http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/10/n1.htm
Remisi kepada Ba'asyir Jangan karena ''Bargaining'' Politik Jakarta (Bali Post) - DPR-RI meminta rencana pemerintah memberikan remisi Abu Bakar Ba'asyir bukan karena proses bargaining politik. Jangan sampai rasa keadilan masyarakat ternodai karena pengurangan hukuman yang diberikan kepada Ba'asyir hanya untuk memuaskan kelompok tertentu. ''Silakan saja. Tetapi jangan sampai pemberian remisi Ba'asyir karena bargaining politik,'' ujar anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan di Jakarta, Minggu (9/10) kemarin. Dalam hal ini, anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, dirinya memahami terjadi pro-kontra. Di satu sisi ada kelompok masyarakat yang setuju dengan diberikannya remisi kepada Amir Majelis Mujahidin Indonesia itu, tetapi di sisi lain ada kelompok masyarakat lain yang keberatan. Karena itu, untuk menghindari rasa keadilan kelompok yang merasa keberatan terlukai, ia meminta pemberian remisi harus betul-betul memenuhi syarat dan kategori sesuai dengan ketentuan perundangan. Dalam kondisi yang tertekan oleh kritikan dan tuntutan masyarakat akibat beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan dan membebani rakyat, Trimedya berharap remisi kepada Ba'asyir bukanlah merupakan komoditas politik. Sebab, menurutnya, selama ini dalam tiap kali pemberian remisi kepada beberapa tokoh penting, kecenderungan pemberian remisi selalu mengarah kepada dua hal yaitu komoditas ekonomi dan komoditas politik. Salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah diskriminasi dalam penegakan hukum. Misalnya pemerintah juga tidak menutup mata terhadap beberapa tokoh agama lain yang patut mendapat remisi. ''Jadi jangan juga diskriminatif, karena saya melihat penegakan hukum kita cenderung diskriminatif,'' ujarnya. Apakah pemerintah perlu mengadakan konsultasi lebih dulu dengan Komisi III yang membidangi masalah hukum, ia mengatakan, pemberian remisi merupakan kewenangan pemerintah. Namun, Dewan sebagai lembaga kontrol perlu mengingatkan sejak dini terhadap kemungkinan-kemungkinan timbulnya masalah terhadap langkah yang dilakukan pemerintah. Secara terpisah, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Anis Matta mendukung rencana pemerintah memberikan remisi kepada Ba'asyir. Dukungan tersebut, menurutnya, sesuai dengan sikap DPP PKS yang mendukung rencana pemerintah dan menolak permintaan pemerintah Australia untuk mempertimbangkan pemberian remisi tersebut. Anis yang juga Sekjen DPP PKS menambahkan, alasan lain yang membuat PKS mendukung karena pertimbangan usia Ba'asyir yang sudah uzur. Selain itu, menurutnya, pihaknya memiliki keraguan terhadap objektivitas keputusan hakim terhadap proses persidangan Abu Bakar Ba'asyir. Pada bagian lain, ia menyatakan ketidaksetujuannya jika peristiwa bom Bali II dikaitkan dengan Ba'asyir. Ledakan bom di Jimbaran dan Kuta pekan lalu, menurutnya, berbeda dengan pengeboman di Bali yang pertama. ''Selama ini kita terjebak pada JI, saya minta logika kambing hitam ini diperbaiki. Saatnya kami bertanya bagaimana kinerja aparat keamanan, bagaimana kinerja Detasemen Antiteror,'' katanya. Seperti diketahui, pemerintah Australia telah meminta pemerintah Indonesia untuk tidak memberikan remisi kepada Abu Bakar Ba'asyir. Namun, pemerintah telah memberi sinyal mengindahkan permintaan Australia itu. Rencananya, memperingati hari Lebaran nanti, Ba'asyir akan mendapat remisi empat bulan. (kmb4) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

