebebasan > > tergolong sebagai > > kebebasan dasar (fundamental freedom) bagi setiap > > manusia. > > > > Kebebasan beragama sebagai kebebasan dasar tercantum > > dalam Pasal 18 > > Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan > > Politik (International > > Covenant on Civil and Political Rights), serta Pasal > > 28E Ayat 1 dan 29 > > Ayat 2 UUD 1945. Sayang, belum ada penjabaran lebih > > lanjut dari UUD itu > > dalam suatu UU guna melindungi dan menjamin > > kebebasan beragama. > > > > Mengapa hak atas kebebasan beragama termasuk > > kebebasan fundamental? > > Karena kebebasan ini adalah hak alamiah dan bersifat > > kodrati. Secara > > turun-temurun, melalui keluarga dan kerabatnya, > > manusia memeluk suatu > > kepercayaan yang bisa disebut agama. > > > > Hak atas kebebasan beragama bukan hanya hak bagi > > manusia (right for > > itself), lebih dari itu justru melekat pada dirinya > > (right in itself). > > Hak yang melekat pada dirinya inilah yang membuatnya > > sulit dibatasi dan > > dikekang, apalagi dicabut dari setiap orang yang > > memeluk suatu agama. > > > > Karena memeluk agama ada dalam kepercayaan orang > > bahkan karena > > sepenuhnya ada dalam batin (tubuh) manusia, > > menunjukkan betapa kuatnya > > pertaliannya kepercayaan yang menetap dalam batin > > manusia, sehingga > > memeluk agama tak bisa dicabut semata-mata bersumber > > dari kekuatan di > > luar pribadinya. > > > > Kebebasan beragama bersifat amat pribadi. Ia bukan > > saja terkait hubungan > > transendental antara manusia dan Tuhan atau nabi > > yang dimuliakan, tetapi > > juga karena banyak orang memeluknya dengan suatu > > keyakinan. Tak jarang > > keyakinannya dapat menjurus pada sikap fanatik. > > > > Mengapa kebebasan beragama tak boleh direnggut? > > Seperti telah > > dikemukakan, memeluk agama melekat pada batin atau > > hati yang ada dalam > > tubuh manusia. Merenggutnya tak mungkin tanpa > > merenggut hak-hak lain, > > seperti merampas kebebasan, menyiksa, atau > > menganiaya, bahkan merenggut > > jiwanya, suatu tindakan yang membahayakan > > keselamatan orang yang memeluk > > agama itu. > > > > Perenggutan kebebasan beragama terutama dalam > > memeluk suatu agama adalah > > sesuatu yang berbahaya. Perenggutannya dapat > > menimbulkan pelanggaran > > hak-hak asasi manusia (human rights violation) > > bertingkat-tingkat. > > Pelanggaran tergolong berat karena melanggar hak-hak > > yang tak boleh > > ditangguhkan (non-derogable rights) pemenuhannya. > > > > Kemungkinan tindakan atas para pemeluknya yang > > direnggut kebebasannya > > adalah dengan intimidasi, perusakan rumah ibadah dan > > penganiayaan, > > merusak sarana peribadatan, memenjarakan, atau > > mengancam dengan > > menempelkan golok di leher untuk menimbulkan rasa > > takut, bahkan membunuh > > pemeluk agama itu. > > > > Perlindungan negara > > > > Dalam pelaksanaan hak-hak asasi manusia, tiap negara > > berkewajiban (state > > obligation) untuk melindungi kebebasan beragama, > > tanpa kecuali NKRI. > > Negara juga perlu memberi tekanan pada aparaturnya > > untuk melindungi > > kebebasan ini karena termasuk salah satu kebebasan > > dasar yang tak boleh > > direnggut demi mencegah berkobarnya kerusuhan. > > > > Banyak warga telah mengetahui dan maklum, NKRI bukan > > negara berdasar > > salah satu agama. Perayaan 60 tahunnya jelas > > dinikmati berbagai lapisan > > masyarakat dengan cara berbaur tanpa memandang > > asal-usul agama atau > > kepercayaan yang mereka anut. > > > > Bahkan dalam suatu yurisdiksi negara yang didasarkan > > pada agama Islam > > seperti berlaku di Arab Saudi (Sunni) dan Iran > > (Syiah), tetap mempunyai > > kewajiban sama untuk melindungi (to protect) hak > > atas kebebasan beragama > > bagi orang-orang non-Muslim. Sebagai bagian > > komunitas internasional, > > tiap negara tak terelakkan untuk melindungi hak-hak > > warganya tanpa > > diskriminasi. > > > > Mengingat kebebasan beragama adalah kebebasan dasar, > > maka perlindungan > > atasnya oleh NKRI tak cukup hanya berdasarkan pada > > UUD 1945. Karena itu, > > perlindungan harus dilanjutkan dengan beberapa > > langkah berikut. > > > > Pertama, perlindungan atas kebebasan beragama harus > > dijabarkan lebih > > lanjut dalam suatu UU sebagai pegangan bersama bagi > > semua orang. DPR > > seharusnya mengambil inisiatifâ"melalui wewenang > > atau hak inisiatifnya > > sebagai lembaga negaraâ"untuk mengusulkannya tanpa > > harus menunggu > > usulan pemerintah, terutama dari fraksi atau > > anggotanya yang menyatakan > > komitmennya pada pluralisme. > > > > Kedua, tiap gangguan atau ancaman, lebih-lebih aksi > > kekerasan atas > > kebebasan beragama harus dipertalikan sebagai > > pelanggaran atas UU yang > > diberlakukan bagi kebebasan beragama. DPR harus > > mengawasi perilaku > > pemerintah dalam melindungi para pemeluk agama. > > Pemerintah dan aparat > > penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai hukum > > yang berlaku untuk > > melindungi kebebasan beragama. > > > > Ketiga, orang-orang yang terlibat dan bertanggung > > jawab > === message truncated === > > > > > ___________________________________________________________ > How much free photo storage do you get? Store your holiday > snaps for FREE with Yahoo! Photos http://uk.photos.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now. http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

