http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=33577
5 December 2005 - 13:45


Jangan harap prorakyat

JAKARTA - Bakal tampilnya Boediono di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 
jangan terlalu diharapkan akan membawa perubahan yang signifikan bagi rakyat 
Indonesia, kata Moh. Jumhur Hidayat. "Sebab, Boediono tidak akan mampu 
memecahkan kebekuan persoalan ekonomi yang melanda bangsa ini," kata Ketua Umum 
Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) kepada Harian Terbit, 
Minggu. 

Jumhur mengatakan dalam sejarahnya Boediono itu orang baik. Dia juga termasuk 
sosok yang patuh pada atasannya. Jadi kendati dia punya konsep, tapi karena dia 
tunduk terhadap kekuasaan Megawati, pada saat itu sehingga ia tidak berani 
mengambil langkah-langkah. Misalnya, untuk menaikkan harga BBM, secara bertahap 
padahal saat kondisinya sudah sangat diperlukan. Hanya karena Mega menghadapi 
pemilihan presiden maka Boediono memilih tidak menaikkan harga BBM. 

Jumhur mengatakan masyarakat jangan terlalu berharap banyak, Boediono akan 
berpihak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Masalahnya, mazhab yang dianut 
oleh Boediono adalah neoliberal, sehingga orientasinya tetap pada orang-orang 
menengah atas dan asing daripada kesejahteraan rakyatnya. 

Jumhur yakin kendati nantinya Boediono memegang kendali ekonomi, tapi ia tidak 
akan melakukan terobosan-terobosan. Padahal terobosan itu sangat diperlukan, 
kalau bangsa ini tidak ingin tenggelam. 

Koordinator Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) ini melihat kalau memang nantinya 
Boediono tidak mampu membuat gebrakan-gebrakan di bidang ekonomi, maka rakyat 
yang sudah marah sekarang ini akan semakin terus meningkatkan perlawanan 
terhadap pemerintah. Kelompok-kelompok sektoral seperti buruh, tani, kaum 
miskin kota dna juga mahasiswa akan terus menentang dan melakukan perlawanan di 
mana-mana. 

Sekalipun banyak yang meragukan Boediono, tak sedikit yang menilai positif 
kehadirannya di KIB kelak. Setidaknya, rekasi pasar sudah menunjukkan hal itu. 

"Rencana SBY menempatkan Boediono memimpin tim ekonomi harus secepatnya 
direalisasikan," kata pengamat ekonomi Aviliani, Umar Juoro dan Rizal Ismail 
yang dihubungi Harian Terbit secara terpisah kemarin. 

Aviliani menilai, Boediono memang pantas masuk dalam deretan tim ekonomi 
kabinet SBY. Tidak hanya karena kehadirannya disambut positif oleh pasar. 
Namun, Boediono juga sudah membuktikan ketika dia dipercaya menjadi menteri 
keuangan kabinet Megawati. 

Aviliani optimis, masuknya Boediono dalam kabinet mendatang bakal membuat 
perekonomian Indonesia lebih baik terutama sektor reel. Ini juga dibuktikan 
Budiono saat menjabat menteri keuangan kabinet Megawati. 

Ketika Boediono jadi Menkeu, ungkap Aviliani, usaha kecil serta menengah 
berjalan lebih baik dari yang ada sekarang. Dengan berjalannya usaha kecil dan 
menengah berarti pengangguran juga dapat diatasi. 

Namun, bagus atau tidaknya kerja tim ekonomi kabinet nanti juga tergantung 
kepada anggota tim ekonomi lainnya. Artinya, tim ekonomi nanti membutuhkan 
banyak Boediono lainnya. Untuk itu SBY perlu mengganti para menteri dalam tim 
ekonomi yang ada saat ini dengan orang yang tepat. "Boleh saja orang partai 
atau orang dari kalangan profesional. Yang penting, mereka itu ditempatkan 
sesuai kemampuannya," kata Aviliani. 

Pada kesempatan terpisah, Umar Juoro mengatakan, sambutan positif dari kalangan 
pasar ini sebagai pertanda bahwa Boediono tidak hanya sekadar punya kemampuan, 
namun juga memang pilihan yang tepat. 

Tetapi, ungkap Umar Juoro, untuk memperbaiki tim ekonomi ini tidak hanya 
diperlukan orang-orang pintar dan penempatan yang pas namun yang tidak kalah 
pentingnya adalah kerjasama sesama menteri yang duduk dalam tim ekonomi ini. 
"Ibarat bermain sepakbola. Satu tim bakal kuat tidak hanya sekadar memiliki 
materi pemain bagus tetapi juga perlu penempatan yang pas dan kerjasama tim." 

Tim ekonomi KIB Yang ada sekarang, lanjut Umar, tidak hanya kurang materi dan 
penempatan yang tidak pas tetapi juga tidak ada kerjasama. Itu terlihat jelas 
dari bagaimana parahnya kerjasama antara Menteri perdagangan dengan 
menteri-menteri lainnya. 

Hal serupa juga dilontarkan Rizal Ismail. Bahkan menurutnya, respon pasar yang 
begitu positif harus dimanfaatkan oleh Presiden SBY sebaik mungkin untuk 
melakukan perombakan kabinet yang menjadi tuntutan pasar, rakyat serta pengamat 
ekonomi. Artinya, SBY harus secepatnya melakukan perombakan. 

Kalau momentum ini tidak dimanfaatkan SBY dengan baik maka populeritas dia 
bakal menurun dan sulit untuk terpilih kembali pada pemilu 2009. Soalnya, 
paling tidak sudah tiga kali rakyat kecewa dengan kebijakan SBY selama ini 
yakni pembentukan kabinet yang asal-asalan tahun lalu, kenaikan BBM dan desakan 
perombakan kabinet dari rakyat saat ini. (asa/art)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke