http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0509/13/dar30.htm


Mbah Soma, Pemakan Arang dan Pucuk Daun
Kalau Tidak Makan Arang Resah dan Lemas


Sragen, CyberNews. Masih ingat dengan Soma Narmo, kakek renta yang tinggal di 
pinggiran Waduk Brambang Desa Wonokerso, Kecamatan Kedawung Sragen. Benar, 
dialah memang orang yang memiliki kebiasaan aneh yakni suka makan arang, pucuk 
dedaunan dan tumbukan batu bata. 
Seperti diberitakan, kebiasaan makan yang nyleneh itu sudah dilakukan Mbah Soma 
(sapaan akrabnya) selama hampir satu bulan ini. Konon menurut pengakuannya, dia 
suka 'makanan' yang seperti itu karena kondisinya yang kini hidup sebatang kara.

''Karena tidak setiap hari saya bisa bekerja, maka tidak setiap hari pula saya 
bisa membeli makanan. Ketika suatu saat benar-benar tidak ada makanan, mendadak 
saya jadi kepengin makan apa saja. Jadilah arang, pucuk daun dan tumbukan batu 
bata menjadi makanan kesukaan saya,'' ujar lelaki tua yang sehari-hari bekerja 
sebagai buruh tani tersebut. 

Namun, meski mengaku santai-santai saja dengan kesukaannya tersebut, pada 
awal-awalnya para tetangga sudah ada yang mengingatkannya. Hal itu seperti yang 
dikatakan oleh Saidi, warga setempat yang juga selama ini sering bekerja 
bersama dengan Mbah Soma. ''Dulu warga di sini juga sudah mengingatkan, namun 
ternyata dia tetap saja melakukannya,'' tutur dia.

Bahkan untuk menghindarkan tindakan yang keterusan, para tetangga juga ada yang 
sering memberikan makanan. Hanya, walaupun pemberian seperti nasi, sayur atau 
pun penganan dari tetangga itu juga dimakan, toh nyatanya Mbah Soma masih saja 
melakukan kebiasaannya tersebut. ''Dan itu tetap dia lakukan hingga sekarang,'' 
papar Saidi.

Lantas apa sebenarnya yang membuat Mbah Soma bekat melakukan hal itu, sementara 
dia sendiri sebenarnya juga sudah mendapatkan makanan dari para tetangganya? 
Janganlah heran jika mendengar jawaban darinya, yang mungkin bagi orang lain 
tak masuk di akal. 

Menurut pengakuannya, jika sehari saja tidak makan pucuk daun, tumbukan batu 
bata atau lebih-lebih lagi arang, dia mengatakan tubuhnya akan terasa lemas. 
Selain itu, dia juga merasakan pikirannya akan menjadi resah.

''Saya sebenarnya juga suka makanan yang biasa, tapi entah kenapa sekarang saya 
lebih suka makan pucuk daun, tumbukan bata dan arang. Dari ketiganya, arang 
memang yang paling saya suka. Apalagi jika arang yang dari bambu, yang rasanya 
lebih renyah dan empuk,'' katanya. 

Karena mengaku tak merasakan kelainan apapun pada perutnya, dia pun mengatakan 
hingga sekarang juga belum pernah periksa ke medis untuk mengetahui efek dari 
kebiasannya tersebut. Bahkan selama merasa tidak ada gangguan, dia tak akan 
periksa ke dokter.

Sementara menurut dokter Aris Surawan yang juga tinggal di Sragen, secara medis 
kemungkinan tidak adanya kelainan itu sangat mungkin terjadi. Karena hal itu 
disebabkan karena lambung dan usus sudah bisa beradaptasi dengan jenis makanan 
tersebut. 

''Asal kebiasaan yang baru itu bisa diterima oleh lambung dan usus, bisa saja 
tidak akan terjadi kelainan. Pada kasus Mbah Soma, mungkin saja yang terjadi 
demikian,'' papar dokter yang juga anggota DPRD Sragen tersebut.

Menyinggung masalah kebutuhan gizi bagi tubuh, menurut penuturan dia hal itu 
juga tidak masalah. Pasalnya pada pucuk daun yang juga sering dimakan terdapat 
vitamin dan mineral yang sering juga ditemui pada makanan yang umum. Sehingga, 
untuk kebutuhan gizi bagi tubuh kata dia akan terpenuhi dari unsur pucuk daun 
itu. Meski mungkin hanya dalam batas minimal. ''Hanya kalau kemudian merasakan 
lemas jika tidak makan arang, barangkali itu hanya faktor psikologis saja.''( 
Wisnu Kisawa/Cn08 )


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke