Dear Friends; Kepada yang berminat mendapatkan kiriman japri berupa gambaran tentang dan suara dari dunia kaum miskin/yang-dimiskinkan di negeri kita, bisa menghubungi: Lafadl Jogjakarta (email: [EMAIL PROTECTED] ) untuk mendaftarkan alamat email Anda.
Sedikitnya seminggu sekali Anda akan mendapatkan kiriman langsung ke alamat email Anda. Yang akan Anda terima itu nanti merupakan sari dari berbagai berita yang telah disiarkan berbagai media terbitan Indonesia. Kiriman itu merupakan kerjasama antara Lafadl-Jogjakarta dengan Urban Poor Consortium (UPC)-Jakarta dan Urban Poor Lingkage (UPLINK)-Indonesia. Sebagai contoh saya terakan di bawah ini sebuah cuplikan dari lima materi yang dikirimkan terakhir. Ikra.- =========== Dari Lafadl-Yogyakarta: Review media ini terselanggara berkat kerjasama Lafadl-Jogjakarta dengan Urban Poor Consortium (UPC)-Jakarta dan Urban Poor Lingkage (UPLINK)-Indonesia (Arsip Review Media bisa diakses di www.urbanpoor.or.id dan www.uplink.or.id) I.SEMRAWUT, PEMBAGIAN DANA KOMPENSASI BBM II.KENAIKAN BBM MEMISKINAKAN RAKYAT III.BANYAK PENGGUSURAN DAN KESEMRAWUTAN, JAKARTA DAPATKAN PENGHARGAAN DARI UN-HABITAT IV.PKL TOLAK PENGGUSURAN V.INDONSIA RATIFIKASI KOVENAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK SEMRAWUT, PEMBAGIAN DANA KOMPENSASI BBM Seperti telah diduga sebelumnya, pembagian dana kompensasi BBM sebesar 100.000 rupiah per bulan per keluarga berjalan dengan semrawut. Banyak warga miskin yang tidak kebagian, ada penyelewengan dana, hingga salah sasaran. Bahkan ada warga miskin yang kondisinya jauh lebih miskin justru tidak mendapatkan dana kompensasi. Di Solo, Sebanyak 22.724 ribu warga miskin tidak mendapatkan dana tersebut (TempoInteraktif 12/10/05) Bupati Karanganyar sendiri, Rina Iriani menyatakan pendataan keluarga miskinyang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat tidak valid.Akibatnya kompensasi BBM yang diberikan pun tidak tepat sasaran. Di Kupang, dana kompensasi BBM nyasar ke 55.000 keluarga mampu.Kepala Badan Pusat Statstik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT), Poltak Sutrisno Siahaan, mengakui terjadi kekeliruan penyaluran dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di 16 kabupaten dan kota di NTT (Tempo Interaktif 11/10/05). Di Depok, Warga mengeluh kartu kompensasi BBM (KKB) mereka diambil kembali oleh Ketua RT. Mereka juga mengeluhkan adanya potongan 10.000 rupiah dari RT setempat (Tempo Interaktif 12/10/05). Di Tangerang, Banten, 50 warga Kampung Buaran Betung, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang,mendapat dana kompensasi BBM tidak utuh. Warga miskin itu harus merelakan uangnya dipotong Rp 50.000 untuk pengurus RT dan RW (Kompas 6/10/05). Di Palembang, warga yang merasa mestinya mendapat dana kompensasi melakukan protes di Kantor BPS Sumatera Selatan (Kompas 5/10/05). Di Makassar, Sulawesi Selatan, sejumlah warga miskin mengeluh karena dimintai uang oleh oknum petugas pendata setelah mereka menerima dana kompensasi. Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), banyak pengambilan dana tidak dilakukan oleh pemilik kartu, tetapi dititipkan kepada orang lain. Di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagian besar warga miskin penerima dana kompensasi mengeluh karena mahalnya biaya transportasi ke kantor pos. Wilayah yang luasnya satu setengah kali Pulau Jawa ini hanya dilayani tiga kantor pos pemeriksa dan 62 kantor pos cabang. Penduduk di pedalaman harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp 300.000 untuk mencapai kantor pos terdekat melalui sungai (Kompas 6/10/05). KENAIKAN BBM MEMISKINAKAN RAKYAT Dampak keaikan BBM kali ini benar-benar mempersulit hdiup warga miskin. Tak hanya kenaikan harga barang, ancaman PHK juga tak terbendung. Pengaruh kenaikan harga BBM menyebabkan setidaknya 10 ribuburuh di Jawa Barat (Jabar) akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)."Perusahaan sudah tidak mampu lagi menyediakan bahan baku untukproduksi," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Disnakertrans) Jabar, Sukarto Karnaen di Bandung, Senin (3/10).Dari ke-10 ribu buruh di Jabar yang terancam terkena PHK tersebut, delapan ribu diantaranya merupakan karyawan pabrik tekstil Texmaco, di Purwakarta dan dua ribu karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI) (Suara Pembaharuan 4/10/05) Sementara itu, sekitar 6 juta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jawa Tengah(Jateng) terancam gulung tikar, sebagai dampak kenaikan harga bahanbakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah 1 Oktober 2005. Hampir 90 persen dari 6.461.428 UKM itu, sangat menggantungkan diri pada BBM, khususnya minyak tanah.(Suara Pembaharuan 4/10/05) Di jakarta, Koalasisi LSM mendesak pemerintah menghentikan semua keputusanyang dengan sengaja memiskinkan rakyat. Mereka menilai, banyak kebijakanyang dilakukan pemerintah selama ini, yang bukannya membuat rakyatmakmur, tapi sebaliknya, dengan dalil kepentingan umum, pemerintah malahdengan sengaja memiskinkan dan menyengsarakan rakyat.Pernyataan keprihatinan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat disampaikan berkaitan dengan Hari Habitat Duniayang dirayakan setiap tanggal 3 Oktober, oleh FKMPL Bogor, JaringanRakyat Miskin Kota Jakarta, Jaringan Becak Jabodetabek, Jaringan UdeepBasaree (JUB) Aceh, JATAM, KAU, LS-ADI, UPLINK Indonesia, Walhi Eknas,Walhi Jakarta (Suara Pembaharuan 3/10/05). ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving. http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

