http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/01/Utama/ut06.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Massa Tetap Rayakan Hut Organisasi Papua Merdeka 
 


JAYAPURA - Meskipun Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura sudah 
memberlakukan status siaga satu, namun sekitar 500 orang tetap berkumpul di 
Jalan Raya Sentani, di depan lapangan sepakbola Trikora, Abepura, Kamis (1/12) 
pagi, untuk meraya- kan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) setiap 1 Desember. 

Sempat terjadi insiden kecil sebuah mobil menyenggol demonstran, mengakibatkan 
massa mengamuk dan mengejar mobil itu hingga ke halaman Universitas 
Cenderawasih. 

Karena tidak menemukan mobil tersebut, massa mengamuk dan menghancurkan pot-pot 
bunga dan memalang jalan raya Sentani-Abepura sekitar 500 meter dengan kayu, 
batu dan batang-batang pohon. Massa juga menghancurkan kaca-kaca Sekolah Tinggi 
Teologia Kijne, Abepura. 

Massa bersikeras untuk masuk ke lapangan Trikora, meski Kapolres Jayapura Ajun 
Komisaris Besar Polisi Paul Waterpauw berupaya menenangkan para demonstran. 


Surat Penolakan 

Paul kepada Pembaruan mengatakan, telah disiapkan tiga SSK (satuan setingkat 
kompi) personil Brimob, dua SSK pengendali massa, dan satu SSK tertutup 

"Kami sudah keluarkan surat penolakan izin perayaan ini. Masyarakat tidak perlu 
khawatir, jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu 
yang mengacaukan suasana. Kami akan terus melakukan upaya-upaya damai guna 
memperlancar semua kegiatan masyarakat," ujarnya. 

Di depan lapangan Trikora massa masih bernyanyi- nyanyi dan tetap tidak 
mengindahkan imbauan polisi agar membubarkan diri. Di depan lapangan juga telah 
ada dua mobil anti huru hara yang disiapkan Polresta Jayapura. 

Sementara itu toko-toko dan kantor pemerintahan di Abepura tutup. Arus lalu 
lintas dari Abepura ke Sentani maupun sebaliknya ditutup massa sehingga membuat 
arus lalu lintas macet. 

Jefrey Pagawak, komandan Front Parlemen Jalanan mengatakan, peringatan hari 
kemerdekaan itu telah dinyatakan pada 1 Desember 1961. Kemerdekaan ini 
merupakan hak rakyat Papua yang telah ada sejak pengakuan pemerintahan Belanda 
yang menjanjikan kemerdekaan itu. 



Kemerdekaan ini, lanjutnya, seharusnya pula menjadi kesadaran bagi bangsa 
Indonesia. "Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu, karena tak ada 
sedikit pun pengakuan pemerintah Indonesia kepada bangsa Papua. Jadi hari ini 
kami menuntut kepada pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali keberadaan 
bangsa Papua di mata Indonesia," katanya. Dia pun menyayangkan sikap aparat 
keamanan yang selalu mengawasi gerak-gerik rakyat Papua. 

Sekretaris Jenderal Front Persatuan Parlemen Jalanan Papua Barat Selifianus 
Bobi dalam orasi politiknya meminta pemerintah Indonesia menyadari bahwa Papua 
ingin lepas dari negara kesatuan Republik Indonesia. Orasi itu disambut yel-yel 
merdeka dari massa yang duduk di jalanan sambil. 

Penanggungjawab kegiatan 1 Desember, Korkorus Yaboi Sembut mengaku kegiatan ini 
tidak ada maksud muatan apapun di dalamnya. Ini hanya merupakan kegiatan 
spontanitas yang dilakukan serentak oleh rakyat. 

Ketua Dewan Adat Mamta (Membaramo Tami) itu menambahkan, perayaan itu juga 
diisi tabur bunga di makam pemimpin besar Papua, Theys Hiyo Eluay. 

Menurut Camat Distrik Abepura Tommy Mano, kegiatan ini merupakan gerakan 
rakyat. (ROB/GAB/M-7) 


Last modified: 1/12/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke