11.10.2005
Kuliah di Jerman (Bagian Ketiga): Gelar Kesarjanaan
dan Biaya Kuliah
Persamaan standar pendidikan tinggi di Eropa
diharapkan dapat direalisasikan, agar semua gelar
pendidikan dapat diakui di lebih banyak negara.
Seperti yang sudah diceritakan pekan lalu, sistem
pendidikan tinggi Jerman mengenal gelar Diploma,
Magister, dan Doktor. Setelah lulus dengan gelar
Diploma dan Magister, lulusan dapat dipromosikan
menjadi Doktor. Untuk mendapatkan gelar Doktor, orang
tsb diwajibkan untuk melakukan penelitian sesuai
dengan bidang keilmuannya. Lulusan Jerman bergelar
Diploma dan Magister dari universitas dapat langsung
melanjutkan ke jenjang doktoral. Sedangkan yang
bergelar Diploma dari Fachhochschule masih harus
mengikuti mata kuliah tambahan untuk dapat melanjutkan
ke jenjang doktoral. Tentu saja tiap universitas dan
Fachhochschule memiliki peraturan berbeda.
Standar Pendidikan Eropa Disamakan
Sejak tahun 1998 Kementerian Pendidikan Jerman,
Inggris, Italia, dan Prancis memiliki kesepakatan
bersama untuk menyamakan standar pendidikan tinggi
Eropa. Keempat negara yang tergabung dalam Sidang
Bologna ini kemudian mengajak negara anggota Uni
Eropa, lembaga penelitian se-Eropa, UNESCO dan
persatuan perguruan tinggi di Eropa untuk
merealisasikan persamaan standar pendidikan tinggi
tersebut. Tujuannya adalah agar lulusan perguruan
tinggi di Eropa dapat diakui internasional secara
keilmuan dan profesional. Hasilnya, Jerman saat ini
sudah mengenal sistem gelar yang sama seperti di
Inggris atau Amerika, yaitu gelar Bachelor dan Master.
Sistem kredit semesternya pun dinamakan European
Credit Transfer System atau sistem transfer kredit
Eropa sehingga memudahkan mahasiswa untuk dapat
mengikuti perkuliahan di luar negeri.
Uang Kuliah
Sejak lama orang mengetahui bahwa perguruan tinggi di
Jerman tidak memungut uang kuliah. Tiap semester
mahasiswa hanya dibebani iuran semester untuk dapat
menggunakan fasilitas seperti perpustakaan, kantin,
hingga angkutan umum di negara bagian tempat perguruan
tinggi itu berada. Sayangnya keistimewaan seperti itu
tidak akan berlangsung lebih lama lagi. Pada awal
tahun 2005 Mahkamah Konstitusi Jerman memutuskan bahwa
pemerintah federal tidak lagi memiliki kewenangan
untuk melarang pemerintah negara bagian memberlakukan
kebijakan uang kuliah.
Perubahan iklim politik Jerman, seperti kemenangan
partai uni kristen CDU/CSU dalam pemilu di hampir
seluruh negara bagian di Jerman, mendorong percepatan
berlakunya kebijakan tersebut. Partai CDU/CSU inilah
yang pertama mengusulkan kebijakan uang kuliah.
Pengurus DAAD Jakarta Dr. Guido Schnieders menerangkan
tentang kebijakan uang kuliah tersebut:
Setelah diskusi panjang, Jerman memutuskan untuk
memberlakukan uang kuliah. Ini adalah hal baru dalam
sistem pendidikan tinggi Jerman. Selama ini dalam
sistem perguruan tinggi Jerman berlaku peraturan dasar
bahwa pengetahuan harus terbuka bagi semua orang yang
mampu menerima pelajaran di perguruan tinggi dan ini
tidak hanya berlaku bagi orang Jerman, tetapi juga
bagi orang asing. Peraturan ini adalah peraturan yang
idealis dan simpatik. Sayangnya sistem ini sangat
mahal, karena itu Jerman akhirnya memberlakukan
penarikan uang kuliah. Peraturan ini akan mulai
diberlakukan tahun 2006 di beberapa negara bagian.
Negara bagian lainnya akan menyusul. Yang penting
untuk diketahui besarnya uang kuliah yang sedang
dibicarakan akan berkisar antara 500 sampai 600 Euro
per semester, kira-kira sebesar uang kuliah untuk
program Master di fakultas teknik Universitas
Indonesia. Dan biaya itu masih jauh di bawah uang
kuliah di Inggris, Amerika Serikat atau Australia.
Peraturan uang kuliah juga dibebankan pada mahasiswa
yang sudah pernah kuliah hingga setingkat Bachelor,
seperti di negara bagian Bayern, Hessen, Sachsen dan
Nordrhein-Westfalen.
Namun ada sebagian negara bagian di Jerman sudah mulai
memberlakukan kebijakan uang kuliah, seperti negara
bagian Hamburg yang sudah memberlakukan uang kuliah
sebesar 500 Euro per semester sejak tahun kuliah 2004
untuk mahasiswa yang tidak terdaftar tinggal di
Hamburg alias tinggal di kota lain di luar Hamburg
tapi kuliah di negara bagian yang berbentuk kota itu.
Hingga saat ini hanya negara bagian Berlin,
Brandenburg, Bremen, dan Schleswig Holstein yang belum
menarik uang kuliah. Pada akhirnya, seluruh wilayah
Jerman akan memberlakukan sistem pembayaran kuliah
ini. Sebagian negara bagian akan memberlakukan uang
kuliah minimal 500 Euro per semester pada semua
mahasiswa mulai tahun ajaran 2006/2007 dan sebagian
lagi pada tahun ajaran 2007/2008.
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/