1. Udah kenyang dibodoh bodohi ya ..., apalagi tiap hari nelen sinetron
indonesia yg penuh intrik dan mistik he he he
2. Lagi dilanda kemiskinan dan kenyatan hidup yang tidak memihak rakyat
kecil, sehingga menemukan musuh bersama bernama amerika, apalagi para
ulamanya punya wacana ghozwul fikr yang sama, makin buta mata buta hati, dan
denial dech jadinya ...
3. gak pernah ke luar negeri, melihat di negara muslim lainnya, juga afrika
amerika selatan dan banyak tempat lainnya makin heboh, carut marut dan awur
awuran ...
4. wartawannya sendiri juga suka bikin berita heboh dan sensasional,
berdasar gosip doang berani bikin berita pulak ...
5. apa lagi mas ...

salam,
Ari Condro

----- Original Message -----
From: "Satrio Arismunandar" <[EMAIL PROTECTED]>

Akhirnya, ada juga akademisi Barat (Australia) yang
bisa berpikir sedikit lebih jernih, dan mampu memahami
mengapa orang Indonesia umumnya skeptis dan tidak
begitu antusias menanggapi isu terorisme, seperti yang
diinginkan AS dan Australia.

Secara tradisional, berbagai kasus teror dan
"militanisme" sejak zaman Soeharto sering menjadi
bagian dari permainan intelijen (militer), dan
masyarakat Indonesia sudah sering jadi bulan-bulanan
permainan di belakang layar ini.

Sampai sekarang, banyak orang belum percaya bahwa
"tokoh" sekaliber Amrozi atau Ali Imron mampu membuat
bom dahsyat (level mereka dianggap hanya mampu bikin
mercon besar, dengan bahan kimia murahan yang dibeli
dari apotik). Ketika disuruh memeragakan bagaimana
merakit bom di depan wartawan, ternyata Ali Imron juga
terbata-bata dan canggung. Jelas bahan-bahan kimia
yang dirakitnya itu hanya bahan kelas murahan, yang
hanya bisa dipakai bikin bom kecil-kecilan. Sedangkan
yang meledak di Bali (bom Bali I) itu dahsyat benar,
sekelas C4.

Bahkan masih ada warga yang percaya bahwa tokoh
seperti Nordin Moh Top, Dr. Azahari, Umar Faruq, dsb
itu cuma rekayasa intelijen saja. Apakah mereka
betul-betul ada? Itu pertanyaan mereka. Dst....

Silahkan menikmati tulisan ini.
=========================================



http://www.theaustralian.news.com.au/common/story_page/0,5744,16910057%5E758
3,00.html

Greg Barton: Legacy of military dirty tricks breeds JI
doubt





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke