14.10.2005

Politik Imigrasi Uni Eropa

Oleh: Christoph Heinzel

(Kawat berduri di pintu gerbang Eropa)

Dua tema menjadi topik komentar harian-harian
internasional, yakni politik imigrasi Uni Eropa
terhadap Afrika serta referendum konstitusi baru di
Irak.

Drama imigran dari Afrika, yang menyerbu kawasan
kantong Spanyol di Marokko, menunjukkan tidak
efektifnya politik imigrasi Uni Eropa. Rencana
membangun kamp penampungan imigran gelap di Afrika,
dinilai merupakan langkah yang ibaratnya membangun
tembok pemisah baru. Harian Swiss Tages Anzeiger yang
terbit di Zürich mengomentari, tindakan ini tidak akan
berhasil mencegah arus imigran gelap. 

"Tembok tinggi baru, hanya akan menambah keuntungan
bagi para penyelundup manusia. Demikian juga, rencana
Uni Eropa, membangun kamp penampungan atau stasiun
penangkap imigran di negara-negara transit di Afrika,
tidak akan mengubah situasi buruk tersebut. Sebab,
siapa yang suduh cukup putus asa dalam mencari
penghidupan dan eksistensi yang manusiawi, mereka akan
sanggup melintasi gurun pasir. Dan mereka tidak akan
menyerah, jika tujuan mereka sudah terlihat di depan
mata. Eropa sudah menyadari, kemiskinan di Afrika
tidak akan hilang dalam satu malam. Sebuah keputusan
menteri juga tidak akan menyurutkan tekad para imigran
gelap dari Afrika, untuk menyerbu pintu gerbang
benteng Eropa demi meraih impian kehidupan yang lebih
baik."

Harian Spanyol El Mundo yang terbit di Madrid, juga
mengomentari rencana Uni Eropa untuk meredam arus
imigran gelap dari Afrika. 

"Afrika memerlukan tindakan nyata, bukan hanya
kata-kata. Walaupun diagnosa Komisi Uni Eropa memang
benar, bahwa akar dari permasalahan terletak pada
kemiskinan di Afrika. Akan tetapi, dalam prakteknya
negara-negara Uni Eropa tidak bersedia membuat semacam
“Marshall Plan“ bagi Afrika. Eropa memiliki prioritas
lain. Politik yang dijalankan saat ini, menimbulkan
kesan, hanya untuk mengulur waktu dan meredam
kecemasan publik. Jadi tidak ada alasan untuk optimis.
Sebab, berbeda dengan di Asia atau Amerika Latin,
situasi kehidupan di Afrika kini terus memburuk."

Sementara harian Perancis Libération yang terbit di
Paris menulis, Eropa kini membangun tirai besi dan
tembok Berlin baru.

"Setelah semua tragedi yang terjadi di Ceuta dan
Melilla, Eropa kini terlibat juga  dengan membangun
tirai besi.  Di pintu gerbang Eropa dibangun pagar
kawat berduri. Bedanya, pagar ini bukan untuk
menghalangi mereka yang melarikan diri dari diktator
komunis, melainkan ribuan orang dari kawasan Sahel,
yang ingin melarikan diri dari situasi tanpa harapan."

Tema lainnya, yang juga menjadi sorotan utama
harian-harian internasional, adalah rencana referendum
konstitusi baru di Irak. Harian Inggris The
Independent yang terbit di London berkomentar, dengan
referendum konstitusi hendak ditunjukan, dapat
dibangun sebuah Irak yang lain.

"Sebuah Irak baru dapat terwujud, yaitu Irak  yang
tidak kembali ke zaman Saddam Hussein atau Irak yang
menyerah kepada kelompok perlawanan atas nama Tuhan,
yang meledakan bilik pemilihan serta kantor perwakilan
PBB. Juga bukan sebuah Irak yang menjadi negara minyak
neo-liberal, jajahan presiden George W. Bush. Tetapi
sebuah Irak yang demokratis dan sosial, seperti
disebutkan dalam konstitusi baru, yang disusun dan
disahkan oleh warga Irak sendiri. Sebuah Irak yang
mampu mengatasi masalah pengangguran, membangun sistem
kesehatan dan pendidikan, dengan dibiayai uang dari
sumber minyaknya, yang mengalir ke kementrian keuangan
Irak."

Sementara harian Italia La Repubblica yang terbit di
Roma menulis, sasaran utama dari referendum konstitusi
Irak adalah, mempertahankan diri agar tetap hidup.

"Sekitar 15,5 juta warga Irak, dipanggil untuk
referendum konstitusi baru, yang akan menentukan masa
depan politik di negara itu. Terdapat harapan besar.
Akan tetapi rakyat Irak sebetulnya sudah skeptis,
lelah dan tidak memiliki angan-angan lagi. Kepercayaan
kepada pemerintah, adalah perasaan yang sudah mati di
Irak, bersama tewasnya 30.000 warga dalam tiga tahun
terakhir. Di Irak, setiap orang kini hanya berusaha
untuk tetap hidup."

Semoga Irak tidak selamanya jadi boneka pendudukan.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke