--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > At 02:55 AM 9/19/05 +0000, you wrote: > >Iya mas Nug. Memang ada penyempitan makna sekarang ini. Andaikan > >kita ikutin makna yang sudah dipersempit ini yaitu makna > >ulama=agamawan, maka tradisi berbeda pendapat itupun nyatanya tak > >bisa dipungkiri kok. Saya pikir tidak ada yang mau meminggirkan utk > >berbeda pendapat. > > ============ > > mudah-mudahan begitu, mbak.... maka, aneh bila berbeda > pendapat sedikit lalu menuduh pihak lain sesat, kena > azhab, dst..... seseorang memang harus proporsional..... > dan baik kiranya bila definisi alim/ulama dikembalikan > seperti awalnya....
Lina: sedikit or banyaknya perbedaan itu memang relatif. Soal sesat dan menyesatkan, biarkan saja itu sebagai ilmu agama karena soal azhab itu urusannya di akherat nanti. Toh mereka punya dasar mengatakan sesuatu itu sesat. Kalau Nabi SAW juga bisa menetapkan hal A sesat hal B yang dimurkai, kenapa para ulama tak bisa? Saya kira kita lah or masyarakatlah yang harus bisa bersikap proporsional. > > dunia akademis tempat para alim/cendekiawan bertukar > gagasan adalah profan.... bukan dunia suci tempat > singgasana para dewa..... makanya kalau ada sebagian orang sesat menyesatkan, anggap aja itu suatu yang profan...:-) bukan mau memakai otoritas Tuhan. > > menurut ajaran islam, bahkan membuat kekeliruan pun > para alim masih mendapat pahala satu, kalau teorinya > benar pahalanya dua..... Betul. Tapi tak ada para alim ulama yang betul2 shaleh mengaku dirinya sebagai nabi. > > ajaran ini sebetulnya insentif yang luar biasa buat > perkembangan ilmu pengetahuan..... Yap. Hanya saja perlu diingatkan bahwa semua ada batasnya. Batasan2 itu yang membuat sesuatu menjadi bermakna. > > dan Tuhan telah memerdekakan manusia, tapi anehnya > kita senang dijajah otoritas buatan kita sendiri..... > ketika Tuhan menyatakan tak ada yang suci kecuali > Zatnya, kita malah menganggap lembaga anu suci, > lembaga ini suci, dst....... Bukan dijajah kali ya? Hanya perlu batasan saja. Kita ini sesungguhnya memerlukan batasan lho! Saya kira soal suci dan hubnya dengan suatu lembaga, semua juga tahu tak ada lembaga yang suci. Tapi setidaknya ada suatu lembaga (dalam hal kehidupan publik) yang harus bisa dijadikan tempat bertanya. > > salam, wassalam. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

