--- In [email protected], tylla subiyantoro 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ---Mbak Tylla,
> Saya pikir temenmu itu tidak mengerti soal agama, meski dia punya 
> pesantren whatever deh. Ini sama saja dengan orang yang ngaku 
> beragama (ada gelar kiyai) tapi kelakuan (kasat mata)nya minus. 
> Sedang temanmu mengaku agnostik tapi kelakuan (kasatmata)nya 
> positif. Betul, tidak perlu menjadi orang beragama kalau mau 
> menekuni apapun. 
> ##Tylla
> Wah..lagi lagi ini calim (atau boleh dibilang pemaksaan) apa apa 
yang dianggap layak, tidak layak, patasa tidak pantas,ngerti tidak 
ngerti...hehehehe..kalau mbak merasa bahwa mbak yang paling ngerti 
soal agama..ya..saya ngakat tangan dah..hehehehe..cuma pertanyaan 
saya mbak..ehm, sebenernya, standar ngerti nggak ngertinya itu ap ya 
measurementanya..kalau ukuran ilmiah, dan latar belakang soasial 
nggak dianggep..hehehehe..kayaknya nggak relevan deh sama analogi 
kyai yang mbak bilang..hehehe

Lina: Saya tidak memaksa siapa-siapa. Orang kan bebas berpendapat.
Measurmentnya gampang: dia tak mengakui sebagai orang beragama 
berarti dia tidak mengerti agamanya.

Sama saja dgn seorang kiyai yang mengaku sangat beragama tapi 
kelakuannya tidak menunjukkan dia mengerti agama.

Bajunya: beragama/tidak beragama, kelakuannya: tidak beragama dan  
beragama
> 
> Kalau dia percaya Tuhan dan konsisten kpd agnosticnya, cara mana 
> yang akan dia tempuh kalau dia mau menikah atopun meninggal. 
Apakah 
> 
> ## Lha mbak..sebelum agama ada, orang kan udah 'kawin'..sekarang 
banyak kok perkawinan yang'hanya' dicatatkan secara hukum, tanpa 
tradisi agama..intinya perkawinan kan pelembagaan relationship antar 
dua jenis kelamin toh ? hehehe..dari jaman masyarakat berburu meramu 
yang belum mengenal 'agama', itu udah ada kok mbak..sekali lagi saya 
rekomendasikan bukunya Engels..the origin of the 
family..hehehe..Soal meninggal..ya dikubur bisa, dikremasi 
bisa..dimumi juga bisa..sekali lagi, sebelum ada 'agama', udah ada 
kok sistem pengelolaan hal hal macam itu..hehehehe
> kalo temen saya sih bilang, dia mau yang 'praktis praktis aja 
kalau mati nanti..di kekremasi, biar nggak susah ngurus administrasi 
kuburannya..hehehe"

Lina: Nah kan Tylla dah baca bukunya, bisa gak di summarize aja 
kapan sih agama itu ada menurut buku tsb? karena saya pikir ada 
perbedaan sudut pandang ttg apa itu agama.

Kalau dia bilang dikremasi, itu kan berarti (mau tidak mau) 
mengikuti sistem agama tertentu. Berarti dia butuh suatu sistem. 
Tetapi sombongnya dia, dia tak mau mengakui bhw agama itu sistem 
hidup. 

Agama itu memang hanya untuk orang yang mau berfikir. Kalau gak mau, 
ya terserah saya toh tidak bisa memaksa. Saya tidak perduli dengan 
pilihan apa yang dipilih temanmu. Saya hanya ingin memberikan 
paradigma berfikir lain di milis ini ttg masalah temenmu.
> 
> Soal kekecewaan.. hmm, saya rasa nggak ada relevansinya bikin 
justifikasi itu, karena sekali lagi..hak orang bukan, memutuskan apa 
yang dia ambil dalam hidup, berdasarkan apa yang dia alami dia 
rasakan, selama nggak 'maksa' orang lain meyakini apa yang dia 
yakini..hehehe

Hak orang untuk memutuskan tapi hak orang lain pula untuk menilai.
Saya tidak maksa siapa-siapa. Take it or leave it.
 
itu adalah tendensi 'perintah' atawa keharusan ?
> 
> Mbak Tylla,
> Pada hal diatas..saya bertanya itu kan pada konteks " Hak memilih 
> manusia yang mau berdasarkan apa: agama, non agama, agnostic, 
> ateis". Itu jelas tak bisa dipaksa, terserah manusia.
> 
> Sedang pada hal yang kedua ini kan kesimpulan ato yang pada 
dasarnya 
> manusia harus kembali kpd agama sbg tolok ukur. Toh nyatanya juga 
> feminisme itu juga merujuk kpd agama, meski hanya pada tatanan 
> global yang menyeluruh. Karena pada tatanan pribadi feminis atopun 
> bukan, agamapun tlh mengatur bhw laki dan pere gak usah saling 
> dengki krn masing2 punya kelebihan spt yg saya kutipkan ayat 
> AlQur'annya tsb. 
> > 
> > . 
> 
> ##Tylla : Wah..untuk yang ini tanggapan saya sederhan aja..buat 
apa ada konsep agnostik dan Atheis kalau mempercayai adanya Tuhan 
harus di idemkan dengan beragama..:D o iya, ada novel bagus yang 
menguraikan persoalag agnostik ini..judulnya Tuhan Tiri.Coba kalau 
mbak sempat, mbak baca deh..Menarik novelnya, nggak membosankan..

Agnostik dan atheis itu bukan konsep. Dia tidak punya konsep apa-apa 
karena tidak punya dasar apa-apa kok. Baca deh artikel yang saya 
postingkan dgn judul Definisi Tuhan. 
> 
> 
> > Justru Justifikasi atas kecongkakan sesorang yang menolak 
> mengamini sebuah keyakinan (soal theis/atheis, Gnostik/Agnostik), 
> merupakan manifestasi claim kebenaran yang..(bisa kasih saran 
nggak, 
> apakah ada  bahasa yang lebih tepat dan representatif  
> selain 'congkak'?) hehehehe...
> 
> Lina:
> Whatever bahasanya, saya terima saja kok karena ada penjelasannya 
> kan? bukan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.
>  
> 
> ##Tylla : Nah sama mbak..para atheists dan agnosticts itu punya 
penjelasan seperti yang mbak bilang saat ini ..sekali hehehe..

Ya gpp kalau mereka mengatakan saya congkak. Apa dasarnya? kan gitu.
Kalau saya kan jelas dasar dan landasan saya AlQur'an. Jadi saya 
selalu berusaha menghubungkan nalar saya dengan AlQur'an biar gak 
kesasar (meski kadang terpeleset). Kalau mereka mau dilandaskan apa? 
akal2annya dan nafsunya saja? AlQur'an mengatakan orang seperti itu 
bagaikan binatang ternak (masih mending saya bilang mereka congkak). 
Tentu ini dalam arti akidahnya yang menuhankan akal dan nafsu, 
meninggalkan syariat agama.

wassalam,


wassalam,







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke