12.11.2005
Perubahan Iklim Global
(Pemanasan global menyebabkan mencairnya es di
Greenland)
Planet bumi akan binasa - yang masih belum pasti hanya
penyebab dan kurun waktunya. Amerika Serikat dan
negara-negara Karibia tahun ini mengalami musim badai
yang lebih parah daripada tahun-tahun kemarin. Banyak
pakar menganggap, bertambahnya jumlah dan intensitas
hurikan tahun ini adalah karena perubahan iklim
global.
Untuk membahas penyebab dan dampak pemanasan global,
para pakar dan pengamat perubahan iklim bertemu di
Bremerhaven baru-baru ini dalam konferensi
internasional perubahan iklim global.
Jörn Thiede: Walau dampak langsungnya tidak terlihat,
manusia mempengaruhi lingkungan global dan komposisi
atmosfir. Karena itu, manusia bertanggung-jawab
melestarikan lingkungan hidup. Karena di seluruh alam
semesta yang kita kenal, hanya bumi lah yang
mengizinkan berkembangnya makhluk hidup.
Rumah Kaca Penyebab Pemanasan Global
Mengingat tanggung jawab manusia itulah, Jörn Thiede,
direktur Institut Alfred Wengener di Bremerhaven,
menuntut dikuranginya emisi gas rumah kaca yang
disebut-sebut sebagai penyebab pemanasan global. Bila
pemanasan global tidak berhasil dihentikan, pengamat
perubahan iklim global menggambarkan, masa depan suram
bagi umat manusia. Dikatakan, pemanasan global akan
berakibat mencairnya es di Greenland (Tanah Hijau) dan
naiknya permukaan air laut sampai 70 meter.
Pulau-pulau dan kawasan pantai yang letaknya rendah
akan menghilang. Dan bongkahan es yang terlepas dari
kutub akan membahayakan pelayaran dan anjungan minyak
lepas pantai. Jörn Thiede sendiri lebih berhati-hati
dalam memprediksi masa depan.
Jörn Thiede: Memang, es di pinggiran Tanah Hijau
mencair, tetapi di bagian atas atau atap, lapisan es
justru bertambah tebal. Permasalahan ini sangat rumit,
(sehingga) kami tidak bisa menjawabnya begitu saja,
apalagi kami baru saja kehilangan satelit, yang dapat
membantu memecahkan masalah ini.
Satelit Pengawas Iklim
Satelit yang dimaksud Jörn Thiede adalah satelit
pengawas iklim KryoSat yang jatuh ke laut saat
diluncurkan awal Oktober tahun lalu. Satelit ini
seharusnya memetakan keadaan dan ketebalan es di kutub
bumi. Saat ini sedang dibahas untuk memulai Misi
KryoSat yang baru dengan biaya 100 juta Euro. Data
citra satelit KryoSat sangat penting untuk melacak
perubahan yang terjadi di kutub utara dan kutub
selatan. Peneliti iklim Christian Haas menjelaskan,
saat ini para ilmuwan tengah mengamati perubahan yang
berbeda di kedua kutub bumi itu.
Christian Haas: Pemanasan global adalah fakta yang
sudah tidak diperdebatkan lagi. Sama halnya dengan
mencair dan berkurangnya lapisan es di Samudra Artik.
Tetapi apakah ada hubungan antara dua fakta ini, belum
dapat dibuktikan. Karena dalam waktu yang sama, es di
Samudra Antartika justru bertambah.
Penyelidikan Pencairan Es di Greenland
Dalam mencari penyebab dan menganalisa dampak dari
mencairnya es Greenland, ilmuwan berbagai jurusan
bekerja sama. Pakar geofisika Günter Schönharting
misalnya, ia menyelidiki pergeseran lempeng benua bumi
selama ratusan juta tahun. Berdasarkan penelitiannya,
Günter Schönharting mencoba memprediksi perubahan yang
masih akan dialami bumi.
Günter Schonharting: Pergeseran lempeng benua
menyebabkan perubahan luas samudra yang
mengelilinginya. Ini akan mempengaruhi arus air laut,
seperti misalnya arus teluk dan arus air laut
lainnya.
Bumi Akan Berubah
Mungkin saja, 50 juta tahun dari sekarang, Greenland
atau Tanah Hijau yang sekarang masih tertutup es akan
berada di kawasan bersuhu hangat dan telah berubah
menjadi tanah yang benar-benar hijau. Namun mungkin
juga, manusia tak perlu menunggu 50 juta tahun. Ada
model yang memprediksi, bila emisi gas rumah kaca
tidak berhasil dikurangi, mulai tahun 2050, kecepatan
mencairnya es di kutub bumi akan berlipat ganda
drastis. Itu berarti, dalam seratus tahun saja, wajah
bumi akan berubah sama sekali. Dan, siapa yang dapat
memprediksi, apakah manusia dapat tetap bertahan hidup
di sini?
Musnahnya Peradaban Manusia
Para pengamat lingkungan menyatakan bumi yang kita
tinggali akan berubah selamanya karena pemanasan
global. Tetapi bukankah tanpa campur tangan manusia
pun wajah bumi senantiasa berubah? Seperti yang
dijelaskan Peter Ward dari Universitas Washington di
Seattle. Menurutnya, peradaban manusia akan musnah
dalam 500 juta tahun, dimana tidak ada lagi salju dan
es, hutan tropis maupun rawa-rawa. Tak ada musim yang
silih berganti, karena yang terjadi berupa musim panas
yang abadi.
Peter Ward: Kehidupan di dunia seperti yang kita
kenal sekarang akan mulai musnah 500 juta tahun dari
sekarang. Yang pertama akan menghilang adalah satwa.
Musnahnya bumi sudah dapat diprediksi, karena jumlah
karbondioksida dalam atmosfir akan berada di bawah
level yang dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan
fotosintesis. Dan bila semua tanaman musnah, satwa
liar pun akan ikut musnah.
Perubahan Matahari
Apa yang menyebabkan hal ini? Jawabannya adalah
perubahan pada matahari. Matahari semakin aktif dan
suhunya makin meningkat. Ini mendorong proses
pelapukan bumi, dan proses perubahan kimia ini
menghisap gas karbondioksida dari atmosfir. Gas
karbondioksida yang selama miliaran tahun dipompa
keluar dari inti bumi melalui gunung-gunung berapi.
Werner von Bloh dari Institut Pengamatan Perubahan
Iklim di Potsdam menjelaskan,
Werner von Bloh: Namun justru mekanisme pengaturan
yang meregulasi agar suhu di bumi tetap konstan ini
adalah bibit kehancuran bagi bumi.
Suhu Akan Meningkat Drastis
Sekitar 500 juta tahun dari sekarang, keseimbangan
antara matahari dan proses pelapukan bumi akan
mengalami ketimpangan. Saat itu, panas matahari akan
membakar bumi.
Werner von Bloh: Kita akan melihat, bahwa dalam
sekitar 500 sampai 800 juta tahun, makhluk hidup
kompleks akan perlahan musnah karena tidak dapat
bertahan hidup dalam suhu tinggi itu."
Semua Musnah Kecuali Bakteri
Mahkluk hidup yang dapat beradaptasi terhadap
meningkatnya suhu akan mati kelaparan. Proses
pelapukan yang meningkat dan suhu tinggi akan mengikat
gas karbondioksida sehingga level CO2 dalam atmosfir
akan turun drastis. Ini menyebabkan tanamam mengalami
kesulitan dalam proses fotosintesis, sehingga ada
gangguan pada rantai makanan alami. Hanya bakteri yang
dapat bertahan dalam situasi ini. Peter Ward mendukung
pendapat ini.
Peter Ward: Bakteri akan berpesta pora. Walau
misalnya bumi kehilangan semua samudranya, bakteri
akan dapat bertahan hidup. Mungkin mereka malah akan
bertahan sampai matahari membengkak dan akhirnya
meledak. Bakteri memang tidak ada matinya.
Dalam 6,5 miliar tahun, bila bahan bakar matahari
hidrogen telah habis, matahari akan mulai membakar
helium. Proses ini akan menyebabkan matahari berubah
menjadi bintang raksasa merah yang akan menelan bumi.
Proses ini tidak akan makan waktu lama. Bila helium
terbakar habis, matahari akan kolaps dengan sendirinya
berubah menjadi bintang kerdil putih. Jadi, dunia akan
musnah juga kelak melalui proses alami. Cuma prosesnya
butuh waktu miliaran tahun. Kita tidak akan
mengalaminya, tetapi kita bisa mengurangi andil kita
dalam mempercepat kehancuran planet bumi ini. Namun
mungkin juga manusia akan tetap selamat, sebab mungkin
saja manusia telah menemukan lokasi baru di alam
semesta atau bahkan alam semesta lain, sebelum
kehancuran itu tiba. Karena jutaan tahun merupakan
waktu yang sangat cukup bagi manusia untuk
mengembangkan kecerdasaannya sehingga ia bisa
menemukan hidup di tempat lain, bahkan hingga menembus
berbagai alam semesta.
__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/