http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/12/nas22.htm
Rabu, 12 Oktober 2005   
NASIONAL    
    
Indonesia Dinilai Layak Jadi Imam Negara Islam

NEGERI mana yang memiliki potensi menjadi imam negara Islam, kekuatan 
superpower penyeimbang Amerika? ''Saya kira Indonesia." Pernyataan tegas 
itu meluncur dari Masdar F Mas'udi, Senin (10/10) malam. Kalimat itu 
dilontarkannya di hadapan puluhan peserta ceramah keagamaan bertajuk 
"Islam dan Pembangunan Peradaban" yang diselenggarakan Fakultas 
Ushuluddin IAIN Walisongo dan Hotel Graha Santika di Ruang Borobudur 
hotel tersebut.

Kontan, ucapan Ketua PBNU itu mengundang antusiasme peserta yang ingin 
mendengarkan lebih lanjut penjelasannya. Satu-dua orang malahan tak 
segan-segan bertepuk tangan mengumumkan persetujuan mereka atas tesis itu.

Masdar mengungkapkan, Indonesia berpotensi sebagai imam atau pemimpin 
negara Islam, karena empat kelebihan. Keempat nilai plus itu adalah 
luasnya wilayah Nusantara, kekayaan alam yang luar biasa, letak yang 
strategis, dan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

"Negara lain seperti Turki dan Iran, berpeluang kecil. Turki karena 
obsesinya sendiri menjadi bagian dari Uni Eropa, sedangkan Iran tak 
mungkin karena Islamnya adalah Syiah," paparnya.

Sebelumnya, Masdar dalam awal ceramah menyebutkan hanya ada dua 
peradaban global yang masih bertahan di zaman modern ini, yakni Barat 
dan Islam. Beberapa peradaban sebelumnya seperti China, India, dan 
komunisme telah runtuh.

Peradaban Barat yang kapitalistik dengan komando Amerika Serikat tak 
memiliki tandingan dan menjadi kekuatan hegemonik seiring dengan 
keruntuhan Uni Soviet.

"Amerika berkuasa. Dominasinya tak terbendung dan telah meluluhlantakkan 
beberapa bagian dunia Islam. Efeknya, muncullah harted ideology atau 
ideologi kebencian dengan wujudnya terorisme. Maka, Islam butuh satu 
negara yang bisa menjadi imam dan pelindung relatif," tandasnya.

Masdar menambahkan, kebutuhan akan imam itu diniatkan pada keseimbangan 
kekuatan global. Umat Islam, imbuhnya, mendunia bukan untuk menguasai 
dunia, melainkan untuk menjamin rahmatan lil alamin dan tegaknya 
keadilan di muka bumi.

Menunggu Godot

Pada ceramahnya itu, Masdar juga melontarkan kritik atas fakta mental 
umat yang dinilainya "sakit". Psikologis umat disebutnya selalu bersiap 
diri seakan-akan dalam keadaan terancam.

"Kita selalu menyalahkan orang lain sebagai biang yang menzalimi, 
merekayasa, dan sebagainya. Kita juga selalu 'menunggu Godot', 
menanti-nanti nasib baik menghampiri. Ada yang salah secara serius dalam 
keberislaman kita," tuturnya.

Masdar menyerukan para pemimpin agama untuk membimbing jamaahnya 
melakukan revolusi mental. Menurutnya, mental umat tak kreatif karena 
terlalu berat memikul beban sejarah. Dia mencontohkan, khatib pada 
shalat Jumat selalu memegang tombak seolah-olah siap siaga berperang.

Dengan berkelakar, dimintanya penggantian tombak dengan pena, simbol 
lain yang lebih islami. "Tarikh atau sejarah yang diajarkan kepada 
anak-anak kita pun isinya berkutat pada perang oleh Nabi untuk 
menyebarkan agama. Di kota, khatib mungkin tak memegang tombak, tapi 
materi khutbahnya keras dan membangun banyak kebencian."

Selain Masdar, penceramah lain yang menyampaikan materinya malam itu 
adalah Dr Yusuf Suyono, dosen IAIN Walisongo.

Senada dengan Masdar, Yusuf juga memaparkan perlunya kembali umat Islam 
membangkitkan kembali peradabannya dengan membangun sikap mental yang 
positif.

Ceramah yang berlangsung seusai shalat tarawih itu juga dihadiri Wakil 
Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua PWNU Moh Adnan, Rektor IAIN Walisongo 
Abdul Djamil, Rektor Unimus Abu Su'ud, dan dibuka oleh GM Graha Santika, 
Purwantono. (Abduh Imanulhaq-60t)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke