http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/08/sh06.html



Teroris Bawa 12 Anak Haya ke Pesantren di Jawa
Oleh
Izaac Tulalessy 


Ambon-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akan mengupayakan pemulangan 12 anak 
dari Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, yang beberapa waktu 
lalu diberangkatkan oleh Ustad Batar ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur 
(Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).


Ustad Batar, pimpinan jaringan terorisme di Maluku, mengirimkan anak-anak itu 
ke Jatim dan Jateng untuk menimba ilmu di sejumlah pondok pesantren. Kepala 
Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) Provinsi 
Maluku, AR Uluputty yang dikonfirmasi SH di Ambon, Kamis (8/12), menjelaskan 
pihaknya akan mengecek keberadaan anak-anak itu ke pengelola Pesantren Al 
Mujaddid di Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah. 

"Saya memang baca di sejumlah media cetak lokal bahwa ada 12 anak Desa Haya 
yang dibawa ke Pulau Jawa untuk mengikuti pendidikan di sejumlah pesantren, 
tetapi tidak jelas pendidikan model apa yang diajarkan. Kita akan tanyakan 
langsung masalah ini ke lembaga yang membawa mereka. Kalau sudah jelas 
keberadaan mereka, kita akan koordinasi dengan pemprov setempat untuk segera 
memulangkan mereka," jelas Uluputty. 


Informasi Masyarakat
Selain itu, Pemprov Maluku, menurut Uluputty, juga akan meminta 
pertanggungjawaban dari pimpinan lembaga yang membawa anak-anak tersebut ke 
Pulau Jawa. "Kita harus cek lembaganya siapa yang bertanggung jawab dan meminta 
pertanggungjawaban mereka," ujar mantan Kepala Dinas (Kadis) Kesejahteraan 
Sosial Provinsi Maluku ini. 

Uluputty juga mengharapkan masyarakat memberikan informasi tentang keberadaan 
anak-anak tersebut agar mereka segera dikembalikan kepada orang tua 
masing-masing. Sebelumnya, Warga Desa Haya, meminta Pemprov Maluku maupun 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah membantu memulangkan 12 anak 
mereka, yang dibawa kelompok Ustad Batar ke Pulau Jawa. 

Mereka dibawa sejak awal tahun 2005, ketika Ustad Batar masih tinggal di Desa 
Haya dan menjadi buronan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku. Pengiriman terakhir 
dilakukan Ustad Azaam, Wakil Ustad Batar yang ditahan di Polda Maluku pada Juli 
2005. 

Dari data yang dihimpun SH diketahui dari 12 anak yang ada di sejumlah 
pesantren di Jatim dan Jateng itu, sebagian tidak diketahui lokasi mereka 
hingga sekarang. 
Kedua belas anak tersebut adalah Burhan Haya (ada di Pesantren Baitul Amin, 
Jombang, Jatim), Usman Nuniehu (dikabarkan berada di Lamongan, Jatim, namun 
tidak diketahui nama pesantrennya), Iwan Setiawan (dikabarkan berada di 
Jombang, Jatim, tidak ada nama pesantrennya), Ode Rahman (tidak ada alamat yang 
jelas), Mohamad Idris Hayoto (tidak ada alamat yang jelas), Rahman Key 
(Pesantren Ashada Boyolali, Jateng).

Selain itu, Munawir Key (Pesantren Ashada Boyolali, Jateng), Muhamad Key 
(Pesantren Ashada Boyolali, Jateng), Rasmon Mahu (Pesantren 
Daruspada-Surakarta), Basri Rahman Lessy (dikabarkan berada di Lamongan, Jatim, 
namun tidak ada nama pesantrennya). 

Sedangkan dua anak perempuan adalah Ulyan Jain Hayoto dan Ratna Daud tidak 
diperoleh informasi tentang keberadaan mereka. Ratna Daud hanya dikabarkan 
dititipkan di Pesantren Al Mutakim, namun tidak jelas di daerah mana pesantren 
tersebut berada. n
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke