http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/18/Utama/ut05.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Ribuan Nelayan Menganggur

JAKARTA - Kehidupan nelayan di Jakarta Utara semakin terpuruk pascakenaikan 
harga bahan bakar minyak. Lebih dari 50 persen nelayan memilih menambatkan 
kapal mereka di dermaga. Ribuan anak buah kapal (ABK) menganggur. Akibatnya 
pasokan ikan ke sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) menurun dan harganya 
naik. 
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi DKI Jakarta H Yan 
M Winata Sasmita mengatakan kepada Pembaruan, di Jakarta, Senin (17/10), 
sebagian besar nelayan tidak mampu lagi membeli solar seharga Rp 4.300 per 
liter. Selain itu kenaikan harga BBM mendongkrak naiknya harga sembako yang 
harus dibawa nelayan sebagai bekal melaut. Akibatnya biaya operasional melaut 
menjulang tinggi sementara penghasilan dari melaut tidak pasti karena ikan 
semakin sulit diperoleh. "Nelayan yang baru pulang dari laut tidak bisa kembali 
melaut karena pendapatannya tidak bisa menutupi biaya operasional,'' katanya. 

Dikemukakan, kondisi yang sama dialami nelayan berkapal besar. Mereka 
diwajibkan membeli solar dengan harga industri atau Rp 6.000 per liter. 
''Kenapa kapal nelayan disamakan dengan industri sehingga tidak diberi subsidi? 
Padahal kapal nelayan meski besar, tapi rata-rata sudah tua dan terbuat dari 
kayu yang sudah lusuh. Mesinnya pun berbunyi kasar. Tapi, mobil mewah yang 
biasa dipakai pejabat membeli solar dengan harga subsidi. Kapal nelayan itu 
cuma sarana produksi jangan samakan dengan industri, Di mana keadilan?" 
ujarnya. 

Akibat banyaknya nelayan yang memilih mengikat kapalnya di dermaga pasokan ikan 
di TPI menurun. Penurunan pasokan ikan juga terjadi akibat adanya aturan yang 
mewajibkan kapal-kapal tamu yang mendarat di Muara Angke agar membelikan solar 
di Muara Baru. ''Padahal sebelumnya setelah menurunkan ikan di Muara Angke 
mereka boleh mengisi BBM di sana. Akhirnya kapal-kapal tamu yang berasal dari 
luar Jakarta itu memilih untuk tidak mendarat di Muara Angke, karena untuk ke 
Muara Baru kan jauh, boros BBM. Pasokan ikan di Muara Angke pun menurun," 
ungkapnya. 


Tak Terima 

Secara terpisah, Ketua Forum Komunikasi Nelayan Tradisional Jakarta Utara Abdul 
Karim mengatakan, akibat menurunnya pasokan harga ikan di TPI Muara Angke, 
Kalibaru, Cilincing, dan Muara Baru naik antara 10- 20 persen. 

Yang lebih menyedihkan lagi, kata Yan, meskipun keluarga nelayan termasuk 
golongan yang terkena dampak paling parah dari kenaikan harga BBM, tapi 
ternyata ribuan keluarga nelayan di Jakarta Utara belum menerima dana 
kompensasi BBM. "Jangankan mendapat kompensasi, didata saja tidak," katanya. 
Hal itu diakui, Warsito, warga Jalan Raya Penjaringan, Kelurahan Muara Baru. 
Dia dan ratusan warga lainnya belum menerima dana itu. ''Sampai sekarang saya 
nggak pernah didata,'' kata Warsito. (Y-6) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 18/10/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke