hanya mencoba merangkum argumen kakak2 di bawah ini,
timbul pertanyaan: kalau memang setiap agama mempunyai 
interpretasi yg berbeda..dan tiap jamannya berbeda alias 
diperbaharui, tidak ada donk yg namanya 'kebenaran absolut' yg 
di tiap agama selalu disuarakan?
bukankah agama itu dogma, tak terbantah? berarti kita manusia 
jg boleh membuat agama sendiri diluar agama2 yg ada saat ini, 
tanpa dipandang 'sesat' oleh penganut agama terdahulu?

misalnya, selama ini orang kristen selalu bernaung dibawah 
yesus kristus...apakah boleh membuat sekte sendiri yg 
bernaung dibawah yohanes pembabtis?

yg selama ini dilihat ...kenyataannya, bahwa ahmadiyah ditolak 
mentah2 bahkan di'lepeh' oleh sesama islam...karena mereka 
bernaung dibawah gulam ahmad....??
bagaimana....???



--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Met siang, mBak,
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" 
<[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> 
> QUESTION: Nabi Muhammad hidup 600an tahun setelah 
Masehi. Bukankah
> ribuan tahun sebelum Masehi ilmu pengetahuan telah 
diselidiki dengan
> baik? Siapa yang perintah Sphocles, Plato, Socrates, 
Arhimedes, alhli
> pikir Tiongkok dan India untuk berfikir dan membaca?
> 
> ANSWER: Tanya saja pada Plato, Socrates, Archimedes..dll, 
siapa yang
> perintahkan mereka sebelum wahyu AlQur¡|an itu turun? 
Wahyu AlQur¡|an
> merupakan wahyu tertulis terakhir yang turun. Sebelumnya, 
banyak
> wahyu2 yang telah diturun kan, tapi sayangnya..sebagian 
besar wahyu
> tersebut raib. Tidaklah menjadi penting dalam artikel ini siapa 
yang
> memerintahkan mereka, namun yang penting adalah wahyu 
mana yang
> memulai dengan perintah untuk memakai nalar. Kalau 
kemudian banyak
> umat Islam tidak menggunakan nalarnya, itu hal lain. Coba 
saja mbah
> kemukakan juga wahyu Sidharta yang mana atau wahyu Bible 
yang mana
> yang memulai dengan perintah untuk menggunakan nalar 
dalam fenomena
> jagad raya. Saya rasa, harusnya ada. Prof Komaruddin telah
> melakukannya.
> 
> DH: Prof Komaruddin menulis, bahwa pemikiran ilmiah 
dimulai dengan 
> perintah iqra itu. Saya ingin menyanggah ini, karena pemikiran 
telah 
> dilakukan jauh sebelum perintah iqra itu diturunkan. Kita tak 
mungkin 
> mengadakan penggambaran hitsoris tanpa memperhatikan 
apa yang terjadi 
> sebelumnya. Sejarah selalu berlangsung secara evolutif.
> 
> Kalau dikatakan, bahwa Quran memuat wahyu, dimana 
penggunaan nalar di 
> perintahkan, ini saya SETUJUI. Ini terutama berkaitan dengan 
> latarbelakang sociohistoris masyarakat dimana nabi 
Muhammad mengajar.
> -------------------
> 
> QUESTION: bukankah lusinan akhli filsafah telah 
mengadakan peenungan
> yang sangat dalam sebelumnya? Tidakkah Tao dan Confucius 
telah
> memikir secara mendalam? jauh sebelum nabi Muhammad 
lahir?
> 
> ANSWER: Tidaklah menjadi penting siapa yang lahir terlebih 
dahulu
> karena Muhammad SAW diturunkan untuk meluruskan dan 
menyempurnakan
> rangkaian wahyu yang telah ada sebelumnya. Ahli filsafat tsb 
telah
> dapat menangkap wahyu-wahyu yang turun lebih dahulu. Apa 
yang salah
> dengan Muhammad SAW lahir kemudian? Sebagai pelurus 
dan penyempurna
> memang harus datang dikemudian hari kan? Sebagai 
penutup.
> 
> DH: Apakah nabi Muhammad meluruskan wahyu sebelumnya, 
ini adalah 
> tanggapan antar religi, yang saya tak ingin campuri. Nabi 
Muhammad 
> sebagai pendiri agama dari Timur Tengah, tentunya 
menanggapi ajaran 
> sebelumnya, yang kesemuanya adalah ajaran SEMIT yang 
beliau kenal. 
> Tetapi, beliau tak menanggapi (karena tak kenal) ajaran dari 
wilayah 
> lain, misalnya Buddha. 
> 
> Apakah beliau adalah penyempurna ini pertimbangan dakwah, 
yang 
> mungkin takkan disetujui oleh penganut agama agama Semit 
lainnya. 
> Mengapa? Karena tiap agama sebelum beliau, yakni Yahudi 
dan Kristen 
> menilai ajaran mereka sebnagai TERAKHIR.  Secara historis, 
yang 
> evolutif ini, sulit kita katakan adanya "penutup" selama hayat 
> dikandung badan. Selalu ada pembaharuan. Umat Katholik 
juga 
> menganggap penutupan perkembangan akidah adalah 
Konsili (Sidang) di 
> Konstantinopel pada 553 Masehi. Kita lihat, pada 1500an 
muncul 
> pembaharuan oleh Luther dkk.
> ------------------
> 
> QUESTION: Apakah hanya Islam yang menggambarkan 
bahwa alam adalah
> tanda tanda yanhg harus dibaca? Sudah baca ajaran Sidharta 
yang
> merenung mengenai alam, 400 tahun sebelum Masehi?
> 
> ANSWER: Itu artinya ajaran Sidharta tidak bertentangan 
dengan Islam,
> dimana Islam diyakini juga sbg ajaran yang dibawa nabi2 
pendahulu
> oleh Adam as, Ibrahim as, dll¡K
> 
> Mbah, Prof Komaruddin ini adalah orang Islam. Jadi dia 
berpendapat
> sebagai pribadi seorang Muslim. Jadi tolong dimengertilah 
sikon
> seperti itu. Kalau dia menulis ¡§dalam pandangan 
Islam¡¨¡Kyah wajar
> toh? Apakah Prof Komaruddin pernah menyatakan
> 
> DH: Lebih baik kita balik: ajaran Islam TAK bertentangan 
dengan 
> ajaran Sidharta, karena ajaran Sidharta lebih dahulu (yang 
terdahulu 
> tak mungkin menentang yang belakangan). Tentu saja, pak 
Komaruddin 
> dapat menggambarkan pandangannya, namun ini selalu 
relatif. 
> Pandangannya dapat digubah siapapun melalui pendangan 
sendiri 
> sendiri, lalu tak ada lagi nilai statement yang general.
> --------------------
> 
> QUESTION: Apakah yang diselidiki IPTEK kalau bukan 
kebenaran alam?
> nano Technology, Micro Biology, Gen Technology, Quantum 
Physics, dll?
> Apakah ini tidak dilakukan oleh ratusan aklhi pengetahuan 
yang telah
> meraih Hadiah Nobel dalam Phisika, Kedokteran, Biologi, 
dll,yang
> kebanyakan tidak pernah buka Quran? Apakah akhli IPTEK 
yang jawara
> sekedar menghafal?
> 
> Answer: Saya rasa mbah salah menangkap artikel tsb.
> Kutipan tsb mempunyai makna yang sama dengan yag mbah 
maksudkan
> bahwa baik mahasiswa yang sedang belajar maupun para 
ilmiawan yang
> sedang menyelidiki iptek, yang membaca AlQur¡|an dan yang 
tidak
> membacanya, mereka sama-sama sedang memahami dan 
menggali kaidah
> kebenaran alam.
> 
> Mahasiswa belajar ada yang melalui eksperimen dan ada 
yang sekedar
> memahami dari buku dan menghafal saja. Itu maksudnya.
> 
> DH: Kalau ini yang dimaksudkan, saya SETUJU. Sorry kalau 
saya salah 
> mengerti.
> 
> -------------------
> 
> QUESTION: siapakah yang mengatakan beliau ini 
MENCIPTAKAN hukum alam?
> Bukankah hukum alam tak ada yang mencitpaka, melainkan 
ada bersama
> penciptaan alam? Apakah hidup kita tanpa Isaac Newton dkk?
> 
> Answer: Banyak kaum muda yang baru melek Iptek 
mengatakan demikian.
> Don¡|t worry tanpa Isaac Newton, ada Isaac-Isaac lainnya. Itu 
sudah
> skenario Sang Pencipta.
> 
> DH: kalau demikian pengertiannya, saya setuju.
> ------------------
> 
> QUESTION: Apakah ilmuwan Muslim mampu research tanpa 
menggunakan ilmu
> yang dkembangkan sebelumnya, yang taksedikit dihasilkan 
oleh ilmuwan
> bukan pembaca Quran?
> 
> Answer: Mampu. No problema kalau ilmuwan non muslim 
yang mampu. Itu
> membuktikan bahwa sunatullah itu berlaku bagi seluruh umat 
manusia,
> bukan yang muslim saja. Itu artinya AlQur¡|an berlaku untuk 
semua
> manusia. Soal manusianya, itu soal lain.
> 
> 
> DH: Ini TIDAK dan BELUM terbukti, bahwa seorang ilmiawan 
100% 
> berangkat dari penemuannya sendiri, tanpa bertumpu pada 
penemuan 
> sebelumnya. Sejarah, termasuk sejatah IPTEK selalu berjalan 
secara 
> evolutif. Mungkin "sunatullah" adalah prinsip yang dalam 
bahasa lain, 
> juga ada. kalau demikian tak ada masalah, tetapi tak ada 
patent Quran 
> ataupun Kitab suci apapun. Semua yang berasal dari sang 
Pencipta 
> berlaku universal, selamanya.
> ---------------------
> 
> QUESTION: tidak dikotomi? riwaat Mikraj nabi tidak dikotomi 
dengan
> IPTEK? Riwayat Adam dan nyonya bukan dikotomi dengan 
IPTEK? Kalau
> bukan, kapan beliau ini lahir? dimana? usisa berapa wafat? 
Mukanya
> seperti apa? Negro? Bule? Tionghoa? Jepang? Indian?
> 
> Answer: Ini artinya Ilmu pengetahuan belum mencapai 
kesana. Suatu
> saat akan sampai kesana. Sebagaimana dahulu kala ketika 
kisah mikraj
> Nabi ini diterima oleh kaum kafir, Nabi SAW dikatakan gila 
karena
> mana mungkin naik ke langit hanya satu malam? Sedang 
kendaraan waktu
> itu hanya ada onta saja? Ketika kini, orang pergi haji hanya 
butuh
> waktu bbrp jam saja, ketika orang bisa pergi ke bulan, apakah 
hal
> pergi ke langit bukan suatu hal yang mungkin?
> 
> Lebih mudah memahami mikraj Nabi SAW ini dengan 
perjalanan
> spiritual, yang tidak dihubungkan dengan iptek.
> 
> DH: BENAR. Setiap wahyu lebih baik dipahami secara 
spiritual. Juga 
> dalam Kitab perjanjia baru banyak warta yang tak mungkin 
dipahami 
> secara rational. OK let it be. Jadi, janganlah kita kaitkan Kitab 
> Suci dengan pengabarannya (pewahyyyuannya) dengan 
IPTEK. Tak akan 
> bersambung.
> 
> ------------------
> 
> QUESTION: Ilmu phisika yang menjadi basis penyelidikan 
angkasa luar,
> pendataran di bulan, dsb, perkembangan roket2 juga anak 
kandung
> Quran? Kok tak ada satupun ilmiawan Islam yang involved?
> 
> Answer: Masalah ada dan tidaknya orang/ilmiawan Islam yg 
involved
> itu¡Ktak menjadi masalah. Yang terpenting AlQur¡|an 
mengandung prinsip
> kebenaran Ilmiah. (Untuk itu mengapa saya memilih 
AlQur¡|an)
> 
> DH: ADA masalah besarnya. Bahwa, walau prinsip prinsip 
yang disebut 
> itu dikabarkan dalam Quran, namun hampir tak ada ilmiawan 
Islam, 
> membuktikan, bahwa prinsip prinsip itu TELAH dikenal 
sebelumnya, 
> melalui falsafah, bukan akidah. Ribuan tahun sebelumnya. 
Kalau saya 
> menulis pada November 2005 ini, bahwa air akan mendidih 
ada 
> temperatur tertentu dan tekanan udara tertentu, maka ini 
BUKAN jasa 
> saya, karena telah diketahui ribuan tahun sebelumnya.
> ----------------------
> 
> QUESTION: siapakah yang menciptakan kapal. pesawat 
terbang, computer,
> mobil? tak ada satupun negara Islam yang involved. Tetapi 
Eropa, USA,
> jepang, Korea, Tiongkok, semuanya non Muslim.
> 
> Answer: No problema ada dan tidaknya Negara Islam yang 
involved.
> Sebetulnya kan kita juga harus berterimakasih kepada 
ilmuwan2 Islam
> awal (spt yang saya kutipkan sebelumnya) sebagai peletak 
dasar ilmu
> hitung (aljabar, trigonometri), astronomi yang mereka itu 
adalah
> para sufi juga sebetulnya. Kalo gak ada peletak ilmu hitung itu,
> dari mana ada kapal dan pesawat2 lainnya? Nyatanya, para 
sufi
> terdahulu telah menjadi cendikiawan/ilmiawan pada jamannya 
dimana
> ilmunya menjadi rujukan di Barat kini. Itulah pentingnya ada 
Timur
> dan Barat¡Kƒº
> 
> DH: Ada relevansinya,mBak! Ini membuktikan, bahwa prinsip 
ilmiah 
> adalah MILIK umat manusia, hasil nalar manusia, yang telah 
ditemukan 
> ribuan tahun yang silam SILIH berganti oleh budaya budaya 
berbeda. 
> Ini bagaikan tongkat estafet. jadi, pak Komaruddin tak perlu 
bersorak 
> sorai, seolah ini semuanya penemuan yang dibawa Quran, 
karena budaya 
> Timur Tengah sebelum nabi Muhammad telah mempunyai 
performance yang 
> mengagumkan.
> ---------------
> 
> QUESTION: bagaimana ilmu agama disamakan dengan ilmu 
pengetahuan yang
> bersandarkan 100% pada nalar?
> 
> Answer: Agama sebagai ilmu dan pengetahuan sebagai ilmu, 
bisa sama-
> sama bersandarkan 100% pada nalar. Itulah yang 
dimaksudkan dengan
> segala studi keIslaman di bidang2 filsafat, tasawuf, fikih 
(hukum).
> Ini harus berdasarkan 100% nalar.
> 
> DH: Tentu saja, ADA bagian dari theolgia agama apapun, yang 
bertumpu 
> nalar. Misalnya sejarah agama dari sisi ilmiah, atau ilmu 
> perbandingan agama. Tetapi, begitu ilmu ini menyentuh 
wahyu, maka 
> BERHENTILAH sifat ilmiahnya.
> -----------------
> 
> ANSWER:
> Tapi kalau kita memandang agama sebagai ajaran 
(spiritual)saja dan
> yang memandang hidup secara keseluruhan akan menjadi 
berbeda sudut
> pandangnya dengan pengetahuan yang sebagai ilmu yang 
spesifik.
> 
> Khusus pribadi saya, saya juga menempatkan 100% nalar 
pada keimanan.
> Kalau belum diterima nalar saya, saya akan tinggalkan 
(simpan) dulu
> dibelakang. Buat saya ini tidak mengurangi keislaman saya. 
Paling
> tidak nalar saya menangkap hikmah dibalik keimanan tsb.
> 
> DH: Bagaimana tiap individu memberlakukan nalar dan iman, 
adalah 
> terserah masing masing. Banyak dalih agama yang 
dikemudian hari di 
> CONFIRMED oleh ilmu pengetahuan. Tetapi, banyak juga yang 
> ditelanjangi sebagai sekedar mythos. Dalam hali ini, kita 
dapat 
> memahaminya sebagai pesanan yang dibungkus dalam 
perumpaan 
> (metaphora).
> ----------------------
> 
> QUESTION: tidakkah ini lazim di SETIAP fakultas theology? 
diamanapun?
> tak perduli agama apapun? Di kerajaan Shailendra di 
Palembang sudah
> ada kajian agama Budha yang sangat mashur. Ilmiawan dari 
Tiongkok
> datang untuk menterjemahkan Tripitaka dari bahasa Pali. Ini 
semua
> diluar budaya Islam.
> 
> Answer: Yap. Kalau kita mau memahami semua ini sebagai 
ilmu, memang
> hal yang lazim.
> 
> DH: Setuju.
> ---------------
> 
> QUESTION: Dimanakah dampak ajaranIslam, ajaran para 
ulama yang
> mensejahterakan manusia? Bukankah jutaan pengungsi dan 
pelarian dari
> negara Islam di Afrika utara lari ke Eropa untuk mencari 
makan?
> 
> Answer: Tulisan ini memang bukan untuk mengungkapkan 
dampak suatu
> ajaran, tapi apa yang terkandung dalam kitab suci. Saya 
kutipkan
> pendapat seseorang dari milis sebelah bhwsanya kitab suci 
adalah
> Cuma sebuah teks (mati). Yang menjadikannya berarti begini 
dan
> begitu (hidup) adalah manusia. Tulisan ini juga ingin 
menunjukkan
> bahwa Islam terbuka akan segala bidang ilmu untuk 
mensejahterakan
> manusia. Ajaran Islam bukanlah hanya terletak pada ajaran 
ulama.
> 
> Kalau Negara Islam Afrika miskin, bukanlah salah 
Islamnya..tapi
> salah negaranya. Islam Cuma bajunya saja.
> 
> DH: Setuju.
> 
> CONCLUSIO: untuk meluruskan kesan yang mungkin disalah 
mengerti, saya 
> katakan , bahwa saya tidak anti ajaran Kitab Suci apapun, juga 
Quran, 
> yang an sich pasti adalah comperehensively closed. Bulat. 
Lengkap.
> 
> Saya mendapat kesan dari tulisan bapak ini, juga banyak 
pembaca 
> lainnya yang mendapat kesan sama, bahwa penggunaan 
nalar manusia yang 
> universal dimulai dari kalimat "iqra" dizaman nabi Muhammad.
> 
> That is historically NOT correct. 
> 
> Karena penggunaan nalar dan ber-iqra, telah dilakukan 
manusia berabad 
> sebelumnya. Ini logis, karena memang IPTEK muncul 
bertahap, secara 
> evolutif. Batu bata demni batu bata membentuk bangunan 
yang tuntas. 
> dan masih terus dibangun dan dipugar, selama hayat 
dikandung badan. 
> Ajara mungkin ada penutupannya, yakni oleh masing masing 
pendir 
> agama. Tetapi IPTKE akan berjalan terus, sampai alam 
semesta ini 
> berakhir.
> 
> Nalar dan agama TAK berjalan sebagai satu kesatuan, namun 
> berdampingan. Ini jelas, karena IPTEK adalah bagian dari 
alam physik 
> para makhluk, sedangkan agama menyinggung juga alam 
spiritual.
> Beberapa akhli falsafah menajarkan, manusia mempunyai 
tiga alam: alam 
> phyik, alam psychis dan alam spiritual. Nah, IPTEK hanya 
menjamah 
> maximal dua alam (contoh: kedokteran dan psykologi), agama 
menjamah 
> ketiganya, terutama alam ketiga.
> 
> Bahwa agama Islam mengandung banyak pembahasan 
duniawi, baik mengenai 
> kehidupan se-hari hari maupun bermasyarakat, adalah 
kenyataan. Ini 
> prnah diterangkan oleh seorang ilmiawan, karena nabi 
Muhammad 
> berkarya dalam sebuah wilayah yang 100% terra incognita, 
sedangkan 
> Yesus maupun bapak bapak umat Israil berkarya dalam alam 
kenegaraan 
> yang sudah dibangun canggih: kekaisaran Romawi yang telah 
tertata 
> rapi. Yesus pernah bersabda: "berikanlah hak kaisar pada 
kaisar, dan 
> hak Tuhan pada Tuhan". jadi Dia tak mencampuri tatanan 
duniawi, 
> apalagi ketatanegaraan. Nabi Muhammad mengatur 
tatanegara 100%.
> 
> Juga Sidharta mengajar dalam alam hukum dan sosial yang 
tertata rapi. 
> Demikian juga Tao dan Confucius.
> 
> Notabene: para bapak agama Timur, Sidharta, Tao dan 
Confucius, 
> mengajar terutama untuk menata kehidupan spiritual 
manusia. Fokus 
> Sidharta adalah kesempurnaan bathin, jadi beliau 
mengkesampingkan 
> masalah badaniah, 99,9%.
> 
> Dalam hal ini, struktur Quran memang sangat comprehensive. 
Semua 
> aturan dan petunjuk di kodifikasi rapi oleh para teman nabi 
dibawah 
> tuntunan nabi sendiri yang sampai penutupan redaksional 
masih hidup. 
> Apapuny ang diragukan atau tak dimengerti ditanyakan pada 
nabi, yang 
> memberikan tanggapan yang jelas. Authentis.
> 
> Dalam agama Kristen, sejarahnya perkembangannya  
berbeda. Kristus 
> hidup sangat singkat. Dia hanya memberikan petunjuk utama, 
yang 
> banyak mengandung unsur spiritual, yang sulit dimengerti, 
misalnya 
> masalah reinkarnasi Eliah pada Johannes pemandi. Hal hal 
yang tak 
> dimengerti setelah Kristus wafat, dijelaskan, diterangkan dan 
> diinterpretasi para murid secara in absentia Kristus. Kristus 
sudah 
> tiada. perbedaan paham memuncak, akhirnya menimbulkan 
kegoncangan 
> pada kekaisaran Romawi dibawah Konstantin dan Justinian. 
Untuk 
> menelamatkan negara (bukan agama), para penguasa 
negara dan Paus kala 
> itu menetapkan pemahamam mereka dalam sidang, yang 
daftwakan secara 
> mutlak. Take it or leave it. 
> 
> --------------
> 
> Answer; Yap. Dalam hal untuk menimba ilmu, Barat memang 
lebih
> terbuka dibandingkan Timur. Dalam hal belajar ilmu agama,
> sebaiknyalah belajar dari Negara yang lebih banyak 
mempunyai data-
> data yang lebih akurat.
> 
> 
> DH: Barat tak selalu terbuka,mBak. Pada abad pertengahan 
sangat kolot 
> dan tertutup. Siapa berani mengajarkan hal yang 
menyimpang, sedikit 
> saja, akan mendarat diunggun api. Bahkan ada yang 
menerbitkan ajaran 
> dari Arabia mengenai cermin dan kaca pembesar, yang juga 
dihujat 
> habis sebagai persekutuan dengan setran.
> 
> Ini berubah radikal dengan masa pencerahan, dimana 
manusia merasa 
> menjadi dewasa secara bathiniah. Ini adalah start kemajuan 
IPTEK 
> Eropa. Semua ajaran selamat datang. Sampai kini. Juga kini, 
dalam 
> fakultas Thelogia Kristen (Katholik dan Protestant), ajaran 
Islam 
> dipelajari secara cermat, juga Yudaismus. Pusat pengkajian 
Islam di 
> Austria adalah sangat bagus, banyak buku buku Islam yang 
ada disini, 
> juga pengajar yang andal.
> 
> Hari ini, pemerintah Austria mengundang para pemimpjn 
Islam sedunia 
> untuk melaksakan Islam Conference di Vienna.
> 
> --------------
> Mbah: Beribu pertanyaan demi pertanyaan, yang 
menunjukkan, bahwa yang
> ditulis adalah impian, bukan kenyataan..sayang.
> 
> Answer: Pertanyaan itu timbul menunjukkan bahwa masih 
banyak yang
> tidak kita pahami/ketahui ttg sesuatu yang ditulis. Itu artinya 
kita
> masih bodoh. Semakin banyak membaca semakin sadarlah 
kita bahwa
> semakin banyak yang kita belum ketahui. Atau kita, sebagai 
pembaca,
> betul2 seorang ¡¥pemimpi¡|.
> 
> Kalau membaca sesuatu (semisal konsep trinitas, kisah 
mukjizat) itu
> lalu timbul banyak pertanyaan dalam diri, apakah tulisan 
dalam Bible
> or kitab suci itu sebuah impian? Kalau seorang Galileo 
menulis bahwa
> bla..bla..dan ini bertentangan dgn pendapat umum kala itu, 
apakah
> tulisan Galileo ini sebuah impian?
> 
> DH: Maksud saya, bukan isi Kitab Suci adalah impian, bukan. 
Namun apa 
> yang ditulis pak Komaruddin, seolah, perkembangan nalar 
dimulai 
> dengan memahami Quran, bahkan ilmu pengetahuan adalah 
anak dari 
> Quran, adalah impian. Ilmu pengetahuan juga bukan anak Injil 
atau 
> Torah atau Tripitaka.
> 
> Tulisan Gallileo 100% BUKANbukan impian, karena 
mengandung IPTEK 
> murni. Tetapi, anggapan, bahwa satu agama me-monopoy 
kebenaran IPTEK, 
> adalah impian. That's what I meant.
> 
> Salam
> 
> danardono
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke