Pendapat seperti mbak Lina Dahlan ini sudah banyak dikemukakan.Yang menjadi
pertanyaan adalah mengapa penemu-penemu atau pengembang ilmu pengetahuan
bukan datang dari kalangan Islam yang sudah dilengkapi dengan kitab suci
yang penggunaan akal dan mempelajari segala fenomena alam? Mengapa justru
lebih banyak emosi daripada nalar yang dikemukakan ketika menghadapi
keterbelakangan? Menghadapi pertanyaan seperti ini biasanya yang akan
dikemukakan adalah menyalahkan kaum kolonialis barat, padahal ilmu di barat
sudah berkjembang sejak sebelum mereka berubah menjadi kolonialis.
KM
 
-------Original Message-------
 
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: 11/12/05 14:33:20
To: PPIINDIA
Subject: [Sains_Islami] Spiritualisasi Sains
 
Spiritualisasi Sains
 
Sepanjang yang saya ketahui, hanyalah pewahyuan Al-Qur’an yang dimulai
dengan perintah untuk melakukan penalaran dan refleksi atas fenomena jagad
raya. Dengan demikian pendidikan serta perintah melakukan penelitian ilmiah
memiliki akar teologis yang sangat kuat di dalam Islam. Perintah Iqra’
(=baca) ini sungguh sangat revolusioner untuk konteks masyarakat Arab waktu
itu, sebuah masyarakat padang pasir yang tidak mengenal bduaya tulis-baca
sebagaimana masyarakat Yunani Kuno. Bahkan Nabi Muhammad pun dikenal sebagai
ummy, seorang yang tidak terpelajar. Namun di sinilah yang pada urutannya
menjadi salah satu hujjah akan kerasulan Muhammad.
 
Iqra bukan berarti membaca teks harafiah saja, melainkan meliputi perenungan
 pemikiran, refleksi dan kajian terhadap fenomena alam raya. Kata ‘alam’
sudah masuk menjadi kosa kata bahasa Indonesia, alamat, yang berarti petanda
yang jelas. Alam juga mengandung makna indek atau penunjuk obyek yang berada
di kejauhan. Jadi dalam pandangan Islam, alam raya ini merupakan hamparan
tanda-tanda yang harus dibaca, direnungkan dan dikaji agar alam raya membuka
dirinya yang di dalamnya penuh dengan ‘ilmu’. Ilmu adalah himpunan kaidah
kebenaran berupa sunatullah atau hukum alam.
 
Dengan demikian,orang yang tengah mencari ilmu pada dasarnya adalah orang
yang sedang memahami dan menggali kaidah-kaidah kebenaran yang berlaku pada
alam raya ini. Caranya, sebagian mahasiswa di kampus melakukan
eksperimentasi di laboratorium dan sebagian besar hanya percaya pada buku
yang ditulis oleh para ilmuwan ahli, atau difahami dan dihafalkan.
 
Ilmuwan-ilmuwan ternama kelas dunia seperti Isaac Newton, Einstein dan
lain-lainnya sesungguhnya mereka bukannya menciptakan hukum alam, melainkan
berhasil memahami hukum alam lalu dituangkan ke dalam sebuah rumusan.
Perihal hukum gravitasi, misalnya, sebagai peristiwa alam sudah berlangusng
jutaan tahun, namun untuk bisa memahami dan menjelaskan secara ilmiah baru
berkembang setelah Newton berhasil memahaminya secara ilmiah. Dengan membaca
hukum alam alam melalui pengamatan, perenungan, dan riset, maka seorang
ilmuwan muslim akan mampu menelusuri jejak-jejak Sang Pencipta melalui
‘tanda-tanda’ atau ‘alamat’ berupa kehebatan dan keindahan alam semesta.
 
Dengan cara pandang ini maka dalam Islam sesungguhnya tak ada dikotomi
antara ilmu dan iman. Antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Ilmu
pengetahuan bisa diaktakan sebagai anak kandung Islam. Meskipun AlQur’an
bukan buku teks ilmiah sebagaimana yang difahami dalam dunia perguruan
tinggi, namun AlQur’an mengandung prinsip-prinsip kebenaran ilmiah yang
mendorong dan menjadi inspirasi untuk dikaji secara empiris dan induktif.
Maka tidak mengherankan jika umat Islam sejak awal turunnya AlQur’an sampais
ekarang selalu peduli untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, berangkat dari
inspirasi, perintah dan ‘hipotesa’ yang terkandung dalam kitab suci.
 
Meskipun Islam tidak menghendaki adanya pemisahan antara agama dan ilmu
pengetahuan, namun perlu disadari bahwa ketika masuk wilayah disiplin
keilmuan proses dan dinamika spesialisasi keilmuan tidak bisa dihentikan.
Karena salah satu ciri kerja ilmiah adalah membatasi obyek kajiannya secara
spesifik, sedangkan ajaran agama memandang hidup secara keseluruhan. Contoh
yang paling gamblang adalah perkembangan ilmu kedokteran yang sekarang telah
melahirkan puluhan spesialisasi bidang keahlian, pada hal awalnya bermula
dari dokter umum. Hal serupa juga terjadi pada studi keislaman. Pada mulanya
orang mempelajari AlQur’an untuk menambah keimanan, membaca dan merenungkan
kebesaran Allah melalui ayat-ayatNya, baik ayat AlQur’an maupunn ayat berupa
alam semesta. Namun pada urutannya studi Islam bercabang dan beranting
sebagai fakultas, jurusan dan bidang studi di lingkungan perguruan tinggi
Islam.
 
Ulama pun menunjukkan spesialisasinya, ada yang ahli fiqih, kalam, tasawuf,
filsafat, dan seterusnya. Belum lagi munculnya sekian mazhab dalam
masing-masing cabang keilmuan diatas. Dan sekarang berkembang lagi ekonomi
syariah dan cabang ilmu keislaman baru lain. Gejala ini menunjukkan bahwa
Islam selalu membuka diri dan bahkan mendorong bagi munculnya ilmu
pengetahuan baru selama semua itu diarahkan untuk membantu kesejahteraan
manusia. Jika dahulu para ulama kita belajar Islam ke Makkah, sekarang
melebar lagi ke negara-negara Timur Tengah lain. Bahkan banyak anak-anak
keluarga kiyai yang malah memilih belajar Islam ke negara Barat, terutama ke
Amerika Serikat, Canada, Inggris dan Belanda. Yang mungkin unik, ada
keluarga santri yang baru saja meraih doktor studi Islam di Rusia.
 
Demikian opini Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dalam majalah Azzikra.
 
 


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click. 

SPONSORED LINKS Religion Belief net Beliefs 
Beliefs of christianity Christian belief Scientology book 



YAHOO! GROUPS LINKS 

 Visit your group "Sains_Islami" on the web.
  
 To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
 Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 





 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke