--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Kalau saya mencoba menelusuri ajaran Budha ini dengan ajaran Islam,
maka:
Berdana itu sama saja dengan Sedekah: Zakat dan Infaq .
Pancasila Budhis: Lima Rukun Islam.
Bersemedhi : Sholat.
Mungkin, Budha sebagai ajaran (wahyu) terdahulu yang belum sempurna,
belum mempunyai tatacara bagaimana seharusnya berdana dan bersemedhi
itu (masih bersifat umum). Namun setelah datangnya Islam, semua
disempurnakan dan diatur menjadi tertata rapih dgn segala hukum dan
konsekwensinya.
wassalam,
DH: Agar lebih tajam dalam perbandingan maka saya ingin jelaskan
secara theolgis:
a) Zakat dan infaq dalam Islam, atau caritas bagi umat Katholik,
adalah bagian dari ajaran, namun bukan inti. Dalam ajaran Buddha,
berdana adalah azas utama, ini kendaraan (vahana) untuk mencapai
nibbhana (nirvana). Inti ajaran Buddha adalah, bahwa hidup ini
ditentukan oleh kharma, yang hanya kita tingkatkan, dengan perbuatan
mulia, terutama berdana (diaman dana tak perlu berbentuk uang, namun
juga dalam bentuk jasa).
Tatacara berdana diterangkan secara detail, dan tak perlu dilengkapi
lagi. Sejak ratusan tahun sebelum Masehi umat Buddha melakukan
berdana ini dengan cara yang sama.
Konsekwensi adalah perbaikan kharma. Karena dalam agama Buddha tak
ada ancaman, misalnya neraka, dsb. Kalau kita egois, dan kurang
berdana, maka kehidupan kita akan tetap dalam kesengsaraan (dukkha),
tapi bukan dengan masuk neraka. Neraka dapat ditafsirkan dalam
kontext ini, kehidupan kita yang penuh derita.
b) Pancasila dalam Buddha adalah jalan yang beliau tunjukkan, keluar
dari pencerahan bathin, bukan karena beliau dengar dari siapapun,
malaikat atau siapa. Bukan perintah dari langit. Commonsense.
pelanggarannya, takkan membawa kita keneraka, namun memperpanjang
derita kita.
c) Sholat, atau doa dalam Kristiani tak sama dengan semedi. Sholat
atau atau doa Kristiani, yang berasal dari budaya Semit yang deistis,
adalah DIALOG dengan Tuhan yang dipersonifikasikan ("Dia"). Dalam doa
kita minta ampun, memuja, kadang adang minta kesembuhan atau rezeki,
dll.
Dalam semedhi manusia tidak berbicara. Tidak dengan siapapun. Manusia
mencoba melepas diri dari atmosphere ragawi, dan mencoba meluaskan
tingkat kesadaran. Kita mengeningkan indra kita, dalam kesunyian yang
absolut. Kita atur pernafasan kita, konsentrasi mendalami indra kita.
Kita tak mengucapkan ayat apapun, atau doa yang dihafalkan.
Dalam Budhismus ada semacam zikir dalam Islam, atau doa Novena dalam
agama Katholik, yakni membaca sutra. Tetapi ini bukan dalam semedhi.
Conclusio: faaham, bahwa agama satu mampu menyempurnakan agama lain,
saya tolak, karena simple reason: setiap agama muncul dalam kancah
budaya tertentu, yang sarat pengaruh sikon sosial ekonomi budaya. Ini
TIDAK transferable.
Budaya Kristen TIDAK melengkapi agama Yudaisme, karena sikon bangsa
Israil sangat berbeda. pemikioran pemikiran eropeis Kristiani, tak
match dengan ritus dan budaya serta falsafah Yudaisme. karena itu
claim banyak orang Kristen, Kitab Injil telah memperbaharui iman
Yahudi DITOLAK mentah mentah oleh umat Yahudi. Juga claim beberapa
umat Islam, telah memperbaharui agama agama sebelumnya, Yahudi dan
Kristiani, DITOLAK mentah mentah oleh kedua agama ini.
Karena tidak match.
Seorang Kristen akan BERHENTI menjadi Kristen, demikian dia katakan,
Yesus adalah sekedar nabi, padahal ini diajarkan dalam Islam. jadi
faktor melengkapi dalam hal ini juga tak match.
Dengan agama Buddha lebih tidak match lagi. Mengapa? Karena dalam
seluruh karya nabi Muhammad, hanya dibahas semua kepercayaan
diwilayah beliau. Terutama semua agama dan budaya yang berkembang di
laut Tengah.
Agama Buddha, muncul dan berkembang dalam wilayah sekitar Himalaya,
tak pernah menjamah jazirah Arabia dan Timur Tengah sampai laut Mati.
Jadi TAK dikenal oleh para nabi agama Semit. Jadi tak ada crossing
dalam ajaran mereka. Agama Buddha meluas ketimur dan ketenggara.
Karena India dan Tiongkok tak punya jajahan diseberang lautan, maka
agama ini tak meninggalkan mainland Asia. Diwilayah perdagangan
sepanjan g pantai Asia selatan dan tenggara, perluasan Buddha dibabat
oleh Islam. Agama ini berhenti sampai Thailand, Burma dan Vietnam
serta Laos.
Kalau ajaran Buddha dijalankan secara akidah Al Quran, maka ajaran
ini akan buyar. Sama dengan kalau mbak masukkan semur sapi kedalam
soto ayam. Buyar! Semur tidak, soto bukan.
Salam
danardono
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/