26.10.2005 Bakteri Pemicu Tukak Lambung
(Barry Marshall dan Dr. J. Robin Warren menjadi pemenang Nobel Kedokteran tahun 2005) Sampai awal tahun 80-an, para dokter tetap teguh memegang dogma bahwa penyakit tukak lambung atau radang usus terutama disebabkan stress dan gaya hidup. Kini terbukti, penyebab utama tukak lambung dan radang usus disebabkan oleh bakteri. Dengan menganut dogma bahwa pemicu tukak lambung adalah stress, maka terapi pengobatannya adalah dengan cara menetralkan cairan asam lambung. Bahkan banyak penderita tukak lambung yang harus menjalani tindak operasi. Sulitnya Merubah Sebuah Dogma Dogma itu tidak berubah banyak, sampai pada tahun 1982 lalu ketika dua orang dokter dari rumah sakit umum di kota Perth Australia, yakni Barry Marshall dan Robin Warren mengumumkan hasil penemuannya. Disebutkan, tukak lambung dan radang usus terutama disebabkan oleh serangan bakteri bernama "Helicobacter pylori", tetapi sayangnya teori baru itu banyak yang mencemooh atau menertawakan. Tidak semua dokter dapat langsung menerima teori baru, menggantikan dogma yang sudah mengakar. Dogma Baru, Helicobacter Pylori Perjalanan waktu membuktikan, penemuan dua dokter yang tidak didukung peralatan penelitian canggih itu, memang tepat. Sekarang diakui, sekitar 90 persen kasus tukak lambung dan 80 persen kasus radang usus duabelas jari disebabkan serangan Helicobacter pylori. Dengan dikukuhkannya dogma baru, yang meruntuhkan dogma lama mengenai tukak lambung, metode pengobatannya juga berubah drastis. Nobel Bagi Penemuan Tak Diduga Berdasarkan prestasinya dalam menemukan penyebab penyakit tukak lambung, kedua dokter dari Australia itu, Marshall dan Warren dianugerahi hadiah Nobel Kedokteran tahun 2005 ini. Sebagai alasannya, Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menyebutkan, penghargaan diberikan untuk penemuan yang sangat menonjol dan tidak diduga, mengenai peranan bakteri Helicobacter pylori dalam memicu tukak lambung. Memang beralasan, bahwa hadiahnya diberikan secara tidak terduga, sebab kedua dokter dari Australia itu sebelumnya dipandang remeh dan relatif tidak dikenal. Cara Pengobatan Berubah Hadiah Nobel kedokteran bagi Marshall dan Warren membuka mata semua orang, bahwa penemuan besar dapat terjadi dimanapun. Sejak ditemukannya bakteri penyebab tukak lambung, metode pengobatannya juga berubah. Marshall dan Warren memberikan antibiotika untuk membasmi bakteri tersebut, selain itu juga memberikan terapi konvensional untuk menekan produksi asam lambung. Satu dari Dua Orang Terinfeksi Helicobacter Pylori Juga diketahui, bahwa separuh populasi penduduk dunia, terinfeksi bakteri Helicobacter pylori sejak mereka kanak-kanak. Menurut penelitian, dewasa ini sekitar tiga sampai lima persen anak-anak, merupakan pembawa Helicobacter pylori. Sementara mereka yang lahir di pertengahan abad lalu, sekitar 50 persennya terinfeksi bakteri lambung tersebut. Sekitar 10 sampai 15 persen carrier atau pembawa Helicobacter pylori tersebut, kemudian menderita tukak lambung atau radang usus duabelas jari. Akan tetapi sejauh ini masih belum diketahui, bagaimana cara penularan Helicobater pylori. Diduga penularannya terjadi dari ibu ke anak. Jika Berlanjut Dapat Menyebabkan Kanker Yang juga menarik, Helicobacter pylori adalah bakteri yang dapat bertahan hidup dalam lingkungan asam lambung, yang biasanya membunuh bakteri lainnya. Dengan berlindung di dalam selaput enzym urease, bakteri tersebut dapat hidup di dalam lambung. Sementara sistem pertahanan tubuh tidak dapat menyerangnya, karena sudah terlebih dahulu diuraikan oleh asam lambung. Jika peradangan yang disebabkan bakteri memasuki stadium lanjut, dapat saja terbentuk kanker pada lambung. Penelitian Penuh Kesederhanaan Dalam zaman penelitian dengan teknologi tinggi, Robin Warren merupakan peneliti yang boleh disebutkan bukan dari kelompok mainstream. Ia hanya seorang dokter spesialis di rumah sakit biasa-biasa saja di Australia. Secara kebetulan ia berhasil membuat penemuan berharga, sempat dilecehkan dan ditertawakan, tetapi terus meneliti dengan biaya sendiri dan pada akhirnya dianugerahi hadiah Nobel. Istrinya, Win Warren merupakan kelinci percobaannya. Pasalnya, Win mengidap penyakit tukak lambung, dan menjadi pasien pertamanya. Berdasarkan hasil penelitiannya dari tahun 1979, Warren menemukan kandungan bakteri cukup besar, pada sampel selaput lendir pasien tukak lambung. Padahal menurut dogma kedokteran yang dianut ketika itu, di dalam lambung bakteri tidak dapat berkembang biak. Ia menarik kesimpulan, pasti ada anomali yang harus diteliti. Pembuktian Teori Berdasarkan temuannya, selain obat penekan produksi asam lambung, Warren memberikan obat antibiotika kepada istrinya. Hasilnya, istrinya sembuh dari penyakit tukak lambung. Dari situ, Warren mendapat bukti dari teori yang dibuatnya: tukak lambung bukan hanya dipicu oleh stress dan gaya hidup, melainkan lebih banyak ditimbulkan oleh serangan bakteri, dalam hal ini bakteri Helicobacter pylori. Penelitian Warren juga didukung oleh dokter muda, Barry Marshall. Untuk mengukuhkan teori yang dilontarkan mitranya, Marshall melakukan ujicoba yang sebetulnya nekat. Mula-mula Marshall membuat penelitian pada lambungnya sendiri, untuk mengetahui apakah ia merupakan pembawa Helicobacter pylori atau bukan. Ternyata lambungnya bebas bakteri tersebut. Pada tahun 1983 Marshall membuat penelitian dengan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan. Ia meminum air yang dicampur dengan milyaran bakteri Helicobater pylori. Hasilnya, seminggu kemudian Marshall mulai menderita gejala tukak lambung akut. Sesuai dengan metode pengobatan yang dikembangkan bersama Warren, ia menggunakan antibiotika untuk menyebuhkan tukak lambungnya. Akan tetapi berbagai bukti tersebut tidak mampu menggoyahkan dogma yang dianut selama ini. Bahkan jurnal-jurnal ilmiah atau majalah ilmiah menolak mempublikasikan tulisan Warren dan Marshall mengenai Helicobacter pylori. Terlihat betapa sudah mengakarnya dogma, bahwa di dalam lambung tidak mungkin berkembang biak bakteri. Terobosan Besar Walaupun begitu, sebuah suratkabar lokal di Perth berani menentang arus dengan mempublikasikan penemuan yang dianggap sebuah terobosan besar. Bagi Bill Wrathall, seorang warga kota Perth yang menderita tukak lambung, tulisan itu menjadi malaikat penolong. Sebetulnya hari itu ia harus dioperasi akibat penyakit tukak lambungnya. Wrathall memutuskan membatalkan operasi dan menjadi pasien resmi pertama Warren dan Marshall. Setelah diobati menggunakan obat antibiotika, pasien penderita tukak lambung itu sembuh. Buah dari Ketekunan Sukses datang beruntun. Akhirnya pada tahun 1994, penemuan Warren dan Marshall diakui oleh sebuah dewan dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat. Pada tahun yang sama, organisasi kesehatan sedunia-WHO memasukan Helicobacter pylori ke dalam kategori pemicu kanker. Setelah itu menyusul apa yang disebut kesepakatan Maastricht untuk eradikasi Helicobacter pylori. Menimbang ancaman bahayanya, ditetapkan standar eradikasi bakteri tersebut, yaitu menggunakan kombinasi obat antibiotika Amoxicillin dan Clarithromycin. Sasarannya adalah untuk menurunkan risiko kanker lambung dan usus. Puncak dari penghargaan bagi Warren dan Marshall adalah hadiah Nobel Kedokteran tahun 2005 ini, yang memang pantas diberikan kepada dua dokter yang tekun dan pantang menyerah tersebut. Sekali lagi sejarah membuktikan bahwa sesuatu yang awalnya dicemooh dan ditertawakan, dapat menjadi sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi banyak orang. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

