REPUBLIKA Senin, 05 Desember 2005 Tim Ekuin 'Boediono'?
Oleh : Revrisond Baswir Misteri perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir secara perlahan-lahan mulai terkuak. Sebagaimana dikemukakan oleh Presiden SBY beberapa hari lalu, dalam rangka pelaksanaan perombakan KIB, Presiden menyatakan telah melamar Dr Boediono untuk bergabung memperkuat KIB. Sejauh ini belum ada informasi yang lebih jelas mengenai posisi apa yang ditawarkan Presiden kepada mantan menteri keuangan era pemerintahan Megawati tersebut. Belum jelas juga siapa saja yang akan masuk, keluar, atau akan mengalami pergantian posisi. Bahkan, juga belum ada kejelasan apakah Boediono benar-benar bersedia bergabung memperkuat KIB. Walaupun demikian, dengan ditampilkannya nama Boediono oleh Presiden sebagai salah satu kandidat yang dilamarnya untuk memperkuat tim ekuin KIB, dan dengan demikian sekaligus sebagai ikon perombakan KIB, beberapa hal yang berkaitan dengan rencana perombakan tim ekuin KIB mulai dapat dibaca. Pertama, terlepas dari kenyataan bahwa ketidakpuasan terhadap kinerja KIB selama ini banyak dikemukakan oleh berbagai kelompok oposisi di dalam negeri, pihak yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan perombakan KIB pada akhirnya tetap IMF, Bank Dunia, dan jaringan perusahaan multinasional yang beroperasi di sini. Artinya, terlepas dari kinerja mantan Direktur Operasional BI era pemerintahan Soeharto dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional era pemerintahan Habibie itu dalam proses pemulihan ekonomi nasional, penampilan nama Boediono sebenarnya lebih banyak berbicara mengenai corak figur yang dikehendaki oleh jaringan modal internasional tersebut. Ini terutama erat kaitannya dengan prestasi Boediono dalam memperpanjang kontrak IMF dalam era pemerintahan Megawati. Sebagaimana diketahui, kontrak IMF di sini mestinya berakhir pada akhir 2002. Tetapi secara diam-diam Boediono berhasil memperpanjang kontrak IMF selama setahun hingga akhir 2003. Kedua, penampilan nama Boediono secara jelas menyampaikan pesan bahwa pemerintahan SBY sama sekali tidak bermaksud mengubah corak dan haluan kebijakan ekonominya. Sebaliknya, dengan menampilkan Boediono sebagai ikon perombakan KIB, pemerintahan SBY secara tegas menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan pelaksanaan kebijakan ekonomi yang antara lain turut disusun oleh Boediono tersebut. Artinya, evaluasi kinerja KIB yang dilakukan SBY lebih banyak tertuju pada evaluasi kinerja individual para menterinya, bukan evaluasi terhadap corak dan haluan kebijakan ekonomi yang dijalankannya. Dengan latar belakang seperti itu, dengan mudah dapat diprediksi bahwa perombakan KIB pada dasarnya tidak lebih dari sekadar perombakan ganti orang, bukan perombakan kebijakan. Konsekuensinya, berbagai kebijakan ekonomi yang pada dasarnya merupakan amanat IMF tersebut, seperti penghapusan subsidi, liberalisasi sektor keuangan, liberalisasi sektor perdagangan, dan pelaksanaan privatisasi BUMN, akan terus berlanjut dalam era pemerintahan sekarang ini. Lebih-lebih pelaksanaan Post Program Monitoring (PPM) IMF secara resmi baru akan berakhir pada akhir 2007. Ketiga, dengan sangat kuatnya pengaruh IMF, Bank Dunia, dan jaringan perusahaan multinasional dalam proses perombakan KIB, dan dengan tidak terdapatnya tanda-tanda bahwa pemerintahan SBY akan mengubah corak serta haluan kebijakan ekonominya, KIB 2 dapat dipastikan akan tetap didominasi oleh para ekonom sahabat Boediono yang sering saya sebut sebagai para ekonom neoliberal pemuja IMF. Artinya, sejalan dengan rumor yang beredar, Boediono besar kemungkinan akan diposisikan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie, bukan sebagai Menteri Keuangan. Posisi Menteri Keuangan besar kemungkinan akan diisi oleh mantan direktur IMF, Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan posisi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional besar kemungkinan akan diisi oleh seorang ekonom neoliberal yang lebih muda. Dengan demikian, dua nama yang hampir dapat dipastikan akan tersingkir dari jajaran tim ekuin KIB 2 adalah Aburizal Bakrie dan Yusuf Anwar. Posisi Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dan Menteri Perdagangan besar kemungkinan akan tetap dipertahankan. Implikasinya sangat sederhana, kecenderungan tim ekuin KIB untuk semakin bersahabat dengan jaringan modal internasional sulit dielakkan. Pertanyaannya, di manakah letak perbaikan nasib rakyat di tengah-tengah wacana dan rencana perombakan tim ekuin KIB tersebut? Jawabannya, seperti dikemukakan SBY ketika memunculkan nama Boediono, terletak pada kerangka berpikir ekonom neoliberal. Artinya, sesuai dengan kerangka berpikir IMF itu, perbaikan nasib rakyat terletak pada tinggi rendahnya investasi. Tinggi rendahnya investasi terletak pada tinggi rendahnya kepercayaan para investor asing. Sedangkan tinggi rendahnya kepercayaan para investor asing tergantung pada sejauh mana pemerintah berhasil menciptakan lingkungan makro-ekonomi yang stabil dan kondusif bagi kehadiran mereka. Dalam kerangka berpikir ekonomi neoliberal, perbaikan nasib rakyat memang tidak secara langsung merupakan tanggung jawab pemerintah. Tanggung jawab langsung pemerintah adalah menciptakan lingkungan makro-ekonomi yang stabil dan kondusif bagi mengalirnya investasi asing. Perbaikan nasib rakyat, dengan demikian, sangat tergantung pada kemurahan hati para investor asing tersebut. Demikianlah, dalam kerangka berpikir ekonomi neoliberal, perbedaan antara ekonomi merdeka dan ekonomi terjajah memang tidak jelas dan dipandang tidak perlu dijelaskan. Padahal, perbaikan nasib rakyat hanya dimungkinkan dalam sebuah perekonomian merdeka. Dalam sebuah perekonomian terjajah, jangankan nasib rakyat, masa depan bangsa pun dapat dipastikan akan sulit dipertahankan. Wallahu a'lam bissawab. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

