http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1005/06/1104.htm
Forum Guru Guru juga Manusia Oleh R. RUSPENDI SEKALI lagi peristiwa memilukan sekaligus memalukan terjadi pada dunia pendidikan kita. Betapa tidak, membaca harian ini (Senin 29 September 2005) tertulis berita, seorang kepala sekolah di sebuah SMA diminta turun dari jabatannya, karena dituduh berbuat asusila. Sebenarnya, peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan bukan sekali ini terjadi. Tak jarang diberitakan di berbagai media massa tentang perilaku guru yang tidak mencerminkan sikap seorang pendidik. Baik dalam interaksi dengan muridnya maupun karena sikap moral guru yang bersangkutan. Guru memberi hukuman yang tidak wajar kepada murid, guru merusak kehormatan murid, guru bertengkar di hadapan murid, dan banyak contoh lagi yang tidak pantas dilakukan seorang guru selaku pendidik. Kita menyadari, beban dan tanggung jawab seorang guru tidak ringan. Berbagai persoalan yang melilit kehidupannya, terkadang membuat guru khilaf akan eksistensinya sebagai orang yang harus "digugu" dan "ditiru". Memang, seorang guru tidak cuma dituntut mampu mentransformasikan ilmu kepada murid-muridnya, tapi juga bertanggung jawab untuk mengembangkan sikap dan kepribadian anak didiknya. Tampaknya, aspek sikap atau pengembangan kepribadian anak didik ini tidak hanya cukup dengan diajari pendidikan moral, etika, agama seta materi-materi lainnya. Mereka juga memerlukan sosok keteladanan dan contoh sikap yang positif dari gurunya. Karena secara tidak langsung, guru merupakan "sarana audiovisual" bagi anak didiknya. Berbagai pengalaman yang dilewati anak didik merupakan sarana belajar yang memberikan makna secara utuh. Setiap pengalaman yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas, akan senantiasa menjadi sorotan mata anak didik. Itulah sebabnya, bagi guru, di mana saja berada, atribut profesi gurunya dituntut tampak dengan utuh. Wujud sikap dan profil sang guru senantiasa menjadi pusat perhatian anak didik, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Proses pendidikan harus didasarkan kepada kepercayaan, baik dari anak didik kepada pendidik maupun sebaliknya. Kepercayaan anak didik kepada pendidik hanya dapat timbul apabila sikap dan cara hidup pendidik benar-benar menunjukkan keteladanan. Di Indonesia, keteladanan ikut menentukan keberhasilan proses pendidikan. Bahkan tidak jarang keteladanan memainkan peranan jauh lebih penting daripada kemampuannya mendidik. Dengan demikian, kita selaku pendidik (guru) yang menjadi tumpuan dan segala macam harapan masyarakat, dituntut memiliki moral yang tinggi. Setitik noda mencoreng moral seorang guru, mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat terhadapnya. Masyarakat atau orang tua, tidak akan mau memercayakan anaknya kepada orang yang sudah tercela integritas moralnya, serta guru yang tidak mememunyai sikap dan perilaku yang patut diteladani. Kalaupun pada kenyataannya mereka tetap mempercayakan anaknya kepada guru yang bersangkutan, hal itu hanya karena keterpaksaan saja. Tetapi, suasana yang demikian, sudah jelas akan menghambat proses pendidikan. Akhirnya, seorang guru tidak hanya cukup menceritakan kepada anak didiknya, bahwa perilaku ini dan perilaku itu tidak sesuai dengan sistem nilai yang berlaku. Padahal, orang tahu, sang guru itu justru melakukannya. Dengan kata lain, seorang guru yang hendak mengajarkan moral kepada anak didiknya, ia seharusnya meresapi terlebih dahulu moral yang akan diajarkannya itu, ke dalam jiwanya. Namun terkadang hal itu khilaf untuk dilakukan, karena guru juga manusia... Penulis, Guru SMP Santika Paseh Kab. Bandung [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

