Iya Mbah, laki2 kayak gitu cemen/banci banget! Gak berani nyerein, 
akhirnya memadu, tapi juga gak ngasih nafkah ke istri pertama dan 
anaknya..kan..mau enaknya aja!

Yang lebih pedih lagi Mbah ada suami main kasar sampe nendang istri 
yang lagi hamil, akhirnya bayinya lahir prematur. Salah gak kalo 
istri minta cerai? Untung cerai itu halal, meski dilaknat.

Saya itu bingung mbah, kalo ada orang curhat yang model begini. 
Dalam hati sih mo bilang...udah gugat cerai aja...tapi kan gak bisa 
saya memberi pikiran kayak gitu selain bersabar..bersabar..bersabar.
Pikiran kayak gitu harus datang dari dirinya sendiri.

Duh, moga2 gak ada lagi yg curhat2 model gini.

Salam curhat,
Lina




--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mBak Lina:  Elite Islam yang berpoligami TANPA mempedulikan nasib 
> anak yatim, emang keblenger.
> 
> DH: Yang saya prhatikan,mBak, wanita dan anak dari ibu ibu seorang 
> ayah yang eliter sih masih terjamin, dan hidup nyaman.
> 
> Yang saya lihat kegetirannya, adalah di-desa desa. Pembantu kami 
yang > dimadu, lalu ditinggal demikian saja oleh suami, lalu nikah 
lagi. > Juga wanita lainnya. Ratusan ribu jumlahnya mungkin? 
> 
> Inilah kenyataan diluar akidah dan ajaran agama. Kepahitan sosial.
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > Ini kan lagi ngomong soal konsep batasan.
> > 
> > Poligami itu kalau dilihat dari SEJARAHNYA kan memang batasan. 
Saya 
> > setuju sekali kalau Poligami dalam konteks ALQUR'AN adalah dalam 
> > konteks keadilan bagi anak yatim.
> > 
> > Elite Islam yang berpoligami TANPA mempedulikan nasib anak 
yatim, 
> > emang keblenger.
> > 
> > WASSALAM,
> > 
> > --- In [email protected], "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Maap interupsi,
> > > Konsep Mbak Lina tentang poligami:
> > > "Poligamipun merupakan batasan dari yang tadinya berpuluh-puluh
> > > istri...:-))"
> > > sudah kuno dan merupakan dasar argumen para penggemar sahwat,
> > > Konsep tersebut telah menjerumuskan kebudayaan Islam pada 
titik 
> > nadirnya
> > > Kaum elite Islam beramai-ramai poligami, tanpa mempedulikan 
nasib 
> > anak cucu
> > > mereka
> > > Padahal Islam sangat peduli terhadap masa depan
> > > Menanam pohon kurma ketika usia sudah tua misalnya
> > > Demikian juga anak dan anak yatim sebagai generasi penerus 
> > merupakan salah
> > > satu fokus yang penting dalam bermuamalah
> > > Maka ayat poligami harus ditafsirkan sebagai jaminan terhadap 
> > kepastian masa
> > > depan anak yatim daripada kepastian terhadap pemenuhan sahwat 
> > semata
> > > Insya Allah masa depan umat Islam akan cerah
> > > Seandainya saja para elite turut memikirkannya
> > > Semoga,
> > > Maap mengganggu diskusinya,
> > > Salam,
> > > Samudjo
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: <[email protected]>
> > > Sent: Wednesday, September 21, 2005 9:37 AM
> > > Subject: yang suci dan yang profan (was: arian Re: [ppiindia] 
Re: 
> > Ketika
> > > umat islam minoritas)
> > > 
> > > 
> > > > Manusia perlu batasan karena fitrah. Seorang istri mempunyai 
> > kebebasan
> > > > dan batasan dalam melakukan hak dan kewajibannya. Begitu jg 
> > suami.
> > > > Seorang istri dengan bebas mengelola uang yang diberi suami, 
> tapi
> > > > tentu ada batasan disana. Poligamipun merupakan batasan dari 
> yang
> > > > tadinya berpuluh-puluh istri...:-))
> > >





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke