14.10,2005

Afghanistan Setelah Pemilu

Oleh: Martin Fritz

(Penghitungan suara telah dilakukan di pemilihan umum
Afghanistan)

Afghanistan telah menyelenggarakan satu pemilihan umum
yang demokratis. Akan tetapi, apakah parlemen yang
sekarang terbentuk sudah cukup demokratis dalam
menjalankan tugasnya?

Para kepala suku dan fundamentalis merupakan pemenang
pemilu di Afghanistan. Sedangkan kaum intelektual pro
demokrasi dan pro reformasi gagal memenangkan suara
cukup, gagal memobilisasi masyarakat untuk
mendukungnya. Memang di samping itu, kelompok pro
demokrasi tidak punya cukup dana untuk berkampanye.
Berbeda dengan para kepala suku, seperti Abdur Rab
Rasul Sayaf atau Rabbani yang mampu mengeluarkan
jutaan dolar AS. 

Kampanye para kepala suku ini, termasuk membagikan
hadiah, seperti telepon selular dan sapi perah.
Sementara itu, hanya segelintir kandidat independen
dan pro reformasi yang berhasil mendapat kepercayaan
para pemilih. Diantaranya adalah mantan menteri
perencanaan, Ramazan Baschardost dan aktivis HAM,
Malalai Joja. Menanggapi hasil pemilu, pakar politik
Afghanistan Dr. Akram Osman, tidak heran. Ia menilai,
struktur masyarakat Afghanistan merupakan unsur
penting dalam penentuan pemilu.

Osman: "Kita tidak boleh lupa, bahwa di Afghanistan
itu yang berpengaruh adalah kaum ulama dan teknokrat“

Secara tradisional, kelompok ini sangat penting dan
nampaknya, sampai sekarang pun masih sama, demikian
kata Osman. Dipihak lain, selain terpecah belah,
kelompok pro demokrasi juga kurang mampu mendekatkan
diri kepada rakyat. Bagi rakyat Afghanistan, kampanye
kelompok pro demokrasi dinilai terlalu umum. Menurut
Osman, seharusnya kelompok pro demokrasi yang terpecah
dalam 80 partai itu, tidak mengeluh. 

Osman: "Kenyataannya, kelompok pro demokrasi
Afghanistan gagal mengembangkan program politik yang
dapat direalisasi secara praktis. Padahal kita wajib
merancang program yang dapat diterima oleh masyarakat
umum.“

Sejumlah kandidat yang kalah menyatakan ketidak
puasannya dengan hasil pemilu. Mereka tidak mengakui
hasil penghitungan suara. Sikap ini sudah diprediksi.
Sebelumnya, saat pemilihan presiden, hampir semua
pesaing Presiden Hamid Karzai menolak kekalahannya.
Mereka menuduh pemerintah melakukan pemalsuan. Kali
ini pemalsuan pemilu diberitakan juga terjadi, namun
pemantau internasional menyatakan bahwa pemilu ini
berjalan demokratis dan bebas. 

Banyak warga Afghanistan dan organisasi HAM
mengkhawatirkan masa depan negara itu, bila
parlemennya terdiri dari orang yang dituduh sebagai
penjahat perang. Apalagi karena Presiden Karsai merasa
tidak perlu menyelenggarakan proses hukum terhadap
wakil rakyat yang tertuduh.

Karzai: "Bila mereka dipilih oleh warga kota dan
daerahnya - dalam suatu pemilu yang bebas dan rahasia
-maka siapapun itu, secara hukum mereka adalah wakil
rakyat“.

Menurut pakar politik, Dr. Akram Osman, parlemen
Afghanistan, yang  terdiri dari 249 anggota, sebagian
besar ingin memperkaya diri. Mereka akan menuntut uang
pelicin dari pemerintah, untuk setiap undang-undang
yang ditetapkan. Osman menilai, demokrasi di
Afghanistan berada dalam keadaan bahaya dan banyak
orang akan kecewa. Ia menilai, perkembangan ini bakal
hanya menguntungkan kelompok yang menentang perdamaian
di Afghanistan. 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke