http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=224569&kat_id=23 Minggu, 04 Desember 2005 20:54:00
TNI Temukan 2,75 Ton Bahan Baku Bom di Sulteng Palu-RoL -- Aparat TNI dalam operasi dadakan yang digelar kurun dua hari pada akhir pekan ini di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil menemukan sebanyak 110 karung amonium nitrat (bahan baku meracik bom). Amonium nitrat yang diduga dipasok dari sebuah pasar gelap di Malaysia Timur dan dikemas dalam karung pupuk berlambang "Matahari" itu, memiliki berat total 2,75 ton karena setiap karungnya berisi 25 kilogram. Komandam Kodim 1306 Luwuk-Banggai Letkol (Inf) Drs Bambang Riyadi ketika dikonfirmasi Antara per telepon di Luwuk (ibukota Kabupaten Banggai), Minggu, membenarkan penemuan bahan peledak dalam jumlah besar tersebut. "Semua barang bukti itu sudah kami kirim ke Polres Banggai untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut," katanya. Bambang menjelaskan, ihwal penemuan barang berbahaya ini ketika sejumlah aparat TNI di daerahnya menggelar operasi dadakan di jalan provinsi dalam wilayah kota kecamatan Pagimana (wilayah timur Sulteng) pada Jumat lalu (2/12). Ketika itu aparat mencurigai sebuah mobil pribadi, dan saat melakukan pengeledahan ditemukan sebanyak lima karung amonium nitrat di dalamnya."Ternyata belakangan diketahui pemilik barang berbahaya ini sudah melepas 15 karung ke beberapa warga setempat, namun semuanya berhasil ditarik kembali oleh aparat saya sebelum dipergunakan," tuturnya. Masih, menurut Bambang, setelah penangkapan pertama di Pagimana, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan kasus ini dengan menghimpun keterangan dari masyarakat. Sehari berikutnya, lagi-lagi aparat TNI kembali menemukan 90 karung amonoium nitrat (2.250 kilogram) di sebuah rumah penduduk di Kawasan Tanjung kota Luwuk. "Akan tetapi dalam pengusutan kasus ini, Ny. Marni yang dikhabarkan sebagai pemilik barang-barang berbahaya itu berhasil meloloskan diri dari penangkapan," kata dia. Mengenai motivasi dari pemasukan bahan baku bom dalam jumlah besar di Kabupaten Banggai tersebut, Dandim Bambang Riyadi mengatakan berdasarkan keterangan dari beberapa pembeli di Pagimana zat kimia itu akan dipergunakan untuk meracik bahan peledak guna mencari ikan di laut. "Tapi itu masih sebatas keterangan para nelayan yang membeli 15 karung amonium nitrat yang sudah diserahkan kepada petugas," ujarnya. Sementara itu, pihak Polres Banggai dilaporkan mulai mengusut kasus perdagangan amonium nitrat dalam jumlah besar di daerahnya, sebagaimana barang bukti yang sudah diserahkan oleh Kodim Luwuk-Banggai. Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan di Sulteng selama ini disinyalir berbagai kalangan dijadikan daerah pemasaran terbesar amonium nitrat di Kawasan Timur Indonesia oleh para penyelundup asal provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Para penyelundup ini dikhabarkan banyak menjadi kaki-tangan perusahaan penangkapan ikan yang beroperasi secara ilegal di kedua kabupaten bertetangga itu. Menurut ahli kimia, amonium nitrat yang dikemas dalam karung berlabel "Matahari" tersebut jika dicampur bahan bakar solar lantas disulut dengan api, dapat menghasilkan ledakan cukup dahsyat. ant/pur [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

