salah satu versi sejarah lisan penyebaran islam di tanah jawa pernah disampaikan tokoh nu said aqil siradj.... dalam sebuah acara pengajian bulan ramadhan beberapa tahun silam, said aqil pernah menuturkan penyebaran islam pertama kali dilakukan sekelompok satria berkuda, bersorban, berjubah putih dengan pedang di tangan.... cara dakwah mereka sangat keras.... siapa yang tak mau ikut agama baru akan ditebas habis....
dakwah dengan cara keras itu tentu saja mendapat perlawanan.... kelompok satria itu sendiri tumbang satu demi satu dan akhirnya tumpas.... masyarakat jawa pra-islam, masih menurut said aqil, punya cara unik untuk mengenang para satria pencabut nyawa itu.... mereka menambahkan satu karakter dalam cerita wayang yaitu dewa yamadipati.... sang dewa pencabut nyawa.... kostum dewa ini sangat berbeda dengan dewa-dewa yang lain.... dia mengenakan sorban dan jubah putih, persis dengan para satria itu.... penyebar islam berikutnya, kata said aqil, menarik pelajaran dari kegagalan syiar islam dengan cara kekerasan itu.... mereka berusaha merebut hati masyarakat dengan cara-cara damai.... para wali, terutama sunan kalijogo, terkenal dengan keluwesannya beradaptasi dengan budaya jawa pra-islam, termasuk dengan gamelan dan tarian.... ia bahkan membuat syair-syair berbahasa jawa untuk menyebarluaskan islam.... cara ini terbukti lebih berhasil.... kerajaan hindu majapahit runtuh ditandai condrongsengkolo "sirna ilang kertaning bumi" (hilang lenyap kemakmuran bumi) lebih kurang tahun 1478.... ia runtuh karena pertentangan dari dalam.... perebutan kekuasaan terjadi diantara para pangeran, bukan karena diserang oleh kekuatan islam.... karena tiga tahun kemudian barulah kerajaan islam demak bintoro berdiri pada 1481.... pramudya ananta toer dalam "arus balik" dengan memikat menceritakan betapa adipati tuban --seorang raja vasal dari sisa-sisa kerajaan majapahit-- berusaha mendekati demak dengan mengirim seorang putranya mengabdi disana.... apakah sang adipati tertarik dengan ajaran islam....? tidak.... dia lebih tertarik bagaimana cara mempertahankan kekuasaan agar tak lepas dari genggaman keturunannya.... bila perlu dengan bersalin agama.... modus serupa terjadi dalam penyebaran agama kristen di eropa.... dan brown dalam "da vinci code" menyebut betapa kaisar konstantine memeluk kristen di saat-saat terakhir hidupnya.... dia menjadi jembatan transisi dari romawi yang pagan menjadi romawi yang kristen.... tapi, apakah penguasa romawi itu mengakui kebenaran kristen....? tidak.... dia berbuat begitu semata agar anak keturunannya tetap menjadi kaisar.... salam, At 04:14 AM 10/5/05 +0100, you wrote: >Sejarah bagaimana Islam masuk ke Indonesia, khususnya Jawa, sangat >berhubungan dengan kebudayaan setempat. Karena dengan menggabungkan diri >dengan kebudayaan itulah, Islam, yang saat itu notabene adalah suatu agama >baru, dapat diterima dan tidak "dimusuhi" masyarakat. Sehingga banyak >sekali kebudayaan2 jawa yang tercampur baur dengan Islam itu sendiri, >salah satunya adalah sekaten tadi. > >Coba anda mencari lebih banyak referensi dari buku2 seperti islam kejawen, >pandangan2 jawa, dan sebagainya. Dulu ada seorang teman yang juga tertarik >meneliti islam Jawa, tetapi karena terbentur waktu, penelitian itu tidak >diteruskan. Referensi buku yang dipakai kebanyakan adalah bacaan tentang >kejawen itu sendiri (bukan jawa, karena islam jawa banyak diartikan >sebagai kejawen). Lebih bagus lagi bila anda dapat menemukan sejarah >terbentuknya islam kejawen, karena pada perkembangannya, islam kejawen >nantinya akan terbelah menjadi 2 persimpangan ide. > >Terlepas dari syirik dan menyekutukan Tuhan sendiri, saya pribadi sebagai >seorang muslim, lebih melihat adanya suatu penghormatan yang lebih besar >terhadap Tuhan, suatu perintah laku-perilaku yang jauh lebih tertata dan >kebijakan yang lebih tinggi dalam falsafah islam kejawen. Suatu pandom >panuntun yang bila dilaksanakan, maka akan menjadikan seseorang sebagai >manusia yang sangat menghargai kehidupan dan mengamini keberadaan Tuhannya >lebih dalam. > >Salam, > > LIA > > >aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >O, di Solo mas masih dilaksanakan Sekatenan, keluarga >keraton masih melaksanakannya. Jadi sekaten itu ya >barang keraton di cuci terus diarak, ada juga >pembagian apem. Di Yogyakarta kayaknya juga >dilaksanakan juga deh. Nah, biasanya Ki Kebo bule >diumbar disepanjang jalan. Biasanya di daerah jawa >yang pelosok di awal Ramadhan ada ritual namanya >padusan, mungkin di gerojogan sewu masih ada. >Tapi klo dipandang itu semua nggak sesuai syariat >islam ko mas, kebanyakan syirik dan campur baur >(ikhtilat)laki-laki perempuan ndak karu-karuan gitu >deh. Jadi saya bingung apa maksudnya Islam Jawa itu. >Islam ya, Islam nggak ada jawanya. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

