http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/18/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY 

Anarkisme dan Larangan Beribadah, Benih Rusaknya NKRI


JAKARTA - Ketua Umum Majelis Muslimin Indonesia (MMI) MH Said Abdullah menilai, 
masih terjadinya tindakan anarkisme hingga pelarangan terhadap umat beragama 
beribadah seperti yang dialami sebagian warga Kristiani di Bekasi Timur, akibat 
tidak berfungsinya otoritas pemerintah. Jika anarkisme itu dibiarkan berlarut, 
akan menjadi benih-benih rusaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Pernyataan itu dikemukakan MH Abdullah yang juga anggota Komisi VIII DPR bidang 
agama dan pendidikan kepada Pembaruan di Jakarta, Selasa (18/10) menanggapi 
aksi anarkisme di Bekasi Timur Minggu lalu (Pembaruan, 17/10). 

''Saya lebih cenderung setuju Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dua menteri itu 
dicabut, tanpa revisi apa pun lalu dibuat suatu produk UU dari pemerintah atau 
DPR yang memungkinkan persoalan agama menjadi konsensus nasional,'' tegasnya. 

Diharapkan, dalam UU baru itu semua stake holder dilibatkan dan bicara 
bagaimana seharusnya ritual keagamaan dilaksanakan warga yang memang heterogen. 
''Yang kita kawal, adalah kebhinenakaan, jangan sekali-sekali memoles keekaan, 
misalnya bagaimana saudara umat Kristen menghormati Bulan Ramadhan, begitu juga 
umat Islam menghormati umat Kristen menjalankan ibadah,'' ujarnya. 

Tetapi sebenarnya, hal yang mendasar adalah bahwa anarkisme terhadap tempat 
ibadah, adalah tindak kriminal. Tanpa harus dilaporkan, aparat harus menindak 
pelaku tindak kriminal tersebut. 

Sebelumnya diberitakan, warga Gekindo Bekasi Timur, terpaksa berpindah sampai 
tiga kali beribadah Minggu (16/10), karena diusir kelompok masyarakat yang 
menamakan diri Front Pembela Islam (FPI) bersama masyarakat setempat. Umat 
Kristen itu terpaksa hanya bisa beribadah sambil berdiri di jalan dengan air 
mata. 

Sekretaris FPDI-P DPR, Jacobus Kamarlo Mayongpadang yang mau beribadah bersama 
warga setempat ikut merasakan tindakan anarkis dan pengusiran tersebut. Karena 
itu, dia menyatakan sangat menyesalkan dan mendesak Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono dan Kapolri Jenderal Pol Sutanto turun tangan menangani masalah 
tersebut. 

Anggota Komisi III bidang hukum Anhar dari Fraksi Partai Bintang Reformasi 
(FPBR) sebelumnya juga mengutuk tindakan anarkisme ini. ''Saya sebagai orang 
Islam, sangat keberatan dengan orang-orang yang berlebel agama dan simbol 
tertentu melakukan tindakan anarkis, melakukan penutupan tempat ibadah agama 
lain. Itu sangat ditentang Nabi Muhammad, jangankan gereja, kuil pun Muhammad 
tidak mau umatnya merusaknya,'' tegasnya. 

Menurut Anhar, selain merupakan kriminal, penutupan paksa tempat ibadah, jelas 
mengganggu kebebasan beragama setiap warga negara yang dilindungi UUD 1945. Apa 
pun ceritanya, tempat ibadah itu tempat orang berbuat baik sehingga tak boleh 
dirusak. 

''Aparat polisi diminta tidak ragu segera menghentikan aksi penutupan dan 
menindak tegas para pelakunya. Polisi jangan takut, kita ini negara hukum, 
kalau tidak negara ini akan menjadi negara antah berantah, di mana orang main 
hakim sendiri,'' tegas Anhar. 


Bukan Islami 

MH Said Abdullah mengatakan, meskipun kelompok yang berbuat anarkisme itu 
mengatasnamakan agama Islam, dia tidak yakin kelompok tersebut benar-benar 
beragama Islam. Sebab menurutnya, mereka hanya mengaku dan mengklaim diri 
sebagai Islam, tetapi sesungguhnya perilaku mereka jauh dari ajaran dan 
nilai-nilai Islami. 

Senada dengan itu, sebelumnya Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) A 
Helmy Faishal Zaini menegaskan, masalah yang perlu dibenahi adalah bagaimana 
mendewasakan kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia dengan format 
negara yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. Harus ada penyadaran terus menerus 
bahwa pluralisme itu merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan berbangsa dan 
bernegara di Indonesia. 

Agama Islam misalnya, kata Helmy Faishal, mengajarkan ukhuwah basariah, yakni 
persaudaraan kemanusiaan. M-15) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 18/10/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke