Boleh nimbrung sedikit nih?

"sejauh mana mindfullness and nalar bisa memenuhi kebutuhan manusia
batiniah? dengan keterbatasan kapasitas nalar manusia, apakah nalar 
bisa menjadi jawaban or solusi dalam setiap pertanyaan yang menyangkut
kehidupan manusia?"

Untuk menghindarkan kesalahpahaman, mindfullness, dalam Budhismus, 
adalah justeru merupakan jembatan antara nalar dan bathin. Mindfull, 
adalah bila kita selalu berusaha memobilkiusasi kesadaran kita.

Seringkali, kita pagi pagi secara tak sadar menjalankan secara 
mekanis hal hal yang rutin, seperti bangun, mandi, breakfast, sikat 
gigi, sambar tas kantor kita, tutup pintu rumah, lari kemobil, 
mengemudi, akhirnya sampai kekantor. Dijalan tak ada yang kiat sadai, 
karena kita melamun atau fikiran kita loncat loncat. Kadang kadang, 
kita tiba tiba ditanya, "kamu sudah kunci pintu"? kita malah sangsi, 
oh ya, sudah belum ya?

Banyak sekali kita yang dalam perjalanan kekantor, atau ke 
university, di tram atau bus atau underground dengan pikiran 
melayang, entah memikirkan pekerjaan, menghapal pelajaran, atau 
melamun kearah lain. Pikiran melambung, me-layang layang tanpa 
kemudi. Dari topik yang satu ke yang lain, lalu handy berdering, kita 
pindah lagi pikiran, dst.

Nah, menguasai kesadaran, agar pikiran tak me-layang layang, inilah 
yang disebut mindfull, sadar akan tiap tindakan, atau pikiran yang 
sedang dijalani, setapak demi setapak.

Ini adalah cara untuk menguasai tubuh kita, lengkap dengan indra kita.

Nalar, kita pakai, kalau kita perlukan. Nalar tak merajai diri kita. 
Kalau kita perlu mengendarai mobil, kita pakai mobil, kalau lebih 
baik berjalan, atau naik sepeda ya jalan atau naik sepeda.

janganlah kita pakai nalar, kalaumau menembus hal yang transendental, 
namun, janganlah pakai lamunan atau kontemplasi atau doa, kalau mau 
memecahkan pekerjaan rumah mathematica.

Nalar adalah alat, instrument, seperti dash board dalam mobil, agar 
kita tahu kecepatan kemudi, lampu, dan fungsi mesin, tetapi dash 
board tak menggantikan kita dalam memutuskan, mau kemana, cepat atau 
lambat.

Kalau  ini kita pahami, banyak pertanyaan yang mbak ajukan, menjadi 
redundant. tak perlu ditanyakan.

Precise atau tidak dalam kita memahami atau menangkap dengan nalar, 
ini adalah latihan. Kalau kita biasa menganalisa dengan tajam, 
memakai ekspressi yang tepat, maka akan cenderung tajamlah hasil 
penggunaan nalar kita. Seorang pilot yang terlatih, akan mendarat 
precisely, yang belum terlatih akan goyang goyang, pesawat cenderung 
ter-huyung huyung.

Mbak katakan, "nalar is not the answer", memang demikian. Nalar itu 
bukan answer. Yang answer adalah kita, si tuan dari kesadaran kita. 
Nalar akan membawa kita ke jawaban, itupun tergantng kita dalam 
melatih ketajaman daya pikir kita. Ini seperti computer. Dengan 
computer kita lebih mampu memecahkan soal mathematica ataupun 
phyisica, lebih cepat daripada dengan mesin hitung atau dengan tangan.
Tetapi computer tak menjawab pertanyaan kita. Kita harus lakukan 
sendiri.

Nalar, mbak, is not EVERYTHING. Tapi, tanpa nalar, mbak, kita ini 
NOTHING. Juga jaelangkung takkan membantu..

Salam

danardono







--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> sejauh mana mindfullness and nalar bisa memenuhi kebutuhan manusia
> batiniah? dengan keterbatasan kapasitas nalar manusia, apakah nalar 
bisa
> menjadi jawaban or solusi  dalam setiap pertanyaan yang menyangkut
> kehidupan manusia?
> 
> saya tertarik dengan statement anda ini " Nalar yang waspada memilah
> -milah kontroversi dengan mudah sehingga bisa membedakan masa-lalu 
yg sudah
> mati,
> karena memang sudah tidak bisa diubah-ubah lagi, masa sekarang yang 
nyata
> dan ada
> di dalam kendali kita semua."
> 
> pak, masa sekarang yang nyata ada didalam kendali kita (nalar) so 
bagaimana
> dengan paradoks kehidupan? apakah segala sesuatu memang precisely 
and
> definitely ada didalam kendali manusia (nalar), apakah dengan nalar 
sebagai
> satu2nya pedoman hidup dapat meberikan jaminan dan kepastian akan 
masa
> sekarang? karena setiap detik kehidupan berubah, manusia berubah, 
keadaan
> berubah, nothing is certain dalam hidup than the uncertainty it
> self..itulah keterbatasan nalar..pak..
> 
> ada hal2 yang tidak bisa dijawab oleh nalar, ada hal2 meta, ada 
hal2 yang
> adikodrati, yang untuk orang2 atheist mencoba deny this absolutely 
fact
> that Nalar is not the answer for every single things in life..
> orang2 atheist mendasarkan pemikiran mereka atas realita, fakta, n 
adanya
> hubungan yang logis antara segala sesuatu, tp mereka lupa bahwa ada 
realita
> adikodrati dan realita spiritual yang ada dalam kehidupan manusia.
> 
> masa depan is a blank paper.., masa depan yang belum ada , cuma 
sampe
> didalam imaginasi manusia aja..., still it always been something 
that nalar
> cant cope...
> 
> 
> 
> 
>                                                                     
       
>              Anti 
Teokrasi                                                 
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                             
>              .com>                                                  
    To 
>              Sent by:                  
[email protected]            
>              
[EMAIL PROTECTED]                                          cc 
>              
ups.com                                                       
>                                                                    
Subject 
>                                        Re: [ppiindia] Re: dialog 
santun    
>              10/28/2005 02:33          Kristen-
Islam                       
>              
PM                                                            
>                                                                     
       
>                                                                     
       
>              Please respond 
to                                             
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>                   
ups.com                                                  
>                                                                     
       
>                                                                     
       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Mindfulness adalah kunci untuk mulai hidup secara waspada 
(terkendali)
> sehingga bisa
> membedakan mana yang hidup dan mana yang mati, mana yang gelap dan 
mana
> yang
> terang-benderang, mana yang baik dan mana yang buruk. Nalar yang 
waspada
> memilah
> -milah kontroversi dengan mudah sehingga bisa membedakan masa-lalu 
yg sudah
> mati,
> karena memang sudah tidak bisa diubah-ubah lagi, masa sekarang yang 
nyata
> dan ada
> di dalam kendali kita semua, serta masa depan yang belum ada dan 
tidak akan
> pernah
> ada (bullshito).
> 
> Noteo
> 
> 
> ---------------------------------
>  Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke