http://www.indomedia.com/poskup/2005/10/20/edisi20/2010uta3.htm


Lahirnya Propinsi Flores tidak boleh dipaksakan





Ende, PK

Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya 
mengharapkan semua orang Flores dapat menikmati lahirnya Propinsi Flores secara 
normal, tanpa perlu mendesak atau memaksakan kehendak jika saatnya belum tiba. 
"Biarkan Propinsi Flores lahir secara normal sesuai mekanisme pembentukan 
daerah otonomi baru. Dan, kapan Propinsi Flores itu terbentuk, saya juga tidak 
bisa memastikan," kata Wagub Lebu Raya ketika berdialog dengan para guru dan 
siswa SMA Katolik Syuradikara Ende di Ende, Selasa (18/10).

Wagub Lebu Raya mengemukakan hal itu ketika ditanyakan seorang siswa SMA 
Katolik Syuradikara Ende, Anokoen, mengenai rencana pembentukan Propinsi 
Flores-lepas dari propinsi induk NTT-yang telah menjadi wacana publik selama 
ini.

Lebu Raya yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT itu, mengatakan, dalam situasi 
sekarang, sulit bagi pemerintah untuk membentuk sebuah daerah otonom baru, baik 
propinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan. Konsekuensi dari pemekaran suatu 
wilayah, jelasnya, selalu berdampak pada anggaran negara untuk membangun 
fasilitas perkantoran, gaji pegawai serta pejabat pemerintah yang akan duduk di 
daerah baru itu. "Dengan melihat situasi ekonomi dan keuangan negara saat ini, 
tampaknya pemerintah pusat tidak akan mengabulkan permintaan orang Flores untuk 
membentuk propinsinya sendiri," kata Lebu Raya.

Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono belum lama ini mengisyaratkan bahwa 
Jakarta-untuk sementara-tidak akan mengabulkan permintaan pemekaran wilayah 
baru, baik propinsi, kabupaten/kota dan kecamatan karena kondisi keuangan 
negara yang masih amburadul. Dengan mengutip apa yang diisyaratkan Menhan 
Juwono Sudarsono itu, Wagub NTT juga yakin bahwa keinginan orang Flores untuk 
membentuk propinsinya sendirinya, tampaknya masih jauh dari harapan. "Biarkan 
Propinsi Flores lahir secara normal dan alamiah. Janganlah kita paksakan agar 
janin Propinsi Flores segera lahir dari kandungan pemikiran banyak orang, jika 
memang saatnya belum tiba," kata Lebu Raya.

Dalam acara dialog antara Wagub NTT Lebu Raya dengan para siswa dan guru SMA 
Katolik Syuradikara Ende itu, dihadiri pula Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus 
Adoe, Bupati Ende, Drs. Paulinus Domi dan Kepala SMA Katolik Syuradikara-Ende, 
Pater Yustinus Didimus Nain SVD. (ant)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke