http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/14/ekonomi/2049567.htm

  
Indonesia Peringkat 115 dalam Kemudahan Berbisnis 


Jakarta, Kompas - Berdasarkan Laporan Doing Business 2006 International Finance 
Corporation, Indonesia berada di peringkat 115 dari 155 negara dalam kemudahan 
berbisnis. Peringkat ini mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu di mana 
Indonesia tadinya berada di kelompok seperempat terbawah dan saat ini pada tiga 
perempat teratas.

Demikian IFC Country Manager German Vegarra dalam jumpa pers peluncuran laporan 
Doing Business 2006, Selasa (13/9) di Jakarta. Perbaikan peringkat ini karena 
Indonesia dalam kurun waktu Januari 2004 sampai dengan Januari 2005 telah 
melakukan beberapa perubahan penting.

Kemajuan yang dilakukan adalah memperkenalkan undang- undang kebangkrutan yang 
memperjelas penutupan usaha macet dan menyusun ulang bisnis-bisnis prospektif, 
memperbaiki peraturan yang melindungi para investor dan mengubah regulasi 
bisnis, antara lain dengan menurunkan biaya untuk memulai sebuah bisnis.

Namun, Indonesia masih memiliki risiko tertinggal dari negara-negara lain yang 
berada dalam satu kawasan. Beberapa indikator mengenai kemudahan berbisnis yang 
tak mengalami perubahan dari tahun 2003 antara lain prosedur yang ditempuh 
tetap 12 prosedur, waktu yang diperlukan tetap 151 hari.

Menurut General Manager ICU untuk Program Bantuan Teknis UKM di Kawasan Timur 
Indonesia Chris Richards, prioritas utama yang harus dibenahi Indonesia adalah 
mengenai prosedur mempekerjakan dan mem- PHK pekerja. "Saat ini jumlah pesangon 
yang harus dibayar jika mem-PHK pekerja sebesar 145 kali gaji mingguan. Angka 
ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan pesangon yang diharuskan negara 
lain. Hal ini tentunya membuat investor masih sangat berat untuk membuka usaha 
di Indonesia," katanya.

Menurut Chris, yang tidak kalah penting dalam memperbaiki kemudahan berbisnis 
di Indonesia adalah implementasi dari semua regulasi mengenai investasi yang 
dibuat pemerintah.

Chris mengatakan, untuk mendorong perekonomian Indonesia, IFC akan 
menginvestasikan dana sebesar 250 juta dollar AS untuk disalurkan ke sektor 
finansial dan sektor riil. (TAV)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke