http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/10/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Elpiji Rp 80.000 Per Tabung JAKARTA - Kelangkaan elpiji masih dikeluhkan masyarakat. Harganya pun melonjak. Sebelum harga bahan bakar minyak naik, harga gas ini di Jakarta masih Rp 51.000 per tabung (12 kg), tapi kini sudah Rp 65.000. 70.000. Di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/10), harga elpiji mencapai Rp 80.000 per tabung. Langkanya elpiji mendorong harga minyak tanah kembali naik. "Ada agen yang memasang harga Rp 65.000 per tabung, tapi stok sudah habis. Agen lain malah mematok Rp 67.000, itu pun harus pesan satu hari sebelumnya. Mau pakai minyak tanah juga susah carinya dan harga mahal banget," kata Leni, warga Johar, Jakarta Pusat, Minggu (9/10). Hal senada disampaikan Clara, warga Harapan Jaya, Bekasi. Dia terpaksa membeli elpiji seharga Rp 69.000 serta menggunakan minyak tanah sebagai alternatif. "Minyak tanah juga langka, harganya hari ini (Minggu) sudah Rp 3.500 per liter," ucapnya. Menaikkan Sejumlah pedagang elpiji di kawasan kota dan Kabupaten Tangerang juga sudah menaikkan harga hingga Rp 70.000 per 12 kg dari sebelumnya Rp 53.000. Menurut sejumlah warga, masalahnya tidak hanya menyangkut tingginya harga, tapi sulitnya memperoleh elpiji. ''Beberapa hari ini sulit mendapatkan gas sehingga terpaksa menggunakan minyak tanah yang harganya juga tinggi," ujar Kinanti, ibu tiga anak yang tinggal di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Tangerang. Wawan, penjual elpiji mengaku kehabisan stok sejak beberapa hari lalu. "Dari agennya belum dikirim, biasanya seminggu sekali dikirim. Kini sudah hampir dua minggu belum juga dikirim,'' katanya. Sulitnya membeli elpiji membuat konsumen khawatir dengan berkurangnya bobot gas itu. ''Baru tiga minggu pakai sudah habis. Biasanya saya pakai lebih dari satu bulan baru habis," ujar Wantini, ibu rumah tangga di Larangan, Ciledug, Tangerang. Ibu tiga anak ini mengaku, belum lama ini membeli elpiji yang bobotnya tidak seperti biasanya. Hal yang sama dialami pembeli elpiji di kawasan Bojong Nangka, Legok Tangerang. Mereka mempertanyakan kepada pedagang mengenai lebih ringannya bobot tabung elpiji yang baru dibeli. Dari Palu dilaporkan, harga jual elpiji terus naik menyusul kenaikan harga BBM. Berdasarkan pantauan, Senin pagi, harga elpiji per tabung ukuran 50 kg mencapai Rp 308.400 dari sebelumnya hanya Rp 262.000. Sedangkan untuk isi 12 kg antara Rp 75.000 hingga Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 64.000. Nurdin, pengecer elpiji di Palu mengatakan, kenaikan yang cukup dratis tersebut disebabkan naiknya biaya transportasi yang sangat tinggi dari Makassar, Sulsel. Tingginya kenaikan harga elpiji dikeluhkan kalangan ibu rumah tangga dan pengusaha kecil. Minyak Tanah Sementara itu, meskipun harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah sudah ditetapkan, namun kelangkaan bahan bakar ini masih terjadi di sejumlah wilayah di Yogyakarta. Sejumlah pangkalan dan pengecer ''diserbu'' konsumen, namun pihak pangkalan mengatakan, pasokan yang mereka terima berkurang. Konsumen rumah tangga di wilayah Sleman sejak tiga hari lalu hingga Minggu (9/10) mengeluhkan kalau minyak tanah kembali sulit didapat dan harus menunjukkan KTP jika ingin membeli langsung di pangkalan. Salah seorang pengecer di wilayah Maguwoharjo Sleman, Nurwito mengungkapkan, dia memiliki kontrak 2.000 liter dalam satu minggu, tapi droping minyak yang diterimanya berkurang. Nurwito mengatakan, setelah diukur, satu drum yang berisi 200 liter atau 10 strip, ternyata tinggal 9 strip. Pangkalan minyak tanah di wilayah kota Yogya, Luswanto, memaparkan jatah yang harusnya dipasok dalam tiga hari sekali mulai mundur menjadi enam hari sekali. Rubingah, warga Depok, Sleman, mengungkapkan, pembelian minyak tanah kini dibatasi, hanya lima liter. Itu pun harus menunjukkan KTP. Sedang pemilik pangkalan di Nologaten, Sleman, mengungkapkan, jatah minyak tanah tidak sesuai dengan kontrak. Pemilik pangkalan tersebut mengaku, kalau ingin memperoleh jatah minyak tanah sesuai kontrak, dia harus menambah biaya Rp 200 ribu. Selain mengeluhkan soal persediaan minyak tanah yang kembali langka, warga Yogya juga kesulitan mencari elpiji. Agen-agen pengecer mengaku, kiriman tersendat, namun mereka maklum karena pengambilan harus di Balongan, Jabar. Tak Menentu Harga minyak tanah di Makassar melambung jauh di atas harga yang ditetapkan oleh pemerintah Rp 2.000 per liter. Di beberapa tempat minyak tanah dijual Rp 3.500 per liter. Berdasarkan pengamatan, Senin, di pangkalan minyak tanah Jalan Abubakar Lambogo, Makassar, harga di tingkat eceran Rp. 2.800 per liter. Sedangkan harga di pangkalan Jalan Macan Rp 2.500 per liter. Lain lagi di kompleks perumahan Minasa Upa, warga terpaksa membeli Rp 3.500 per liter. Harga minyak tanah yang tidak menentu itu menimbulkan kekhawatiran warga, seperti yang dialami Daeng Te'ne, warga Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini. Dua hari terakhir ini harga minyak tanah terus naik, katanya. Menurutnya, harga minyak tanah di sekitar rumahnya Rp 3.000 per liter, itu pun kadang kehabisan. Harga eceran tertinggi minyak tanah di tingkat agen di wilayah Malang Raya, terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu berbeda yang berkisar antara Rp 2.400 hingga Rp 2.500 per liter. Sesuai kesepakatan bersama antara Pertamina, Hiswana Migas dan Pemkot dan Pemkab setempat, maka HET di tingkat distributor mencapai antara Rp 2.650 hingga Rp 2.850 per liter dan karenanya sampai di tingkat pengecer keliling berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 3.250 per liter. Kendati Pemerintah Provinsi Banten telah menetapkan HET minyak tanah sebesar Rp 2.225 per liter, namun sejumlah pengecer masih menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari HET, yakni antara Rp 3.000 sampai Rp 3.500 per liter. (132/B-14/128/SKA/148/ 070/149/BO/080) Last modified: 10/10/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

