SURAT SANDAKAN 



Setelah menempuh jalan memutar guna luput dari kemacetan lalulintas,akhirnya 
aku sampai juga ke kampung Sarua Indah, Ciputat. Deddy dan Guntur membantuku 
menurunkan koper-koper bawaan.Kami berdialog dalam diam dan dengan kediaman di 
antara bayangan dan kenangan masing-masing.Kutahu Deddy menyayangiku dan sangat 
memahamiku serta ingin mengungkapkan banyak soal,juga perasaannya. Antara kami 
berdua terdapat tautan khusus tak pernah saling kami ucapkan.


Bertahun-tahun tempat ini tidak kusinggahi lagi. Terlalu melelahkan dan 
menguras tenaga, perasaan serta waktu untuk ke mari.Rumah dengan halaman besar 
dikitari pagar yang kukenal dan mengenalku sudah banyak sekali berobah. Berobah 
seperti kampung Sarua Indah, seperti diriku dan apa-siapa saja! 


Sering aku berpikir tidakkah perobahan alias gerak ini memang suatu hakekat dan 
barangkali dia sendirilah yang langgeng? Di ujung gerak kulihat ajal menungguku 
setelah terbontang-banting oleh pergulatan memberi makna di ruang dan waktu 
tersedia.


Diam-diam kupandang rerumputan hijau halaman yang dulu saban pagi dan petang 
kuurus.Diam-diam kupegang pokok rambutan dan kelapa yang masih berdiri dan 
nampak tua.Kurenungi dedaunannya. Kurasakan kami saling tatapan dalam kediaman, 
menahan hasrat tukar cerita dan tanya.Pepohonan dan rerumputan hijau ini pernah 
memberiku kenyamanan dan ketenangan karena kecil dahulu aku memang diasuh oleh 
alam dan warna hijau. Hijau hutan, hijau sungai dan biru gunung.Memandang  
pokok rambutan dan kelapa halaman rumah ini, aku melihat mereka sebagai sisa 
dari masa lalu dan bahwa masa lalu, entah pahit atau manis rasanya senantiasa 
memunculkan diri ke hari ini, seperti sahabat lama senantiasa berkunjung ke 
nurani dan kehidupan kita. Maka akan omong-kosong dan pura-pura lupa saja jika 
kita mengatakan "tak perduli" pada masa silam walau pun benar pula bahwa kita 
takkan juga bisa mengembalikan air hujan ke langit. Bahkan sering masa silam 
itu menguntit, terutama menguntitku  bagai bayang. Di saban sapaannya saat 
datang tiba-tiba aku sering terperanjat memandang perkembangan yang 
kuhadapi.Demikian pulalah halaman rumah Sarua Indah dengan rerumputan dan 
pepohonannya yang kudatangi sekarang menyapaku. 


Melihat masa silam ini aku seperti masa kanak dahulu kembali merasa kesendirian 
mutlak di tengah alam raya bagaikan anak kijang liar di tengah padang.Jeritku 
ke langit memantulkan gaung sipongang bagai bumerang jatuh kembali ke 
hadapanku.Aku asyik bercakap dan bercanda dengan diri sendiri serta waktu 
sambil menghitung kehilangan, perolehan, kekalahan, kejatuhan dan berapa jauh 
tapak menggirangkan sudah kuayun.Dalam berhitung ini, kupastikan aku masih 
belum memahami hidup dan manusia, masih saja kanak yang patut belajar keras 
mengenalnya.Masih patut belajar berbahasa agar cermat berkata dan bisa 
menghormati kata.Aku ingin kata-kataku menjadi terjemahan tepat dari hidupku, 
menjadi peta jalan dan rencana sebagaimana, pada suatu periode fungsi kata di 
kalangan masyarakat Dayak Katingan, Kalimantan Tengah, sehingga kata menjadi 
mantra.Tapi dengan keinginan ini, aku sering dalam ditusuk oleh kata yang tidak 
lagi dihormati pengucapnya.Kata di hari ini sudah demikian merosot dan tidak 
diindahkan.Karena itulah barangkali kata "terimakasih" dan "maaf" sangat langka 
di Indonesia. Langkanya kata-kata ini menyangkal pemeo bahwa bangsa ini adalah 
bangsa peramah, lemah-lembut dan berkebudayaan tinggi. Melihat berbagai gejala 
aku mempertanyaakan: Tidakkah bangsa ini sedang terancam banditisme  baik yang 
terbuka atau terselebung.   Dari dihormati tidaknya kata,barangkali kita bisa 
mengusut pola pikir, mentalitas, keadaan sosial, politik, sosiologis serta 
psikhologi seseorang atau suatu bangsa.


Rumah di Sarua Indah sudah penuh dengan orang-orang yang datang khusus untuk 
menyambut kedatangan kami baik dari sanak-saudara maupun teman-teman termasuk 
teman dekat seperti Sini Cedercreutz dari Finlandia secara khusus menyisihkan 
waktunya menunggu kedatangan kami. Hanya saja aku tidak bisa berlama-lama di 
Sarua Indah karena sejak dari Paris seluruh acara sebulan sudah kurancangkan 
dengan menggunakan fasilitas internet.Internet memungkinkan kita mengatasi 
kendala waktu dan ruang dalam mengorganisasi kegiatan. Barangkali melihat 
sikapku, dalam hati mereka, orang-orang mengatakan aku terlalu dingin dan 
"Barat". Tapi apakah mereka tahu -- dan tentu tidak tahu apalagi gubris -- 
bahwa aku melomba waktu memacu matahari.Perasaan yang menggejolak kupendam 
dalam katupan bibir yang mengeras. Ini pun kusadari sebagai bagian dari tragedi 
dan kehidupan sampai sekarang kurasakan lebih merupakan suatu tragedi. Aku 
hanyalah seorang Sysiphus yang mendaki gunung dan sia-sia melaga tragedi.Aku 
pun hanyalah pinisi tanpa dermaga dan akan binasa di pelayaran tanpa limitnya.


Mengamati jarum jam yang terus bergerak, dengan mengendalikan perasaan aku 
minta diri meninggalkan rumah Sarua Indah mengawali program kerja yang sudah 
kurancangkan sejak Eropa.Barangkali aku dianggap aneh, dan benar keanehan akan 
gampang muncul dan mengganggu orang yang malas bertanya dan mencoba saling 
memahami.Sejenak rasa benci diri karena terlalu perasa dan mempertimbangkan 
orang lain meromok sementara orang lain sering lebih egosentris lagi.


Dengan hati gundah dan langkah gontai aku berjalan mencari anngkot dan bus ke 
kota Jakarta yang galau dan bising tak ambil perduli -- kota yang tak pernah 
kusukai. Kota yang kuanggap tak layak huni. Taman Ismail Marzuki [TIM] menjadi 
point de rendezvous [titik perjumpaan]ku dengan teman-teman.Pertemuan-pertemuan 
ini bagiku bagian dari usaha mengenal hari ini dan hari datang yang kupetakan. 
Bagian dari mencari makna mewujudkan mimpi yang dibingkaikan oleh waktu dan 
ruang. 



JJ.KUSNI
---------------
Yogyakarta, Agustus 2005.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke