Utamakan Wartawan Australia, Jumpa Pers Downer Kisruh
  

Luhur Hertanto - detikcom


Jakarta - Acara jumpa pers yang digelar Menlu
Australia Alexander Downer di 
Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta,
krisuh. Kekisruhan ini dipicu sikap Downer yang
mengutamakan menjawab pertanyaan dari wartawan 
Australia yang juga anggota rombongannya.

  Jumpa pers yang berlangsung sekitar 20 menit mulai
pukul 10.30 WIB, Kamis  13/10/2005), ini praktis
dikuasai wartawan Australia. Wartawan bule yang
berjumlah sekitar lima orang itu kebetulan duduknya
strategis, di barisan   depan kursi untuk wartawan.

  Selama jumpa pers, kelima wartawan itu silih
berganti mengajukan pertanyaan   dan Downer
menjawabnya panjang lebar. Wartawan Indonesia yang
mengacungkan   tangan untuk meminta kesempatan
bertanya diabaikan oleh Downer.

  Juru Bicara Kepresidenen Dino Patti Djalal, yang
mendampingi Downer saat juma  pers, sebenarnya sudah
berulangkali mempersilakan kepada wartawan Indonesia 
yang mengacungkan tangan untuk mengajukan pertanyaan.
Namun ini tidak   diindahkan Downer.

  Memang ada seorang wartawan kantor berita asing asal
Indonesia yang sempat  mengajukan pertanyaan. Namun
Downer hanya menjawabnya sekilas, dan kemudian kembali
meladeni pertanyaan wartawan sendiri dengan penjelasan
panjang lebar.

  Atas sikap itu, wartawan Indonesia kemudian protes
dan meminta jumpa pers disudahi saja. "Thank you, good
bye," begitu teriak para wartawan untuk   'mengusir'
Downer.

  Dino Patti Djalal, yang melihat gelagat tidak
menguntungkan, kemudian memberi isyarat kepada Downer.
Akhirnya Downer memberi kesempatan kepada wartawan
Indonesia untuk bertanya.

  Namun para wartawan lokal ini terlanjur mutung dan
menolak bertanya. "Thank  you, god bye," begitu jawab
para wartawan ketika diberi kesempatan untuk bertanya.

Dalam jumpa persnya, Downer menjelaskan tentang
pertemuannya dengan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY). Dalam pertemuan itu, Downer memberikan 
klarifikasi bahwa Australia tidak berniat
ingintervensi Indonesia terkait  remisi yang diberikan
kepada Ba'asyir. Australia menyadari hal itu
kewenangan   pemerintah RI. 

  Pertemuan juga membahas soal kerja sama kedua negara
untuk menghadapi ancaman   terorisme. Ini terkait
kembali terjadinya serangan bom di Bali. (gtp)

  Baca juga:
    Bom Bali II Membuat Industri Pariwisata Semakin
Terpuruk
    Sakit Flu, SBY Batal Bertemu Menlu Australia 
    Pemerintah Bahas Konsep Penanggulangan Terorisme
    Polda Jabar Sisir Tempat-tempat Persembunyian
Azahari Cs
  SMS Iklan
  dijual tanah - iskandar (628176884821)




                
__________________________________ 
Start your day with Yahoo! - Make it your home page! 
http://www.yahoo.com/r/hs


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke