CENDRAWASIH POST http://www.cenderawasihpos.com/Utama/h.9.html Rabu, 19 Okt 2005
Indonesia Kedua Terkorup di ASEAN KPK Penolong IP Korupsi Rangking 6 Korup di Dunia JAKARTA-Indonesia kembali mencatat prestasi kelabu di tahun 2005. Hasil survey Transparency International (TI) yang dipublikasikan belum lama ini, Indonesia masuk negara kedua terkorup untuk negara di kawasan Asia Tenggara. Dari laporan yang dilansir TI Indonesia, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia hanya 2,2 atau hanya lebih baik dari IPK Myanmar 1.8. Padahal Myanmar jauh lebih miskin dan terkebelakang. Penilaian IPK yang dilakukan TI sudah berlangsung sejak beberapa tahun. TI melakukan survey kepada pelaku bisnis dan pendapat analisis asing atas praktek korup pejabat eksekutif dan legislatif. Kian rendah IPK sebuah negara, menunjukan tingginya tingkat korupsi dan hambatan investasi. '' TI memberikan score dari 0 - 10. Negara yang mendapatkan score IPK 10 menunjukan negara tersebut paling bersih dari korupsi. Sebaliknya negara yang IPK mendekati nol menunjukan parahnya tingkat korupsi negara tersebut,''ujar Ketua Dewan Pengurus TI Indonesia Dr Todung Mulya Lubis dalam diskusi ditempat sama. Dari rangking yang disusun TI, IPK Indonesia masih berada di rangking 6 terbawah dari 158 negara yang disurvey TI atau hanya naik satu peringkat dari tahun 2004. Bersama-sama dengan negara miskin Asia dan Afrika seperti Azerbajian, Kamerun, Ethopia, Liberia, Uzbekistan. Sedangkan dibandingkan dengan negara tetangga yang serumpun di Asia Tenggara Indonesia jauh tertinggal. Singapura saja IPK nya 9.4 atau menempati rangking 5, Malaysia IPK nya 5.1 atau menempati rangking 39, Thailand rangking 59 dengan IPK 5.1, Vietnam IPK 2.6, Filiphina 2.5 dan Papua Newguini IPK 2,3, Laos 3.3, Kamboja 2.3 '' Rendahnya IPK Indonesia masih menunjukan masih parahnya perilaku korupsi pejabat dan pelayan publik Indonesia,''jelas Deputi Direktur Eksekutif TI Indonesia Rexki Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta sore kemarin. Dengan IPK 2.2 masih mengukuhkan Indonesia sebagai lumbung subur perilaku korupsi di dunia. Karena semakin rendah IPK, kian menunjukan tingginya korupsi yang dilakukan. '' Kenyataan semacam itu kian menjauhkan peluang pemberantasan korupsi dan pemberantasan kemiskinan,''tandas Rezki. Namun, kata Todung dibandingkan tahun sebelumnya, IPK Indonesia mengalami peningkatan 0.2 dari IPK 2004 2.0. Atau lebih baik dari IPK Indonesia 1999 1.7. Peningkatan tersebut karena persepsi kalangan pebisnis terhadap prestasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mampu menjerat koruptor dan membongkar kasus suap KPU. '' Kenaikan IPK karena KPK mampu menyeret koruptor kakap, menangkap basah pengacara Puteh, membongkar suap KPU dan menohok mafia peradilan di MA,''tambahnya. Namun, menurut pengamat ekonomi Indonesia Faisal Basri untuk merubah IPK Indonesia menjadi baik, bukan hanya disandarkan pada sepak terjang KPK. '' Yang harus dilakukan untuk merubah IPK dengan sistem yang membuat investor asing tenang dan nyaman mengurusi semua tetek bengek perizinan di Indonesia,''ujarnya. Menurut Faisal, sejak rejim orde baru sampai rejim SBY investor selalu dibebani segala macam cost dan pungutan serta hambatan. Malah, orang dekatnya yang dinilai memperburuk citra dimata asing. '' SBY dianggap hanya mengobral wacana bukan tindakan sungguh-sungguh memberantas korupsi. Salah satu misal kalau investor mau masuk hambatan terbesar ada di Jusuf Kalla dan Aburizal Bakri,''tandasnya. Namun, Faisal menilai survey IT terkesan mengakui semua persepsi investor asing atas Indonesia. '' Saya melihat masih ada kelemahan TI, karena pendekatannya lebih memanjakan investor asing,''ingatnya. Ditempat sama Ketua KPK Taufikurrahman Ruki berterima kasih bahwa sepak terjang KPK mampu memulihkan sedikit kepercayaan investor asing terhadap perilaku pejabat Indonesia. Akan tetapi, KPK tidak bisa menanggung semuanya tanpa dukungan dari elemen lain. '' Biar bagaimanapun upaya yang kami lakukan perlu ditopang oleh lembaga penegak hukum lainnya. KPK tidak bisa kerja sendirian,''ujar Ruki. (ham) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

