http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/05/opini/2265007.htm

 
Jejak Langkah (daripada) Partai Golkar

M Fadjroel Rachman



Two thumbs up! Luar biasa! Jenderal Besar (Purn) Soeharto mendapat penghargaan 
anugerah Bhakti Pratama dari Partai Golkar.

"Sang diktator Orde Baru!" ujar Prof R William Liddle, guru besar Departemen 
Ilmu Politik, Ohio State University, Columbia, AS, dalam Revolusi dari Luar 
(Penerbit Nalar, 2005). Soeharto adalah mantan Ketua Dewan Pembina Golkar pada 
Orde Baru (Orba). Golkar mendukung Soeharto 100 persen selama 32 tahun, tujuh 
kali masa jabatan presiden, tak peduli apakah Soeharto melakukan kejahatan HAM 
sejak 1965-1998, mematikan demokrasi, menjajah Timor Timur, atau menembak dan 
memenjarakan mahasiswa serta rakyat. Selama 32 tahun, Golkar adalah Soeharto, 
dan Soeharto adalah Golkar!

Sepanjang tujuh tahun reformasi, Partai Golkar selalu menolak kaitan historis 
Golkar dan Soeharto. Istilah paradigma baru Partai Golkar digunakan untuk 
memutus (cut off) dengan segala kejahatan politik, ekonomi, HAM, dan 
anti-demokrasi Orba.

Kini, setelah kembali berkuasa di DPR, DPD, DPRD, kabinet, wakil presiden, dan 
konglomerasi, Partai Golkar yakin tak ada lagi yang perlu ditakutkan untuk 
mengakui hubungan dengan Soeharto dan Orba. Dari PDI-P hingga PKS semua gembira 
menjadi mitra politik Partai Golkar, bahkan sejumlah mahasiswa penghujat Golkar 
kini menjadi anggota DPR dari Partai Golkar.

Selain Soeharto, nama besar penguasa Orba yang mendapat anugerah Bhakti Pratama 
adalah BJ Habibie (mantan Presiden), Moerdiono (mantan Menteri Sekretaris 
Negara), Cosmas Batubara, dan Oetojo Oesman.

Inilah kebenaran yang ditutupi selama tujuh tahun reformasi. Untuk 
menyelamatkan diri? Tentu agar tidak bernasib seperti Partai Nazi atau partai 
ekstrem kanan lain yang dilarang usai rezim totaliter ditumbangkan 
demokratisasi. Juga untuk menghindari hukum lustrasi seperti dilakukan Presiden 
Vaclav Havel, melarang petinggi Partai Komunis Chekoslovakia memegang jabatan 
publik atau ikut pemilu selama lima tahun rezim demokrasi memperkuat diri.

Inilah taktik yang mengagumkan dari Partai Golkar, memutus hubungan dengan masa 
lampau selama tujuh tahun, lalu mengakuinya setelah berkuasa kembali. Reformasi 
yang diperjuangkan untuk membersihkan rezim totaliter Orba, termasuk nilai, 
lembaga, individu, dan praktik anti-demokrasi, lenyap tak berbekas. Reformis 
sejati dan demokrat radikal, harus gigit jari!

Soeharto, Orba, dan Golkar

Bagaimana praktik Soeharto, Orba, dan Golkar? Meski Liddle mendua sikapnya 
terhadap Orba (Belajar dari Intelektual Orde Baru, Kompas 17/9), namun 
gambarannya tepat tentang praktik Soeharto, Orba, dan Golkar. Kata Liddle, 
sekitar 30 tahun lalu sisa-sisa pemerintah demokratis di Indonesia dimusnahkan 
pemerintahan Orba di bawah kepemimpinan Soeharto dan perwira ABRI pendukung 
Soeharto. Sistem politik Orba dibangun atas dasar otoriterisme.

Yang mulai dilupakan sebagian orang, praktik pidana korupsi Soeharto atas 
Yayasan Supersemar, Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, dan lainnya, belum 
selesai di pengadilan hingga kini karena ia sakit (Djokomoelyo, Proses 
Peradilan Soeharto, 2001).

Padahal, harta korupsi Soeharto dan keluarga yang bernilai Rp 15 miliar-Rp 35 
miliar, menurut Transparency International (25 Maret 2004), menempatkannya di 
urutan pertama dari sepuluh pemimpin politik terkorup di dunia. Menurut 
Newsweek (Januari 1998), nilainya 40 miliar dollar AS, sedang majalah Forbes 
menobatkan Soeharto orang terkaya keempat di dunia (Juli 28, 1997).

Harta KKN-nya berkisar 60 miliar dollar AS, angka tengah dari perkiraan 40 
miliar-80 miliar dollar AS, karena ke tujuh anak dan cucunya memiliki 312-350 
perusahaan di dalam dan luar negeri (Mulya Lubis dkk, Soeharto Vs TIME: 
Pencarian dan Penemuan Kebenaran, 2001).

Ironisnya, Ketetapan MPR RI No.XI/MPR/1998, 13 November 1998 tentang 
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN masih berlaku. Bunyi Pasal 4: 
"Upaya pemberantasan ko- rupsi, kolusi dan nepotisme harus dilakukan secara 
tegas terhadap siapa pun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, 
keluarga dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan Presiden 
Soeharto."

Amnesia dan impunitas

Bila semua praktik politik Soeharto dan Orba diakui sebagai bagian dari sejarah 
penting Partai Golkar, maka berakhirlah upaya membuat publik lupa/amnesia 
terhadap kejahatan politik, ekonomi, HAM, yang terkait Soeharto. Ini tentu 
kabar baik untuk mengadili Soeharto dan petinggi Orba-sebagian petinggi Partai 
Golkar sekarang-dan sebagian penerima anugerah Bhakti Pratama, atas tanggung 
jawab mereka pada praktik anti-demokrasi Soeharto dan totaliterisme Orba.

Selain penghargaan, inilah saatnya juga mengakhiri impunitas! Agar semua orang 
sama di depan hukum, tak ada yang kebal hukum, termasuk pendiri Golkar, Partai 
Golkar, bahkan Jenderal Besar (Purn) Soeharto!

M Fadjroel Rachman Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan 
(Pedoman Indonesia)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke