d43e04.gif
 


Date: Tue, 11 Oct 2005 02:18:43 -0000
From: "bayugautama" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Jika Ramadhan Tak Pernah Ada
  
 
 
Jika Ramadhan Tak Pernah Ada
 
Masjid terlihat penuh sejak hari pertama bulan Ramadhan, di malam hari
saat salat tarawih, bahkan di waktu subuh. Di waktu-waktu salat lainnya,
seperti dzuhur dan ashar, masjid pun disemuti orang-orang yang singgah
untuk salat kemudian melepaskan penat dan lelah usai bekerja. Sebagian
tampak serius mendengarkan ceramah selepas dzuhur. Adakah suasana
seperti itu bisa kita temui di bulan lain selain Ramadhan? Jika Allah
tak menciptakan bulan Ramadhan untuk kehidupan kita, mungkinkah masjid
kita dipenuhi jamaah setiap malam dan waktu subuh? 
 
Di banyak tempat, hampir setiap saat bisa kita saksikan orang-orang,
muda dan tua, khusyuk memegang mushaf Alquran. Seolah menjadi bacaan
wajib yang tak boleh tertinggal untuk menghiasi hari dengan lantuan ayat
suci, tak peduli dimana mereka berada. Di dalam bis, gerbong kereta,
dalam kelas, kampus, di kantor, bahkan dalam kendaraan pribadi pun
diperdengarkan suara yang semakin mendekatkan kita kepada Allah. Andai
hari-hari terakhir yang kita saksikan saat ini bukan hari-hari Ramadhan,
adakah orang-orang yang menjadikan Alquran bacaan wajibnya setiap hari,
bahkan setiap usai salat lima waktu sebanyak saat ini? 
 
Orang-orang berlomba memperbanyak sedekah, infak dan zakat seolah esok
hari kita akan mati, sehingga merasa punya cukup bekal untuk berhadapan
dengan Allah. Jika Allah tak menjanjikan ganjaran berlipat ganda untuk
setiap amal shalih, infaq dan sedekah yang dilakukan di bulan Ramadhan,
mungkinkah sama semangat kita untuk beramal shalih? Sebesar saat
Ramadhan kan sedekah yang kita beri? 
 
Di waktu-waktu menjelang maghrib, para tetangga saling hantar penganan
berbuka. Masjid-masjid membuka pintu lebar-lebar, kemudian mengundang
fakir miskin dan orang-orang dalam perjalanan untuk berbuka puasa
bersama, menikmati penganan seadanya. Begitu adzan berkumandang,
keceriaan fakir miskin begitu jelas terlihat meski hanya segelas teh
manis dan tiga buah kurma di tangan mereka. Jika tak pernah ada yang
menjelaskan bahwasanya pahala memberi makanan berbuka bagi orang
berpuasa sama dengan pahala berpuasa itu sendiri, akankah tetap tersedia
makanan berbuka di berbagai masjid? Adakah saling hantar makanan oleh
orang-orang bertetangga? 
 
Sejuk, nyaman dan aman. Inilah suasana yang tercipta dan kita rasakan
selama bulan Ramadhan. Semua orang di hadapan kita begitu mempesona, dan
yang kita jumpai pun tampak baik, sabar, serta menahan amarah mereka.
"Jangan marah, kan sedang berpuasa" itu nasihat yang sering kita dengar
saat amarah memuncak, redalah hati. Senyum persaudaraan senantiasa kita
dapatkan di mana pun kita berada. Akankah hari-hari penuh kesejukan
seperti ini yang tetap bisa kita rasakan seandainya Ramadhan tak pernah
ada? 
 
Kepedulian terhadap sesama begitu tinggi di bulan ini, mungkin pengaruh
perut lapar kita yang ikut merasakan betapa banyak orang- orang yang
tetap "berpuasa" meski bukan di bulan Ramadhan. Saling berbagi, memberi
dan empati amat ringan tercipta dari tangan dan hati kita. Tetap
pedulikah kita di bulan selain Ramadhan? Masih adakah yang akan terus
kita bagi kepada orang lain, meski tak lagi di bulan Ramadhan? 
 
 
Jika Ramadhan tak pernah ada, masihkah kita jumpai kebaikan, kepedulian,
dan kesejukan dalam kehidupan sehari-hari? Akankah semua kenikmatan itu
hanya seperti buah kurma, yang muncul khusus di bulan Ramadhan saja.
Kemudian hilang entah kemana sehari setelah hari raya, sehari setelah
kita saling bermaafan, sehari setelah kita merayakan hari kemenangan. 
 
Beruntunglah kita, karena Allah menghadirkan Ramadhan untuk hamba- Nya.
Akan sangat beruntunglah kita, jika kita mampu menghadirkan nuansa
Ramadhan di lain bulan selain Ramadhan. Semoga. 
 
Bayu Gawtama
 
 
#email:[EMAIL PROTECTED] #friendster:[EMAIL PROTECTED] #cell
phone: +628121872227  
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke