http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/19/nas21.htm


Laskar Islam Razia Tempat Hiburan
  a.. Rumah Makan Dirusak 
SOLO- Puluhan anggota Laskar Islam Senin (17/10) malam hingga Selasa (18/10) 
dini hari melakukan sweeping di tempat hiburan malam. Rumah Makan Pring Kuning 
tidak luput dari razia Laskar Islam yang menyebut diri Koalisi Umat Islam 
Surakarta (KUIS). 

Di rumah makan di kawasan Langenharjo, Grogol, Sukoharjo, itu sejumlah laskar 
memusnahkan ratusan botol minuman keras berbagai merek dan merusak meja. 
Kedatangan sedikitnya 60 anggota KUIS di tempat itu membuat panik belasan 
karyawan hingga mereka berusaha menyelamatkan diri di areal persawahan di 
sekitar lokasi kejadian. 

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. "Kami terpaksa menghancurkan 
botol-botol tersebut, karena tempat itu menjual minuman keras. Padahal, imbauan 
kami sudah jelas, tempat hiburan tak boleh buka di bulan Ramadan," ujar Sigit 
Qordhowi, koordinator aksi.

Dalam aksi itu, dua meja dijungkirbalikkan oleh massa dan ratusan botol minuman 
keras dihancurkan di teras rumah makan yang berdekatan dengan kompleks 
perumahan mewah di Solo Baru. Sebelumnya massa sempat berkeliling kota 
Surakarta. Dengan mengendarai sebuah mobil dan puluhan sepeda motor, mereka 
mendatangi sejumlah diskotek, kafe, dan tempat-tempat pelacuran. 

Karena tempat-tempat yang didatangi tidak ada aktivitas, mereka lantas 
mengurungkan niat untuk melakukan sweeping. Ketika rombongan melintas di 
sekitar bekas kawasan prostitusi Silir, Kelurahan Semanggi, Surakarta, seorang 
pemuda yang sedang mabuk mengejek anggota laskar. Tetapi pemuda tersebu t 
segera meminta maaf. 

Beberapa petugas dari Polresta dan Powil Surakarta yang mengikuti razia 
membiarkan tindakan massa dari KUIS tanpa berusaha mencegah. Kapolwil Surakarta 
Kombes Abdul Madjid menyatakan tak bisa menyalahkan aksi tersebut. "Meski tidak 
membenarkan tindakan itu, kami juga menyayangkan kenapa pengelola hiburan itu 
nekat membuka usahanya di bulan Ramadan. Kalau sudah begini, jangan salahkan 
polisi dan minta jaminan pengamanan," ujar Abdul Madjid.

Kenekatan sejumlah pengusaha hiburan malam untuk tetap membuka usaha, kata 
Kapolwil, dinilai sebagai tindakan tanpa kompromi dan cenderung memancing 
persoalan. 

Aksi perusakan dan pemusnahan minuman keras itu sebenarnya bisa dicegah, kalau 
saja pemilik berada di lokasi itu. "Karena tidak ada, ya terjadilah peristiwa 
itu. Kalau merasa usahanya legal, pemiliknya pasti akan memprotes." 

Tindak Tegas

Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid memerintahkan Kapolwil Surakarta Kombes 
Abdul Madjid dan Kapolres Sukoharjo AKBP Handono Warih untuk mengusut tuntas 
kasus sweeping yang disertai perusakan dan penganiayaan itu.

Dia sangat menyesalkan kejadian itu. Sebab, tidak ada satu pun pihak yang 
memiliki kewenangan untuk merusak dengan dalih apa pun. "Saya sudah perintahkan 
Kapolwil Surakarta dan Kapolres Sukoharjo untuk memeriksa dan meminta 
pertanggungjawaban pelakunya. Kalau aksi anarkis semacam itu terus dilakukan, 
hukum menjadi tidak dihargai," tandas Chaerul, Selasa (18/10). 

Di sisi lain, kata Kapolda, peristiwa itu menjadi pengalaman berharga sekaligus 
peringatan bagi semua pihak. 

Sejak awal, kepolisian bersama pemerintah daerah di semua kota/kabupaten telah 
mengingatkan para pengelola tempat hiburan dan masyarakat secara umum untuk 
menghormati bulan Ramadan. 

Pemilik tempat hiburan juga sudah diimbau untuk menutup atau setidak-tidaknya 
mengurangi jam buka. Namun pada kenyataannya ada beberapa lokasi yang tetap 
nekat beroperasi.(G11,san,G3-46t) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke