sampai segitu pasifnya orang2 tionghoa di indonesia...
selalu menjadi scapegoat kepentingan politik, selalu menjadi 
sasaran kekerasan fisik, dan selalu diidentikan dgn exklusifitas 
dan kemewahan...dan akhirnya menjadi begitu mudahnya utk 
disalahkan....dan ironisnya hanya di indonesia ini terjadi.

bayangkan kalau semua bisnia milik org2 cina dihancurkan di 
indonesia, akan bnyk sekali pengangguran yg jumlahnya bs 
mencapai puluhan juta org.

yang terjadi di perancis itu bisa saya katakan 'lumrah', tidak bisa 
dibandingkan antara imigran arab afrika dan imigran cina di 
indonesia, karena orang2 cina di sini tidak sebegitu dipisahkan 
dr lingkungan, meskipun di catur politik mereka dieliminasi.
tetapi di dunia ekonomi indonesia, orang2 cina memainkan 
peranan makro.
orang2 imigran di perancis mengalami diskriminasi tingkat 
tinggi yg sebenernya masuk kategori perendahan martabat dan 
hak hidup layak.

mereka sudah seharusnya berontak, apa boleh buat saya 
katakan begitu...tidak ada hubungannya dgn ras ataupun 
agama, saya pastikan dimanapun berada, bahwa semua orang 
pasti akan memberontak bila harkat dan martabatnya diinjak2 
selama puluhan bahkan ratusan tahun oleh penguasa.

kebetulan di indonesia, orang cina belum segitu di'buang' oleh 
pemerintah meskipun dalam kehidupan politik dan birokrasi 
mereka selalu dipersulit.





--- In [email protected], Harry Adinegara 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tergeletik oleh berita2 tentang ulah para imigran, etnis 
minoritas  dinegara2 Barat, negara Barat sebagai host dari 
imigran2 ini rupanya sekarang jadi kalang kabut menghadapi 
pendatang2 ini.
>  
> Sudah 2 minggu lamanya terjadi rioting di banyak kota di 
Paris. Bahkan sekarang mulai merembet keluar perbatasan 
Perancis, ke Belgia dan terachir ke Jerman.
>  
> Rioting di terjemahkan oleh yang melakukan huru hara ini 
,sebagai pengejawantahan perasaan yang mereka terjemahkan 
sebagai pelepasan amarah  atas tindakan diskriminatip 
terhadap pendatang, baik oleh pemerintah maupun oleh 
penduduk asli host country itu sendiri . Banyak pengangguran 
dan akibatnya tingkat kejahatan naik di kalangan pendatang2 ini. 
>  
> Terlepas dari soal diskriminasi ataupun tindakan tidak adil 
lterhadap mereka (etnis pendatang minoritas) ini, aku tertarik 
akan etnis Tionghoa, yang tersebar diseluruh dunia. Etnis 
Tionghoa, disegala penjuru dunia akan anda temui kemana 
anda pun pergi.
> Etnis Tionghoa sebagai diaspora ras Tionghoa ini rupanya 
tidak bertingkah laku seperti etnis minoritas lain yang berdiam di 
negara2 Barat, contohnya ulah etnis tertentu misalnya  di negara 
Perancis.
>  
> Bahkan dalam era kelam era Orba, dimana suku Tionghoa 
mengalami diskriminasi yang berat, tapi bagaimana sikap 
mereka? Mereka dalam pasivitasnya terus bekerja keras. 
Walaupun mereka mendapat hambatan mengekspresikan 
kebudayaannya, tapi  mereka tetap menjunjung tinggi2 nilai 
kebudayaan Tionghoanya. Etnis Tionghoa tetap kerja dan 
belajar keras dalam sikon dan himpitan kesukaran. Alhasil 
mereka tetap bisa memelihara jenjang tingkat kehidupan yang 
relatip tinggi ketimbang etnis lain. Ini bukan suatu ungkapan 
chauvinistis atau rasa keunggulan rasial tapi ini adalah 
kenyataan yang tidak bisa dibantah.
>  
> Apakah ini karena kebudayaan orang Tionghoa yang telah 
ribuan tahun lamanya dan filsafat hidup Confusianisme?  
Confusianisme yang menggembleng watak orang Tionghoa 
agar menjaga dan selalu berusaha memperbaiki nasib nya dan 
keluarganya dalam segala macam kehimpitan sekalipun. Bila 
memperhatikan situasi keadaan etnis Tionghoa terutama di era 
Orba, sekalipun ada diskriminasi berat mereka tidak berbuat 
anarchis. Malahan jalan yang mereka tempuh sesuai dengan 
dasar filsafat Confusius mereka berusaha keluar dari himpitan 
ini dengan jalan kerja keras belajar keras dan berkiprah 
memajukan nilai2 kehidupannya.
>  
> Bagaimana di luar negara Indonesia? Bukan rahasia lagi 
bahwa juga diaspora etnis Tionghoa ini dimanapun mereka 
bernaung, mereka menjadi teladan, teladan sebagai manusia 
yang sukses baik materiil /maupun  intelektualitasnya. Bukan 
sebagai rahasia lagi otak2 cemerlang di negara2 Barat 
dipegang oleh orang2 Tionghoa.
> Bahkan dalam acara pop macam "The Brainiest Kid" yang 
diselenggarakan oleh Channel 10 di Australia . Yang keluar 
sebagai juara pertama adalah gadis cilik mungil seorang etnis 
Tionghoa, mengalahkan saingan2nya dari pelbagai etnis disini. 
Etik untuk maju dan menjadi andalan ortu dan keluarganya 
mendarah daging bagi orang Tionghoa.
> Orang Tionghoa tidak neko neko dalam memperjoangkan 
nasibnya, apalagi mengambil jalan anarchistis  dalam 
memperjoangkan nasibnya sebagai minoritas, sebagai 
diaspora, mereka kerja keras dan belajar keras. Mereka tidak 
menuntut ini itu walaupun secara sosial, hukum dan politis 
mereka dikesampingkan. 
>  
> Mereka menjalani kehidupannya di luar negara asalnya , 
mereka sebagai etnis diaspora cukup  dirangkum dengan kata 
kata : inilah etnis yang perlu ditiru caranya membawakan diri, 
membawakan diri sebagai tamu (imigran) di negara orang lain. 
Kerja keras, belajar keras dan menghormati  hukum host 
country dan menjunjung tinggi nama baik keluarganya adalah 
ciri chas imigran Tionghoa. 
>  
> Harry Adinegara.
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>   Messenger 7.0: Free worldwide PC to PC calls
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke