Pasti ada jalan keluar. Shakespeare mengungkapkannya: "when there is 
a will, there is a way". But, there must be a will.

Kelemahan generasi muda (25an - 40an), juga di Eropa, adalah terlalu 
konsumptif. 

Di Jerman dan Austria, yang membangun surga didunia adalah generasi 
yang survive Perang Dunia II. Semua hancur. pabrik, rumah, toko, 
jalan jalan. Kota penuh batu dan debu. Bayangkan, winter, tak ada 
pemanasan, karena saluran gas hancur, batubara langka, minyak tak 
terbeli. Mereka kumpulkan kayu bakar dihutan. Tabungan ludes. 
pekerjaan tak ada. Hutang negara karena biaya reparasi perang pada 
Sekutu membengkak!

Ini kita lihat juga di Jepang. Di Korea.

Dalam waktu satu dasawarsa, yakni tahun tahun 50an, mereka bangkit. 
Deutsche Mark, Swiss Franc, Yen, menjadi matauang kekar disamping 
US$. Barang barang produksi mereka membanjiri dunia. Cerobong pabrik 
mengepul kembali..

Generasi ini kini sudah menua. Banyak yang sudah tiada. Mereka 
tinggalkan negara yang tertata rapi. Pabrik. Perusahaan. Perumahaan 
untuk semua. Kemakmuran. Full employment.

Kini,krisis mulai muncul di-mana mana.

Mampukah kini generasi remaja diseluruh dunia mengatasi krisis? 
pengangguran di-mana mana, Jerman tak tahu lagi bagaimana menurunkan 
hutangnya, generasi muda kebanyakan berkonsumsi dan berluxus ria. 
Kini, dimana pekerjaan mulai langka, uang mulai sulit dicari, 
persaingan international menggebu.

Tantangan generasi muda harus dihadapi generasi muda sendiri. Krisis 
moral harus diatasi. Yang terutama: solidaritas sosial berdasarkan 
moral publik yang tinggi. Rasa tanggung jawab. Kejujuran.
Jangan buang energi untuk masalah yang tidak berkaitan dengan 
peningkatan kualitas hidup material dan immaterial, jasamaniah dan 
rohaniah. Tingkatkan nilai intellektualitas. Dan: kritis.

Dengan tertata rapi struktur masyarakat: hukum, social control, moral 
publik, maka ekonomi juga akan menggeliat kembali. Dengan kenaikan 
produktivitas maka pendapatan ansional juga akan meningkat, sekaligus 
mengurangi import barang barang konsum. 

Lakukanlah, apa yang generasi pasca Perang Dunia lakukan, membangun 
negara dan bangsa dari nol.

Salam

Danardono







 



--- In [email protected], "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hmmmm...tak baik menanamkan rasa pesimis kepada kami para generasi 
muda Pak!
> Yang kami butuhkan adalah pembakar semangat! Bukankah setiap 
masalah pasti
> ada jalan keluarnya?
> 
> Salam,
> 
> ----- Original Message -----
> From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Thursday, September 29, 2005 8:55 PM
> Subject: [ppiindia] Re: 'Kurangi utang luar negeri segera'
> 
> 
> > Bagaimana kalau pengusaha terutama mengimport komponent atau
> > mengimpor barang konsum? Tiba tiba switch jadi exporter?
> >
> > Kalau saya jalan jalan di toko makanan, saya lihat barang barang 
yang
> > tumbuh di Indonesia, kolang kaling, rambutan, nangka, mangga, 
papaya,
> > dalam kaleng, tapi diexport oleh Thailand atau Philippina.
> >
> > Barang barang kerajinan (handycraft) biasanya mutunya tak 
bersaing.
> > Bahan pakaian tak ada ditoko. Semua made in China, India, Bangla 
Desh
> > atau Turkey...
> >
> >
> > Mau export?
> >
> > Kita lebih suka menyibukkan diri dengan urusan langit, beragama 
ria,
> > kalau perlu gebuk gebukan. Mengurusi tertutup atau terbuka tubuh. 
The
> > rest... korupsi.
> >
> > Mau kurangi hutang? Gaji pemerintah, pejabat pusat dan daerah ,
> > anggauta DPR meningkat. Mau bayar pakai apa, kalau tak dengan
> > menambah hutang?
> >
> > Memperbaiki Aceh, pakai apa? Bukan dengan menambah hutang?
> >
> > Mengurangi hutang? siapa mau mulai? Rakyat dahulu, kurangi hutang
> > atau elit?
> >
> > Salam
> >
> > Danardono





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke