** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/26/utama/2080718.htm

 
Semen Cibinong Hentikan Produksi 
Pasokan ke Pasar Berkurang 500.000 Ton





Cilacap, Kompas - Pasokan semen dari PT Semen Cibinong Tbk pabrik Cilacap, Jawa 
Tengah, ke pasar domestik, berkurang hampir 500.000 ton mulai Oktober 2005 
hingga tujuh bulan ke depan. Hal itu disebabkan berhentinya operasional pabrik 
Cilacap Unit 1 akibat kenaikan harga minyak diesel untuk industri.

Pihak Humas PT Semen Cibinong pabrik Cilacap Deni Nuryadain kepada Kompas di 
Cilacap, Minggu (25/9), mengatakan, kenaikan harga minyak diesel telah membuat 
manajemen mencari solusi yang lebih efisien, yakni menggunakan energi listrik 
milik PLN. Proses pengalihan tersebut membutuhkan waktu.

Pabrik semen eks PT Semen Nusantara itu semula menggunakan pembangkit listrik 
tenaga diesel generator berkekuatan 4 x 5.400 kilowatt jam (kWh). Dengan alasan 
efisiensi, pembangkit tenaga listrik itu kini tidak lagi menggunakan minyak 
diesel, tetapi menggunakan listrik dari PT PLN (Persero).

Direktur Legal dan Korporasi Jannus O Hutapea dalam siaran persnya hari Sabtu 
lalu di Semarang, Jawa Tengah, juga menegaskan, perubahan penyambungan tenaga 
listrik dari PT PLN (Persero) ini untuk mengurangi biaya operasional yang 
tinggi, dibandingkan dengan menggunakan pembangkit tenaga listrik milik sendiri.

Selama tidak beroperasinya pabrik Cilacap Unit 1 (CC 1), kebutuhan pasar semen 
domestik atau ekspor disuplai dari pabrik Cilacap Unit 2 (CC-2) yang mempunyai 
kapasitas 2,6 juta ton per tahun.

Rentang waktu tidak beroperasinya pabrik Cilacap Unit 1 akan dimanfaatkan untuk 
perbaikan mesin, di antaranya electrostatic precipitator atau mesin penangkap 
debu dan menara pendingin gas. Diharapkan 1 April 2006 pabrik Cilacap Unit 1 
siap berproduksi kembali.

Deni juga menegaskan, meski pabrik Cilacap Unit 1 berhenti beroperasi selama 
enam bulan dan produksi semen akan berkurang, pasokan semen untuk pasar 
domestik dan ekspor tidak akan terganggu. Pabrik Cilacap Unit 2 yang tetap 
berproduksi mampu memenuhi kebutuhan itu.

"Pasokan semen untuk pasar domestik, terutama untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa 
Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak akan terganggu," ucapnya.

Namun, sejumlah distributor dan pedagang semen yang dihubungi tetap khawatir 
peristiwa kelangkaan semen seperti tahun 1993 akan berulang. Akibat terbakarnya 
salah satu instalasi di PT Semen Nusantara (saat itu-Red), pasar domestik 
mengalami kelangkaan semen. Harga semen di tingkat distributor pun melambung.

Pabrik Semen Cibinong di Cilacap, dengan dua pabrik, setiap tahun memproduksi 
4,1 juta ton semen. Selain untuk pasar dalam negeri, pabrik ini juga mengekspor 
sebagian produknya.

Kenaikan harga solar

Menurut Deni, perubahan bahan pembangkit listrik, dari diesel ke PLN, itu 
disebabkan kenaikan harga solar untuk industri. "Kenaikan itu mengakibatkan 
biaya operasional naik sehingga tak ekonomis lagi," kata Deni menjelaskan.

Penggantian pembangkit listrik ini juga mengakibatkan puluhan karyawan yang 
semula melayani pembangkit listrik tenaga diesel harus "dirumahkan".

Hal itu secara intensif telah disosialisasikan Plant Manager PT Semen Cibinong, 
Cilacap, Graeme Baird kepada manajer, superintendent, team leader, dan 
karyawan, dengan harapan proses penyelesaian bisa lebih baik.

Menanggapi rencana PT Semen Cibinong itu, pengamat ekonomi Faisal H Basri 
mengatakan, kondisi yang dihadapi industri semen merefleksikan situasi yang 
dihadapi industri riil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri 
semen paling rentan karena lebih dari 40 persen dari total biaya produksinya 
adalah biaya energi.

Industri lain yang juga rentan akibat kenaikan harga energi adalah industri 
berbahan baku batu bara, furnitur, kendaraan bermotor, dan industri tekstil.

Ekonom Chatib Basri mengatakan, kontribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam 
struktur logistik diperkirakan rata-rata mencapai 3,6 persen dan bisa lebih 
besar untuk industri tertentu. Karena itu, wajar bila kenaikan harga BBM 
memberatkan pelaku usaha yang bergerak di sektor riil.

Untuk mencegah kondisi yang sama menimpa industri lain, pemerintah harus 
mengeluarkan paket kebijakan dengan memberikan kompensasi kepada sektor 
industri. Kompensasi itu bisa diberikan dalam bentuk pengurangan cost logistic. 
Alasannya, berdasarkan hasil penelitian, besarnya biaya logistik itu bisa 
mencapai 14,8 persen dari total biaya produksi.

Kompensasi bisa dilakukan dengan menghilangkan pungutan, menurunkan bea masuk 
bahan baku industri, mengurangi biaya terminal handling charge (THC/biaya 
bongkar muat), atau menghapus Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn-BM), seperti 
yang dilakukan oleh pemerintahan Megawati Soekarnoputri ketika menaikkan harga 
BBM.

Tak ada kompensasi

Menurut Faisal Basri, sebenarnya semua negara di dunia menanggung beban akibat 
naiknya harga minyak dunia. Namun, industri kita paling terpuruk. Hal itu 
disebabkan tidak adanya kebijakan dari pemerintah mengenai kompensasi, misalnya 
keringanan pajak.

"Pajak Pertambahan Nilai sekarang ini 10 persen, seandainya diturunkan lima 
persen saja selama industri melakukan penyesuaian terhadap biaya produksinya, 
pasti bisa menutup beban akibat kenaikan harga BBM," katanya. (NTS/TRA/NIK)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke