hanya mencoba merangkum argumen kakak2 di bawah ini, timbul pertanyaan: kalau memang setiap agama mempunyai interpretasi yg berbeda..dan tiap jamannya berbeda alias diperbaharui, tidak ada donk yg namanya 'kebenaran absolut' yg di tiap agama selalu disuarakan? bukankah agama itu dogma, tak terbantah? berarti kita manusia jg boleh membuat agama sendiri diluar agama2 yg ada saat ini, tanpa dipandang 'sesat' oleh penganut agama terdahulu?
misalnya, selama ini orang kristen selalu bernaung dibawah yesus kristus...apakah boleh membuat sekte sendiri yg bernaung dibawah yohanes pembabtis? yg selama ini dilihat ...kenyataannya, bahwa ahmadiyah ditolak mentah2 bahkan di'lepeh' oleh sesama islam...karena mereka bernaung dibawah gulam ahmad....?? bagaimana....??? --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Met siang, mBak, > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > QUESTION: Nabi Muhammad hidup 600an tahun setelah Masehi. Bukankah > ribuan tahun sebelum Masehi ilmu pengetahuan telah diselidiki dengan > baik? Siapa yang perintah Sphocles, Plato, Socrates, Arhimedes, alhli > pikir Tiongkok dan India untuk berfikir dan membaca? > > ANSWER: Tanya saja pada Plato, Socrates, Archimedes..dll, siapa yang > perintahkan mereka sebelum wahyu AlQur¡|an itu turun? Wahyu AlQur¡|an > merupakan wahyu tertulis terakhir yang turun. Sebelumnya, banyak > wahyu2 yang telah diturun kan, tapi sayangnya..sebagian besar wahyu > tersebut raib. Tidaklah menjadi penting dalam artikel ini siapa yang > memerintahkan mereka, namun yang penting adalah wahyu mana yang > memulai dengan perintah untuk memakai nalar. Kalau kemudian banyak > umat Islam tidak menggunakan nalarnya, itu hal lain. Coba saja mbah > kemukakan juga wahyu Sidharta yang mana atau wahyu Bible yang mana > yang memulai dengan perintah untuk menggunakan nalar dalam fenomena > jagad raya. Saya rasa, harusnya ada. Prof Komaruddin telah > melakukannya. > > DH: Prof Komaruddin menulis, bahwa pemikiran ilmiah dimulai dengan > perintah iqra itu. Saya ingin menyanggah ini, karena pemikiran telah > dilakukan jauh sebelum perintah iqra itu diturunkan. Kita tak mungkin > mengadakan penggambaran hitsoris tanpa memperhatikan apa yang terjadi > sebelumnya. Sejarah selalu berlangsung secara evolutif. > > Kalau dikatakan, bahwa Quran memuat wahyu, dimana penggunaan nalar di > perintahkan, ini saya SETUJUI. Ini terutama berkaitan dengan > latarbelakang sociohistoris masyarakat dimana nabi Muhammad mengajar. > ------------------- > > QUESTION: bukankah lusinan akhli filsafah telah mengadakan peenungan > yang sangat dalam sebelumnya? Tidakkah Tao dan Confucius telah > memikir secara mendalam? jauh sebelum nabi Muhammad lahir? > > ANSWER: Tidaklah menjadi penting siapa yang lahir terlebih dahulu > karena Muhammad SAW diturunkan untuk meluruskan dan menyempurnakan > rangkaian wahyu yang telah ada sebelumnya. Ahli filsafat tsb telah > dapat menangkap wahyu-wahyu yang turun lebih dahulu. Apa yang salah > dengan Muhammad SAW lahir kemudian? Sebagai pelurus dan penyempurna > memang harus datang dikemudian hari kan? Sebagai penutup. > > DH: Apakah nabi Muhammad meluruskan wahyu sebelumnya, ini adalah > tanggapan antar religi, yang saya tak ingin campuri. Nabi Muhammad > sebagai pendiri agama dari Timur Tengah, tentunya menanggapi ajaran > sebelumnya, yang kesemuanya adalah ajaran SEMIT yang beliau kenal. > Tetapi, beliau tak menanggapi (karena tak kenal) ajaran dari wilayah > lain, misalnya Buddha. > > Apakah beliau adalah penyempurna ini pertimbangan dakwah, yang > mungkin takkan disetujui oleh penganut agama agama Semit lainnya. > Mengapa? Karena tiap agama sebelum beliau, yakni Yahudi dan Kristen > menilai ajaran mereka sebnagai TERAKHIR. Secara historis, yang > evolutif ini, sulit kita katakan adanya "penutup" selama hayat > dikandung badan. Selalu ada pembaharuan. Umat Katholik juga > menganggap penutupan perkembangan akidah adalah Konsili (Sidang) di > Konstantinopel pada 553 Masehi. Kita lihat, pada 1500an muncul > pembaharuan oleh Luther dkk. > ------------------ > > QUESTION: Apakah hanya Islam yang menggambarkan bahwa alam adalah > tanda tanda yanhg harus dibaca? Sudah baca ajaran Sidharta yang > merenung mengenai alam, 400 tahun sebelum Masehi? > > ANSWER: Itu artinya ajaran Sidharta tidak bertentangan dengan Islam, > dimana Islam diyakini juga sbg ajaran yang dibawa nabi2 pendahulu > oleh Adam as, Ibrahim as, dll¡K > > Mbah, Prof Komaruddin ini adalah orang Islam. Jadi dia berpendapat > sebagai pribadi seorang Muslim. Jadi tolong dimengertilah sikon > seperti itu. Kalau dia menulis ¡§dalam pandangan Islam¡¨¡Kyah wajar > toh? Apakah Prof Komaruddin pernah menyatakan > > DH: Lebih baik kita balik: ajaran Islam TAK bertentangan dengan > ajaran Sidharta, karena ajaran Sidharta lebih dahulu (yang terdahulu > tak mungkin menentang yang belakangan). Tentu saja, pak Komaruddin > dapat menggambarkan pandangannya, namun ini selalu relatif. > Pandangannya dapat digubah siapapun melalui pendangan sendiri > sendiri, lalu tak ada lagi nilai statement yang general. > -------------------- > > QUESTION: Apakah yang diselidiki IPTEK kalau bukan kebenaran alam? > nano Technology, Micro Biology, Gen Technology, Quantum Physics, dll? > Apakah ini tidak dilakukan oleh ratusan aklhi pengetahuan yang telah > meraih Hadiah Nobel dalam Phisika, Kedokteran, Biologi, dll,yang > kebanyakan tidak pernah buka Quran? Apakah akhli IPTEK yang jawara > sekedar menghafal? > > Answer: Saya rasa mbah salah menangkap artikel tsb. > Kutipan tsb mempunyai makna yang sama dengan yag mbah maksudkan > bahwa baik mahasiswa yang sedang belajar maupun para ilmiawan yang > sedang menyelidiki iptek, yang membaca AlQur¡|an dan yang tidak > membacanya, mereka sama-sama sedang memahami dan menggali kaidah > kebenaran alam. > > Mahasiswa belajar ada yang melalui eksperimen dan ada yang sekedar > memahami dari buku dan menghafal saja. Itu maksudnya. > > DH: Kalau ini yang dimaksudkan, saya SETUJU. Sorry kalau saya salah > mengerti. > > ------------------- > > QUESTION: siapakah yang mengatakan beliau ini MENCIPTAKAN hukum alam? > Bukankah hukum alam tak ada yang mencitpaka, melainkan ada bersama > penciptaan alam? Apakah hidup kita tanpa Isaac Newton dkk? > > Answer: Banyak kaum muda yang baru melek Iptek mengatakan demikian. > Don¡|t worry tanpa Isaac Newton, ada Isaac-Isaac lainnya. Itu sudah > skenario Sang Pencipta. > > DH: kalau demikian pengertiannya, saya setuju. > ------------------ > > QUESTION: Apakah ilmuwan Muslim mampu research tanpa menggunakan ilmu > yang dkembangkan sebelumnya, yang taksedikit dihasilkan oleh ilmuwan > bukan pembaca Quran? > > Answer: Mampu. No problema kalau ilmuwan non muslim yang mampu. Itu > membuktikan bahwa sunatullah itu berlaku bagi seluruh umat manusia, > bukan yang muslim saja. Itu artinya AlQur¡|an berlaku untuk semua > manusia. Soal manusianya, itu soal lain. > > > DH: Ini TIDAK dan BELUM terbukti, bahwa seorang ilmiawan 100% > berangkat dari penemuannya sendiri, tanpa bertumpu pada penemuan > sebelumnya. Sejarah, termasuk sejatah IPTEK selalu berjalan secara > evolutif. Mungkin "sunatullah" adalah prinsip yang dalam bahasa lain, > juga ada. kalau demikian tak ada masalah, tetapi tak ada patent Quran > ataupun Kitab suci apapun. Semua yang berasal dari sang Pencipta > berlaku universal, selamanya. > --------------------- > > QUESTION: tidak dikotomi? riwaat Mikraj nabi tidak dikotomi dengan > IPTEK? Riwayat Adam dan nyonya bukan dikotomi dengan IPTEK? Kalau > bukan, kapan beliau ini lahir? dimana? usisa berapa wafat? Mukanya > seperti apa? Negro? Bule? Tionghoa? Jepang? Indian? > > Answer: Ini artinya Ilmu pengetahuan belum mencapai kesana. Suatu > saat akan sampai kesana. Sebagaimana dahulu kala ketika kisah mikraj > Nabi ini diterima oleh kaum kafir, Nabi SAW dikatakan gila karena > mana mungkin naik ke langit hanya satu malam? Sedang kendaraan waktu > itu hanya ada onta saja? Ketika kini, orang pergi haji hanya butuh > waktu bbrp jam saja, ketika orang bisa pergi ke bulan, apakah hal > pergi ke langit bukan suatu hal yang mungkin? > > Lebih mudah memahami mikraj Nabi SAW ini dengan perjalanan > spiritual, yang tidak dihubungkan dengan iptek. > > DH: BENAR. Setiap wahyu lebih baik dipahami secara spiritual. Juga > dalam Kitab perjanjia baru banyak warta yang tak mungkin dipahami > secara rational. OK let it be. Jadi, janganlah kita kaitkan Kitab > Suci dengan pengabarannya (pewahyyyuannya) dengan IPTEK. Tak akan > bersambung. > > ------------------ > > QUESTION: Ilmu phisika yang menjadi basis penyelidikan angkasa luar, > pendataran di bulan, dsb, perkembangan roket2 juga anak kandung > Quran? Kok tak ada satupun ilmiawan Islam yang involved? > > Answer: Masalah ada dan tidaknya orang/ilmiawan Islam yg involved > itu¡Ktak menjadi masalah. Yang terpenting AlQur¡|an mengandung prinsip > kebenaran Ilmiah. (Untuk itu mengapa saya memilih AlQur¡|an) > > DH: ADA masalah besarnya. Bahwa, walau prinsip prinsip yang disebut > itu dikabarkan dalam Quran, namun hampir tak ada ilmiawan Islam, > membuktikan, bahwa prinsip prinsip itu TELAH dikenal sebelumnya, > melalui falsafah, bukan akidah. Ribuan tahun sebelumnya. Kalau saya > menulis pada November 2005 ini, bahwa air akan mendidih ada > temperatur tertentu dan tekanan udara tertentu, maka ini BUKAN jasa > saya, karena telah diketahui ribuan tahun sebelumnya. > ---------------------- > > QUESTION: siapakah yang menciptakan kapal. pesawat terbang, computer, > mobil? tak ada satupun negara Islam yang involved. Tetapi Eropa, USA, > jepang, Korea, Tiongkok, semuanya non Muslim. > > Answer: No problema ada dan tidaknya Negara Islam yang involved. > Sebetulnya kan kita juga harus berterimakasih kepada ilmuwan2 Islam > awal (spt yang saya kutipkan sebelumnya) sebagai peletak dasar ilmu > hitung (aljabar, trigonometri), astronomi yang mereka itu adalah > para sufi juga sebetulnya. Kalo gak ada peletak ilmu hitung itu, > dari mana ada kapal dan pesawat2 lainnya? Nyatanya, para sufi > terdahulu telah menjadi cendikiawan/ilmiawan pada jamannya dimana > ilmunya menjadi rujukan di Barat kini. Itulah pentingnya ada Timur > dan Barat¡Kº > > DH: Ada relevansinya,mBak! Ini membuktikan, bahwa prinsip ilmiah > adalah MILIK umat manusia, hasil nalar manusia, yang telah ditemukan > ribuan tahun yang silam SILIH berganti oleh budaya budaya berbeda. > Ini bagaikan tongkat estafet. jadi, pak Komaruddin tak perlu bersorak > sorai, seolah ini semuanya penemuan yang dibawa Quran, karena budaya > Timur Tengah sebelum nabi Muhammad telah mempunyai performance yang > mengagumkan. > --------------- > > QUESTION: bagaimana ilmu agama disamakan dengan ilmu pengetahuan yang > bersandarkan 100% pada nalar? > > Answer: Agama sebagai ilmu dan pengetahuan sebagai ilmu, bisa sama- > sama bersandarkan 100% pada nalar. Itulah yang dimaksudkan dengan > segala studi keIslaman di bidang2 filsafat, tasawuf, fikih (hukum). > Ini harus berdasarkan 100% nalar. > > DH: Tentu saja, ADA bagian dari theolgia agama apapun, yang bertumpu > nalar. Misalnya sejarah agama dari sisi ilmiah, atau ilmu > perbandingan agama. Tetapi, begitu ilmu ini menyentuh wahyu, maka > BERHENTILAH sifat ilmiahnya. > ----------------- > > ANSWER: > Tapi kalau kita memandang agama sebagai ajaran (spiritual)saja dan > yang memandang hidup secara keseluruhan akan menjadi berbeda sudut > pandangnya dengan pengetahuan yang sebagai ilmu yang spesifik. > > Khusus pribadi saya, saya juga menempatkan 100% nalar pada keimanan. > Kalau belum diterima nalar saya, saya akan tinggalkan (simpan) dulu > dibelakang. Buat saya ini tidak mengurangi keislaman saya. Paling > tidak nalar saya menangkap hikmah dibalik keimanan tsb. > > DH: Bagaimana tiap individu memberlakukan nalar dan iman, adalah > terserah masing masing. Banyak dalih agama yang dikemudian hari di > CONFIRMED oleh ilmu pengetahuan. Tetapi, banyak juga yang > ditelanjangi sebagai sekedar mythos. Dalam hali ini, kita dapat > memahaminya sebagai pesanan yang dibungkus dalam perumpaan > (metaphora). > ---------------------- > > QUESTION: tidakkah ini lazim di SETIAP fakultas theology? diamanapun? > tak perduli agama apapun? Di kerajaan Shailendra di Palembang sudah > ada kajian agama Budha yang sangat mashur. Ilmiawan dari Tiongkok > datang untuk menterjemahkan Tripitaka dari bahasa Pali. Ini semua > diluar budaya Islam. > > Answer: Yap. Kalau kita mau memahami semua ini sebagai ilmu, memang > hal yang lazim. > > DH: Setuju. > --------------- > > QUESTION: Dimanakah dampak ajaranIslam, ajaran para ulama yang > mensejahterakan manusia? Bukankah jutaan pengungsi dan pelarian dari > negara Islam di Afrika utara lari ke Eropa untuk mencari makan? > > Answer: Tulisan ini memang bukan untuk mengungkapkan dampak suatu > ajaran, tapi apa yang terkandung dalam kitab suci. Saya kutipkan > pendapat seseorang dari milis sebelah bhwsanya kitab suci adalah > Cuma sebuah teks (mati). Yang menjadikannya berarti begini dan > begitu (hidup) adalah manusia. Tulisan ini juga ingin menunjukkan > bahwa Islam terbuka akan segala bidang ilmu untuk mensejahterakan > manusia. Ajaran Islam bukanlah hanya terletak pada ajaran ulama. > > Kalau Negara Islam Afrika miskin, bukanlah salah Islamnya..tapi > salah negaranya. Islam Cuma bajunya saja. > > DH: Setuju. > > CONCLUSIO: untuk meluruskan kesan yang mungkin disalah mengerti, saya > katakan , bahwa saya tidak anti ajaran Kitab Suci apapun, juga Quran, > yang an sich pasti adalah comperehensively closed. Bulat. Lengkap. > > Saya mendapat kesan dari tulisan bapak ini, juga banyak pembaca > lainnya yang mendapat kesan sama, bahwa penggunaan nalar manusia yang > universal dimulai dari kalimat "iqra" dizaman nabi Muhammad. > > That is historically NOT correct. > > Karena penggunaan nalar dan ber-iqra, telah dilakukan manusia berabad > sebelumnya. Ini logis, karena memang IPTEK muncul bertahap, secara > evolutif. Batu bata demni batu bata membentuk bangunan yang tuntas. > dan masih terus dibangun dan dipugar, selama hayat dikandung badan. > Ajara mungkin ada penutupannya, yakni oleh masing masing pendir > agama. Tetapi IPTKE akan berjalan terus, sampai alam semesta ini > berakhir. > > Nalar dan agama TAK berjalan sebagai satu kesatuan, namun > berdampingan. Ini jelas, karena IPTEK adalah bagian dari alam physik > para makhluk, sedangkan agama menyinggung juga alam spiritual. > Beberapa akhli falsafah menajarkan, manusia mempunyai tiga alam: alam > phyik, alam psychis dan alam spiritual. Nah, IPTEK hanya menjamah > maximal dua alam (contoh: kedokteran dan psykologi), agama menjamah > ketiganya, terutama alam ketiga. > > Bahwa agama Islam mengandung banyak pembahasan duniawi, baik mengenai > kehidupan se-hari hari maupun bermasyarakat, adalah kenyataan. Ini > prnah diterangkan oleh seorang ilmiawan, karena nabi Muhammad > berkarya dalam sebuah wilayah yang 100% terra incognita, sedangkan > Yesus maupun bapak bapak umat Israil berkarya dalam alam kenegaraan > yang sudah dibangun canggih: kekaisaran Romawi yang telah tertata > rapi. Yesus pernah bersabda: "berikanlah hak kaisar pada kaisar, dan > hak Tuhan pada Tuhan". jadi Dia tak mencampuri tatanan duniawi, > apalagi ketatanegaraan. Nabi Muhammad mengatur tatanegara 100%. > > Juga Sidharta mengajar dalam alam hukum dan sosial yang tertata rapi. > Demikian juga Tao dan Confucius. > > Notabene: para bapak agama Timur, Sidharta, Tao dan Confucius, > mengajar terutama untuk menata kehidupan spiritual manusia. Fokus > Sidharta adalah kesempurnaan bathin, jadi beliau mengkesampingkan > masalah badaniah, 99,9%. > > Dalam hal ini, struktur Quran memang sangat comprehensive. Semua > aturan dan petunjuk di kodifikasi rapi oleh para teman nabi dibawah > tuntunan nabi sendiri yang sampai penutupan redaksional masih hidup. > Apapuny ang diragukan atau tak dimengerti ditanyakan pada nabi, yang > memberikan tanggapan yang jelas. Authentis. > > Dalam agama Kristen, sejarahnya perkembangannya berbeda. Kristus > hidup sangat singkat. Dia hanya memberikan petunjuk utama, yang > banyak mengandung unsur spiritual, yang sulit dimengerti, misalnya > masalah reinkarnasi Eliah pada Johannes pemandi. Hal hal yang tak > dimengerti setelah Kristus wafat, dijelaskan, diterangkan dan > diinterpretasi para murid secara in absentia Kristus. Kristus sudah > tiada. perbedaan paham memuncak, akhirnya menimbulkan kegoncangan > pada kekaisaran Romawi dibawah Konstantin dan Justinian. Untuk > menelamatkan negara (bukan agama), para penguasa negara dan Paus kala > itu menetapkan pemahamam mereka dalam sidang, yang daftwakan secara > mutlak. Take it or leave it. > > -------------- > > Answer; Yap. Dalam hal untuk menimba ilmu, Barat memang lebih > terbuka dibandingkan Timur. Dalam hal belajar ilmu agama, > sebaiknyalah belajar dari Negara yang lebih banyak mempunyai data- > data yang lebih akurat. > > > DH: Barat tak selalu terbuka,mBak. Pada abad pertengahan sangat kolot > dan tertutup. Siapa berani mengajarkan hal yang menyimpang, sedikit > saja, akan mendarat diunggun api. Bahkan ada yang menerbitkan ajaran > dari Arabia mengenai cermin dan kaca pembesar, yang juga dihujat > habis sebagai persekutuan dengan setran. > > Ini berubah radikal dengan masa pencerahan, dimana manusia merasa > menjadi dewasa secara bathiniah. Ini adalah start kemajuan IPTEK > Eropa. Semua ajaran selamat datang. Sampai kini. Juga kini, dalam > fakultas Thelogia Kristen (Katholik dan Protestant), ajaran Islam > dipelajari secara cermat, juga Yudaismus. Pusat pengkajian Islam di > Austria adalah sangat bagus, banyak buku buku Islam yang ada disini, > juga pengajar yang andal. > > Hari ini, pemerintah Austria mengundang para pemimpjn Islam sedunia > untuk melaksakan Islam Conference di Vienna. > > -------------- > Mbah: Beribu pertanyaan demi pertanyaan, yang menunjukkan, bahwa yang > ditulis adalah impian, bukan kenyataan..sayang. > > Answer: Pertanyaan itu timbul menunjukkan bahwa masih banyak yang > tidak kita pahami/ketahui ttg sesuatu yang ditulis. Itu artinya kita > masih bodoh. Semakin banyak membaca semakin sadarlah kita bahwa > semakin banyak yang kita belum ketahui. Atau kita, sebagai pembaca, > betul2 seorang ¡¥pemimpi¡|. > > Kalau membaca sesuatu (semisal konsep trinitas, kisah mukjizat) itu > lalu timbul banyak pertanyaan dalam diri, apakah tulisan dalam Bible > or kitab suci itu sebuah impian? Kalau seorang Galileo menulis bahwa > bla..bla..dan ini bertentangan dgn pendapat umum kala itu, apakah > tulisan Galileo ini sebuah impian? > > DH: Maksud saya, bukan isi Kitab Suci adalah impian, bukan. Namun apa > yang ditulis pak Komaruddin, seolah, perkembangan nalar dimulai > dengan memahami Quran, bahkan ilmu pengetahuan adalah anak dari > Quran, adalah impian. Ilmu pengetahuan juga bukan anak Injil atau > Torah atau Tripitaka. > > Tulisan Gallileo 100% BUKANbukan impian, karena mengandung IPTEK > murni. Tetapi, anggapan, bahwa satu agama me-monopoy kebenaran IPTEK, > adalah impian. That's what I meant. > > Salam > > danardono > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

