http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=78351

UMUM    Senin, 17 Oktober 2005 17:10 WIB    

Presiden Minta Tenaga Ahli PT DI Kembali ke Indonesia    
       
Penulis: Mirza Andreas

JAKARTA--MIOL: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta seluruh tenaga 
ahli PT Dirgantara Indonesia (DI) yang saat ini bekerja di perusahaan 
asing untuk kembali ke Indonesia untuk membesarkan kembali PT DI.

"Saat ini PT DI juga punya persoalan SDM, yakni larinya para teknokrat 
atau engineer Indonesia yang lari atau diserap oleh negara lain yang 
diantaranya adalah perusahaan Boeing. Presiden minta agar PT DI bisa 
survive dan pegawai yang saat ini berada di luar negeri mau kembali ke 
PT DI," papar Pelaksana Tugas Dirut PT DI Nuril Fuad kepada wartawan 
usai diterima Presiden di Istana Negara Jakarta, Senin (17/10).

Saat ini, lanjutnya, ada 1.162 mantan karyawan PT DI yang berpendidikan 
S2 dan S3 yang hengkang dari PT DI dan direkrut atau diterima bekerja 
oleh perusahaan pembuatan pesawat di luar negeri. Kondisi ini 
berlangsung saat PT DI mulai diterpa krisis pada 1998 lalu.

"Pendidikan mulai dari master hingga doktor yang sedang bekerja di luar 
PT DI. Kita harap mereka bisa kembali dan dapat membangun bangsa melalui 
PT DI," tambahnya.

Namun demikian, ia belum dapat memberi jaminan apapun kepada mantan 
karyawan tersebut jika mereka kembali ke Indonesia dan bergabung dengan 
PT DI. Pihak manajemen PT DI hanya mengharapkan rasa nasionalisme para 
mantan karyawan tersebut untuk kembali ke Indonesia.

"Di sini harapannya PT DI dapat bangkit kembali. Kita masih berharap 
agar bangkitnya PT DI dapat membuat mereka mau membangun PT DI kembali," 
ujarnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, meski kondisi perusahaan belum membaik, PT 
DI tetap memproduksi pesawat yang pembuatannya didasarkan pada pesanan, 
baik dari dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri, institusi 
TNI/Polri menjadi pembeli utama pesawat buatan PT DI.

Untuk melayani permintaan luar negeri, PT DI bekerja sama dengan tiga 
perusahaan pembuatan pesawat dari negara Spanyol, Prancis, dan Jerman. 
Hingga saat ini, kerja sama antara produsen pesawat itu telah membuat 
helikopter super puma, helikopter BU105, dan pesawat kecil C212 yang 
berpenumpang 19 orang.

"Ini contoh konkrit untuk kemudian hari akan dikembangkan kerjasama. 
Kita telah berencana memproduksi Cassa 212. PT DI juga akan 
mengembangkan asembli lain pesawat baru sesuai dengan permintaan dalam 
negeri yang akan dibuat bersama perusahaan tersebut," ujarnya. (Msc/OL-06)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke