Kalau hanya karena ada lulusan satu pesantren terlibat dalam pemboman, kemudian pesantrennya langsung ditutup, menurut saya kelewatan.
Ini seperti jika ada koruptor atau penjahat lulusan ITB atau UI, apa pantas IT dan UI juga dibubarkan? Menurut saya pemerintah (khususnya Kalla) harus sedikit pakai nalar. --- Samsul Bachri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya koq ndak mendengar ada yang mempermasalahkan > pelanggaran HAM untuk > pengawasan pesantren ini? Kenapa ya? > > > ----- Original Message ----- > From: "Sandy Dwiyono" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[email protected]> > Sent: Friday, October 21, 2005 8:42 PM > Subject: [ppiindia] Pemerintah Indonesia Monitor > Pesantren > > > > 21.10.2005 > > > > Pemerintah Indonesia Monitor Pesantren > > > > (Penganut ideologi teror juga berusaha > mempengaruhi > > kaum bisnis perkotaan untuk menggalang dana) > > > > Pemerintah Indonesia memantau pesantren-pesantren > yang > > dianggap beraliran keras. Pengawasan ini dilakukan > > sebagai upaya memerangi kelompok garis keras dan > bom > > bunuh diri yang marak terjadi akhir-akhir ini. > Upaya > > pemantauan tersebut dikemukakan Wakil Presiden > Jusuf > > Kalla. Namun pesantren yang dicurigai memiliki > > jaringan dengan kelompok garis keras, menanggapi > biasa > > pernyataan tersebut. > > > > Pemerintah Indonesia kini tengah mengawasi > > pesantren-pesantren yang dituduh berhaluan garis > keras > > dan diduga terkait aksi terorisme. Wakil > Presiden > > Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah kini sedang > > menunggu laporan menteri agama seputar > > pesantren-pesantren yang dimaksud. > > > > Jika Terbukti, Akan Dibubarkan > > > > Ia memberi sinyal pesantren-pesantren yang diduga > > terkait aksi terorisme akan dibubarkan. Kalla > tak > > menyebut nama pesantren yang dimaksud. Belum jelas > > apakah pesantren yang dimaksud adalah Pesantren Al > > Islam Lamongan dan Al Mukmin Ngruki. Dua pesantren > > yang sering menjadi perhatian sehubungan dengan > > aksi-aksi teror. Yang jelas, pengawasan ini > berkaitan > > erat dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di > Bali > > awal Oktober tahun ini, dan beberapa aksi ledakan > bom > > lainnya. > > > > Beberapa Pelaku Merupakan Alumni Pesantren > > > > Masyarakat tentu belum lupa dengan para pelaku > > peledakan bom Bali I, diantaranya Amrozi, Ali > Imron > > dan Mukhlas. Mereka menjadi santri di pesantren > > yang sama, yaitu Pesantren Al Islam, Tenggulun, > > Lamongan. Pimpinan pondok pesantren ini adalah > Ustadz > > Zakaria, yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al > > Mukmin, Ngruki. Belum diketahui, apakah dalam > > kurikulum pesantren tsb, juga diajarkan metode > meracik > > bom. Pesantren yang tak kalah populer dengan Al > Islam > > ini, juga sering disebut beraliran garis keras. > > Beberapa nama yang kerap dikaitkan dengan aksi > > terorisme seperti Faturohman al Ghozi, Asmar Latin > > Sani dan Mukhlas, merupakan alumni dari pondok > > pesantren Ngruki. > > > > Tanggapan Pesantren > > > > Meski berulangkali pondok pesantren tersebut > > menandaskan tidak membenarkan aksi kekerasan. > Pondok > > pesantren ini pun menanggapi dengan santai > > pernyataan Kalla soal pengawasan pondok pesantren > yang > > diduga terkait terorisme. Juru bicara Pondok > pesantren > > Al Ngruki, Irsan Fikri menyatakan tanpa pernyataan > > Kallapun, mereka terbiasa diawasi oleh departemen > > agama. > > > > Terorisme yang dilakukan dengan bom bunuh diri > > terakhir terjadi di Bali Oktober tahun ini. > > Kepolisian mensinyalir kini ada 30 an orang yang > > siap menjadi pelaku peledakan bom bunuh diri. > Untuk > > itu, kepolisian terus meningkatkan kewaspadaannya. > > > > > > > > > > > > __________________________________ > > Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat > Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://www.ppi-india.org > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA > (kecuali sbg otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg > akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: > [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: > [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: > [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

