http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/05/humaniora/2251833.htm
Berbagi Pengalaman dengan Pemuda Inggris Alicia Kearns (18) kelak meninggalkan Impington Village College di daerah Cambridge, Inggris, dengan perasaan bangga dan senang. Di sekolah tersebut, dia belajar berdemokrasi dan berpartisipasi membangun sekolahnya. Perubahan-perubahan ke arah lebih baik bagi sekolah mereka lahir dari suara para murid. Tiada lagi makanan tak sehat di kantin sekolah atau toilet jorok menyebalkan. "Pada suatu ketika, sebagian murid resah dengan penganan kurang sehat yang disediakan di kantin, minuman bersoda sampai piza yang berlemak dikonsumsi oleh murid-murid setiap hari," kata gadis yang juga menjadi anggota student council (dewan murid) di sekolahnya itu. Keresahan tersebut lalu dibawa dalam diskusi dewan murid yang beranggotakan perwakilan dari masing-masing kelas. Para murid berdiskusi tentang makanan sehat seperti apa yang diinginkan dan bagaimana agar suara mereka didengarkan oleh pimpinan sekolah. Alhasil, para murid memutuskan menyebarkan petisi dan berhasil mengumpulkan 2.000 tanda tangan murid dan 1.000 tanda tangan orangtua yang peduli. Petisi dan proposal perubahan yang diinginkan oleh perwakilan murid dalam dewan murid kemudian diserahkan ke guru. Ujungnya, diatur pertemuan antara perwakilan murid dan pimpinan sekolah. Proses yang memakan waktu berbulan-bulan itu, menurut Alicia, membuahkan hasil. Penganan tak sehat di kantin sekolah berganti menjadi jus buah, air putih, salad, ice cream, sayuran, serta menu seimbang. Tidak hanya itu "kemenangan" para murid. "Kami bernegosiasi dengan sekolah agar kamar kecil yang jorok itu diperbarui dan bersedia ikut membantu sebagian dana dan tenaga," katanya. Pengalaman belajar berdemokrasi di sekolah tersebut diceritakan Alicia Kearns, anggota United Kingdom (UK) Youth Parliament, akhir November lalu di Jakarta. UK Youth Parliament yang difasilitasi oleh British Council tengah mengadakan kunjungan ke tiga kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar untuk berdiskusi dengan para remaja Indonesia. Harus saling terbuka Siang itu, di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia di Jakarta, Alicia bersama tiga rekannya dari UK Youth Parliament berdiskusi dengan para remaja dari Muhammadiyah dan Kelompok Anti-Kekerasan. Mereka menularkan pengalamannya berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi di lingkungan mereka. Terutama memperjuangkan pemenuhan hak-hak mereka. Para pemuda dari Komunitas Anti-Kekerasan dan Ikatan Remaja Muhammadiyah juga membagikan pengalaman mereka dan kenyataan yang terjadi di sekitar mereka. Anak-anak dari Komunitas Anti-Kekerasan, misalnya, mengungkapkan bagaimana lewat organisasi berupaya menyalurkan aspirasinya, yakni membangkitkan kesadaran, tentang antikekerasan, terutama terhadap anak. Mereka juga memaparkan masih terjadinya kekerasan terhadap anak. "Saya baru bergabung dengan komunitas ini, tetapi saya dengar mereka punya kegiatan berkeliling untuk penyuluhan antikekerasan. Itu juga bentuk dari menyalurkan pendapat agar didengar, untuk membangkitkan kesadaran bersama," kata Nina, salah satu peserta dari Komunitas Anti-Kekerasan. Demikian juga dengan para pemuda dari Ikatan Remaja Muhammadiyah. Nattalistina, siswi kelas tiga SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, berpendapat, kesadaran bersama sangat penting dalam mempraktikkan demokrasi yang mandiri. "Contohnya di sekolah saja, kalau tidak ada kesadaran menyuarakan, menyalurkan pendapat, dan mengorganisasi diri sangat sulit memperjuangkan hak kita di sekolah. Istilahnya, harus kompak-lah. Juga para gurunya harus terbuka terhadap suara para murid," katanya. Lantas mengapa para generasi muda harus peduli dan berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi, termasuk di lingkungan masing-masing? Para pemuda di ruangan tersebut sepakat, orang muda mempunyai hak didengar, memberi suara, dan umumnya perubahan lahir dari orang-orang muda. (INE) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving. http://us.click.yahoo.com/BrzMLB/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

