** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=30174

30 September 2005 - 16:10


4 Menteri 'diadili'


JAKARTA - Aksi penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM Jumat 
[30/9] siang terus berlangsung. Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) se-Jabodetabek 
dan perwakilan-perwakilan BEM se-Jawa dan Sumatera, berusaha bertemu langsung 
dengan Presiden SBY di Istana Negara. Sementara sejumlah mahasiswa lain yang 
tergabung dalam Lingkaran Jakarta Raya (Lima Jaya) berdialog dengan empat 
menteri di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng Jakarta. 

Demo besar hari ini setelah sepanjang hari kemarin, demonstrasi besar-besaran 
digelar hampir di semua kota. Intinya, sama: menolak kebijakan Presiden SBY 
menaikkan tarif BBM yang kedua kali sepanjang enam bulan terakhir. Massa yang 
turun berasal dari berbagai lapisan masyarakat, terdiri dari mahasiswa, buruh, 
sopir, petani, nelayan dan politisi. 

Hari ini, demo yang sama kembali digelar. Di Jakarta, para mahasiswa mendesak 
Presiden SBY membuka pintu bagi mereka. "Kami dan te-man-teman BEM 
se-Jabodetabek serta perwakilan BEM se-Jawa dan Sumatera siang ini turun di 
depan Istana Negara. Kami mendesak agar bisa bertemu Presiden SBY secara 
langsung untuk menyampaikan penolakan kami," tegas Azman Muamar, Ketua BEM 
Universitas Indonesia saat dihubungi Harian Terbit Jumat [30/9]. 

Sejumlah perwakilan BEM dari Semarang, Bandung, Jawa Timur, dan perwakilan BEM 
dari Sumatera sudah hadir di Jakarta. "Sejak semalam kami melakukan konsolidasi 
agar bisa bertemu dengan SBY di Istana Negara, tapi sejauh ini belum ada 
konfirmasi presiden akan menerima. Kami sendiri belum yakin kalau SBY akan 
memutuskan kenaikan BBM malam nanti seperti diungkapkan Menko Perekonomian 
Aburizal Bakrie," kata Muamar. 

Sebelumnya Ical (sapaan akrab Aburizal Bakrie) dalam acara HUT ke-37 Kadin 
mengutarakan, kenaikan harga BBM diumumkan hari Jumat [30/9] malam ini. Sebelum 
pengumuman, masalah kenaikan harga BBM akan dibahas dalam rapat kabinet 
terbatas yang dipimpin langsung Presiden SBY. 

"Mudah-mudahan rencana tersebut tak berubah. Insya Allah presiden puas dengan 
rencana pemberian kompensasi dan rencana subsidi langsung sehingga bisa 
menandatangani keputusan kenaikan harga BBM besok malam," ujar Aburizal. 

Sampai berita ini diturunkan, mahasiswa masih melakukan dialog dengan empat 
menteri, masing-masing Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri ESDM Purnomo 
Yusgiantoro, Mennakertrans Fahmi Idris dan Menko Kesra Alwi Shihab. Jalannya 
dialog itu cukup seru. Patu diacungi jempol pada empat pembantu Presiden SBY 
yang cukup terbuka menghadapi argumen-argumen mahasiswa yang terkadang terasa 
seperti ingin mengadili para menteri itu. 

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Safaat (Faat) Perdana 
mengatakan, dialog dengan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie sebelumnya 
direncanakan di kantor Ical dua hari lalu. Tapi dengan alasan kesibukan terus 
tertunda dan akhirnya kemarin diputuskan pertemuan dilaksanakan Jumat ini di 
Depkeu. 

Menurut Faat, dialog ini dimaksudkan untuk menyampaikan langsung alasan-alasan 
penolakan kenaikan BBM kepada menteri terkait. "Kami sudah berkali-kali turun 
kejalan. Tapi tak ada yang menerima. Kesempatan ini akan kami gunakan untuk 
menyampaikan aspirasi. Dan intinya teman-teman BEM Lima Jaya tetap menolak 
kenaikan," tegas Faat. 

Makin memanas 
Menurut Faat, kenaikan BBM hanya akan membuat rakyat miskin yang saat ini 
jumlahnya 62 juta akan bertambah banyak saja. "Keputusan menaikkan BBM sama 
artinya dengan tak memiliki kepekaan," tegasnya. 

Sementara itu, unjuk rasa yang terjadi di bebarapa wilayah Indonesia semakin 
memanas. Aksi penolakan tak hanya dilakukan kalangan kampus dan LSM, tapi 
diikuti berbagai kalangan seperti, pedagang pasar, buruh, tukang ojek, pekerja 
pabrik dls. 

Namun menurut Wakadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Soenarko, aksi demo 
tersebut belum sampai pada tindakan anarkis yang menyebabkan terjadinya 
benturan fisik antara penegak hukum dan pasukan pengamanan. 

"Dari laporan yang kami terima dari berbagai wilayah, memang hampir di setiap 
wilayah terjadi unjuk rasa penolakan harga BBM. Tapi, belum terjadi bentrokan," 
kata Soenarko pada Harian Terbit Jumat pagi. 

Jumlah pasukan yang disiagakan untuk mengantisipasi aksi demo menurut Soenarko 
diserahkan sepenuhnya kepada wilayah masing-masing. Artinya, pimpinan wilayah 
yang menentukan jumlah pasukan yang dikerahkan. 

Ia menambahkan, di wilayah Makasar, kemarin terjadi unjuk rasa di 21 titik. 
Tiga titik terfokus ke Gedung Keuangan, DPRD dan kediaman Wakil Presiden RI 
Jusuf Kalla di Jl Bau, Makassar. Pada saat menuju kediaman Jusuf sempat terjadi 
lemparan terhadap para petugas yang mengahalau. Namun, tidak terjadi benturan. 
(emf/lop)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke