** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/15/nas05.htm

Kabinet Segera Dirombak
       
      BAHAS TERORISME: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil 
Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet, Jumat (14/10). Sidang yang 
diikuti seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu di antaranya membahas 
masalah terorisme. (57n)  
     
JAKARTA - Teka-teki tentang dirombak atau tidaknya Kabinet Indonesia Bersatu 
menjelang setahun pemerintahan Presiden SBY-Kalla, mulai sedikit terkuak. 
Wapres Jusuf Kalla terang-terangan menegaskan perombakan kabinet pasti akan 
dilakukan.

Menurut dia, Presiden SBY masih melakukan evaluasi kinerja Kabinet Indonesia 
Bersatu. "Evaluasi sistem sedang dibicarakan," katanya Jumat kemarin di Istana 
Wapres Jakarta.

Dia mengatakan, perombakan kabinet tetap akan dilakukan. "Perombakan dalam arti 
kata sebagaimana janji Presiden. Kalau tidak memenuhi performance akan 
diganti." 

Jatah kursi di kabinet baru nanti bakal menjadi rebutan partai politik, jika 
SBY benar-benar merombak pasukannya. Namun Partai Golkar tidak menargetkan 
jumlah menteri untuk duduk di posisi empuk itu. "Saya kira tidak begitu. Golkar 
tidak punya target angka. Perombakan itu kebijakan Presiden," kata Kalla yang 
juga Ketua Umum Golkar.

Meski demikian, dia mengaku kader Golkar siap menduduki jabatan tersebut. 
"Bahwa dicari orang lebih baik, tentu Golkar mempunyai banyak kader. Golkar 
siap saja," tandasnya.

Ekonom dari Tim Indonesia Bangkit M Fadhil Hasan mengatakan, "Kita hanya 
memberikan masukan yang obyektif tentang kinerja kabinet terutama tim ekonomi. 
Kalau SBY merasa puas terhadap kinerja ya terserah. Pertanyaannya bukan lagi 
perlu perombakan atau tidak. Tapi kapan perombakan itu akan dilakukan." 
Menurutnya, semua orang sudah pada tahu kira-kira siapa saja menteri yang layak 
diganti. (dtc-14) 

++++

http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/15/Utama/ut01.htm



SUARA PEMBARUAN DAILY 

Diragukan, Presiden "Reshuffle" Kabinet
JAKARTA - Masih diragukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan merombak 
(reshuffle) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang dipimpinnya meskipun sudah 
pernah menjanjikan akan mengevaluasinya setelah satu tahun. 

Seharusnya Presiden Yudhoyono konsisten dengan janjinya untuk mengevaluasi 
kabinet yang tidak peduli dengan nasib rakyat. Tapi, hal itu sangat sulit dan 
dilematis dilakukan, karena masalah reshuffle bukan sekadar mengganti menteri, 
tetapi bagaimana agar kepentingan partai politik bisa terakomodasi. 

Hal itu terungkap dalam diskusi terbatas bertajuk "Evaluasi Satu Tahun 
Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - M Jusuf Kalla yang diselenggarakan 
Redaksi Suara Pembaruan di Jakarta, Jumat (14/10) petang. 

Diskusi yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama itu menghadirkan narasumber, 
Koordinator Program Master Manajemen Komunikasi Politik Universitas Indonesia, 
Effendi Gazali PhD, MPS ID, dan Wakil Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan 
dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) E Shobirin Nadj. 

Menurut Shobirin, kalau Yudhoyono konsisten maka tim ekonomi seharusnya 
di-reshuffle, karena dinilai tidak pro-rakyat. Kebijakan menaikkan harga bahan 
bakar minyak, khususnya minyak tanah yang penggunanya sebagian besar rakyat 
miskin, dinilai tidak memperhatikan rakyat. 


Kocok Ulang 

Di sisi lain, kalau me-reshuffle kabinet, itu berarti terjadi "kocok ulang". 
Tapi, hal itu sulit dilakaukan karena parpol-parpol pasti menghendaki mendapat 
jatah. Partai Golkar sendiri sebagai partai terbesar dan pendukung pemerintah 
yang kini dipimpin Jusuf Kalla sudah mengincar tambahan kursi di kabinet. Tapi, 
parpol lainnya pun tak mungkin mau jatahnya dikurangi begitu saja. 

Hal lain yang menyulitkan Presiden Yudhoyono dalam merombak kabinetnya, menurut 
Shobirin, tidak adanya standar evaluasi yang dapat digunakan. 

Ketika menyusun kabinet, ternyata tidak pernah dilakukan uji kelayakan dan 
kepatutan (fit and proper test) seperti yang digembor-gemborkan sebelumnya. 



Dia mendapat informasi, penentuan anggota KIB lebih didasarkan untuk 
mengakomodasi kepentingan parpol daripada profesionalisme. Oleh karena itulah 
tidak heran jika KIB sekarang dinilai bukan kabinet profesional, tetapi kabinet 
yang mengakomodasi kepentingan berbagai parpol, kecuali Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan (PDI-P). 

Artinya, dari segi personal kurang profesional dan akibatnya banyak anggota 
kabinet yang tidak memiliki kompetensi. 

Keraguan akan terjadinya reshuffle kabinet Presiden Yudhoyono juga dilontarkan 
Effendi Gazali. Menurut pakar komunikasi politik dari UI ini, hal itu karena 
kekurang-beranian mengambil keputusan secara cepat dan tegas. 

Shobirin juga menguatkan pendapat Effendi Gazali. Menurut dia, Yudhoyono adalah 
tipe orang yang suka menghindari konflik dan susah mengambil risiko. Lebih 
sulit lagi, karena Yudhoyono memilih partner Jusuf Kalla sebagai Wapres yang 
latar belakangnya pengusaha. Jusuf Kalla adalah orang yang praktis dan 
pragmatis, sehingga cepat dalam mengambil keputusan. 

Kenyataannya, Wapres Jusuf Kalla memiliki posisi daya tawar yang lebih tinggi, 
terlebih dengan posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Akibatnya, secara 
hukum konstitusi, kata Shobirin, wewenang Presiden Yudhoyono lebih banyak 
diambil-alih Wapres Jusuf Kalla. Posisi demikian dinilai menjadikan 
kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintahan Yudhoyono-Kalla tidak prorakyat. 


Pencitraan 

Soal kinerja, Effendi Gazali dan Shobirin Nadj melihat, pemerintahan 
Yudhoyono-Kalla masih lebih sibuk melakukan pencitraan daripada menyelesaikan 
persoalan. Keduanya menilai, kesibukan melakukan pencitraan justru telah 
menghilangkan substansi persoalan bangsa dan rakyat, yang seharusnya segera 
diselesaikan. 

Dari segi komunikasi politik, Effendi menilai, Yudhoyono tahu persis cara 
melakukan pencitraan. Mulai dari gaya bicara dan tampil di depan kamera 
televisi hingga penyelenggaraan telekonferensi dari Amerika Serikat. Itu adalah 
bagian dari pencitraan. 

Upaya pencitraan yang dilakukan Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf 
Kalla tersebut dari segi komunikasi telah mengalihkan perhatian rakyat. 
Meskipun nasib rakyat memprihatinkan, tetap saja gembira ketika disuguhi 
hal-hal baru. 

Shobirin juga melihat, komunikasi politik yang digunakan Yudhoyono lebih banyak 
membangun citra, namun tidak menghilangkan persoalan. (M-15/O-1/E-8/Y-4) 



--------------------------------------------------------------------------------

Last modified: 15/10/05 






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke