Kenapa mesti rakyat lagi yang dikejar, Eyang? Bukankah rakyat sudah dipaksa menanggung hutang para pengemplang hutang, yang anehnya malah ditalangi Pemerintah. Ada yang kelaparan, ada yang makan gaplek dan tiwul, bahkan mungkin material lain yang tidak layak dikonsumsi.. :-(
Hampir 1/5 APBN hanya untuk membayar cicilan hutang LN dan DN(?). Bahkan tiap bayi yang baru lahirpun sudah harus ikut menanggung hutang tersebut. Padahal mereka belum tentu berurusan dengan para pengemplang tadi - yang pasti hanya sedikit orang. Sekarang, subsidi BBM mau dicabut, KADIN sudah minta insentif jauh" hari.. AFAIK, kata Nabi, kehancuran bangsa" sebelum kamu adalah apabila hukum hanya tegak bagi wong cilik tapi mandul bagi kalangan bangsawan/elit. Memang paling gampang mengambil resource dari publik.. apalagi dilakukan para 'cicak bin kadal'.. Wallahu a'lam.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ====== Pada tanggal 9/29/05, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Bagaimana kalau pengusaha terutama mengimport komponent atau > mengimpor barang konsum? Tiba tiba switch jadi exporter? > > Kalau saya jalan jalan di toko makanan, saya lihat barang barang yang > tumbuh di Indonesia, kolang kaling, rambutan, nangka, mangga, papaya, > dalam kaleng, tapi diexport oleh Thailand atau Philippina. > > Barang barang kerajinan (handycraft) biasanya mutunya tak bersaing. > Bahan pakaian tak ada ditoko. Semua made in China, India, Bangla Desh > atau Turkey... > > > Mau export? > > Kita lebih suka menyibukkan diri dengan urusan langit, beragama ria, > kalau perlu gebuk gebukan. Mengurusi tertutup atau terbuka tubuh. The > rest... korupsi. > > Mau kurangi hutang? Gaji pemerintah, pejabat pusat dan daerah , > anggauta DPR meningkat. Mau bayar pakai apa, kalau tak dengan > menambah hutang? > > Memperbaiki Aceh, pakai apa? Bukan dengan menambah hutang? > > Mengurangi hutang? siapa mau mulai? Rakyat dahulu, kurangi hutang > atau elit? > > Salam > > Danardono > > > > > > --- In [email protected], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setuju. Saya menyarankan, agar pengusaha-pengusaha > > yang mempunyai utang valuta asing agar diberi > > kemudahan dan didorong untuk ekspor. > > > > --- ardimajoendah <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > Bisnis Indonesia > > > Kamis, 29-SEP-2005 > > > Ekonomi Makro > > > > > > DINAMIKA > > > 'Kurangi utang luar negeri segera' > > > > > > JAKARTA: Peneliti dan pengusaha Soegeng Sarjadi > > > mengatakan menyetop > > > dan mengurangi utang luar merupakan salah satu > > > program terpenting > > > selain me-reshuffle kabinet pemerintahan Soesilo > > > Bambang Yudhoyono. > > > > > > Tiap tahun, lanjutnya, negara berkewajiban membayar > > > bunga utangnya > > > saja Rp130 triliun per tahun. > > > > > > "Sampai kiamat pun keadaannya tetap seperti sekarang > > > ini, kecuali > > > pemerintah mengeluarkan kebijakan stop dan kurangi > > > utang luar negeri > > > sebagai jalan keluar dari kemelut ekonomi," kata > > > direktur Soegeng > > > Sarjadi Syndicated dalam diskusi Dilema Kabinet > > > Indonesia Bersatu yang > > > menghadirkan pembicara, Guru Besar Ekonomi UI, Benny > > > Pasaribu. > > > (Bisnis/et) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

