Refleksi: Menurut info akan berangkat 205.000 orang untuk melakukan ibadah haji. Tiap orang paling kurang akan membayar US$ 2,770. Jumlah besar biaya total 205.000 x US$ 2,770 = US$ 567.850.000. Suatu jumlah yang bukan sedikit.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/10/utama/2276763.htm Ke Tanah Suci Naik Kelotok C Anto Saptowalyono Kalimantan Tengah, provinsi dengan luas sekitar satu setengah kali Pulau Jawa, memiliki banyak fenomena. Salah satu di antaranya: ketika kemarau selalu kebakaran hutan, saat musim hujan selalu kebanjiran. Setelah beberapa hari penumpang mobil travel, bus, dan truk pengangkut barang harus direpotkan banjir di Tumbang Nusa, Jumat (9/12) giliran jemaah calon haji asal Palangkaraya yang harus bersabar. Sampai kemarin pagi banjir masih menggenangi ruas jalan Desa Tumbang Nusa, Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Tak pelak rombongan calon haji yang diangkut dengan bus dari Asrama Haji Al Mabrur, Palangkaraya, dengan tujuan embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pun tertahan di ruas jalan yang terputus akibat genangan air. Selama sekitar setengah jam Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P3H) berdiskusi dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum Kalteng. Mereka merundingkan bisa tidaknya bus angkutan jemaah calon haji melintasi genangan air yang tingginya lebih dari 50 sentimeter itu. Akhirnya diputuskan bus tidak bisa dipaksakan menyusuri jalan yang kebanjiran itu. Tak ada pilihan lain, sebanyak 183 calon haji yang diberangkatkan hari itu diestafetkan ke bus yang menanti di seberang genangan. Untuk sampai ke seberang, jemaah calon haji terpaksa dinaikkan ke perahu kelotok yang masing-masing berdaya tampung sekitar 10 orang. Pengalaman yang tak pernah terbayangkan ini pun ditanggapi dan dimaknai beragam oleh jemaah calon haji. Sa'ri, calon haji asal Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, misalnya, dengan wajah ceria memaknai hambatan akibat banjir itu sebagai suatu latihan kesabaran. Namun, bagi Bachtiar, calon haji berusia 65 tahun, tertahannya bus akibat banjir jelas merepotkan. Dengan dibimbing seorang petugas P3H dan seorang calon haji lainnya, Bachtiar berjalan tertatih keluar bus, menyelusup di antara mobil dan truk yang antre, lalu mendekati tempat bersandar perahu kelotok. Ditambah dengan panasnya cuaca dan pengapnya udara sekitar-karena kebetulan ada mobil pikap pengangkut ayam potong yang tertahan di dekat kelotok ditambatkan-makin lengkaplah "latihan kesabaran" yang harus dijalani para calon haji itu. Proses pemindahan jemaah calon haji itu makan waktu sekitar dua jam. Selama rentang waktu tersebut, antrean kendaraan yang datang dari arah Palangkaraya dan Banjarmasin pun makin panjang hingga lebih dari satu kilometer. Sebenarnya, dua jam sebelum bus pengangkut jemaah calon haji tiba di titik yang terputus, jajaran dinas terkait sudah melarang truk pengangkut barang melintasi ruas yang kebanjiran. Ini dimaksudkan untuk mencegah kendaraan mogok dan dapat mengganggu kelancaran pemberangkatan jemaah calon haji. Namun, bus pengangkut rombongan calon haji juga tak berani melintasi ruas yang kebanjiran sehingga langsung balik ke Palangkaraya. Proses berputar bus ini butuh waktu setengah jam karena sempitnya jalan dan berjubelnya kendaraan. Padatnya kendaraan juga diakibatkan banyaknya kerabat jemaah calon haji yang mengantar rombongan dari asrama haji hingga Tumbang Nusa. Sebagai satu-satunya jalur darat penghubung Palangkaraya-Banjarmasin, mau tak mau arus barang dan penumpang harus melintasi ruas Tumbang Nusa itu. Proyek jembatan layang sepanjang sekitar tujuh kilometer di kawasan rendah bergambut yang setiap tahun selalu kebanjiran ini terus dikerjakan. "Untung saja kemarin disiapkan dua solusi sehingga pemberangkatan jemaah calon haji lancar meski sedikit terhambat banjir," kata Kepala Seksi Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum, Kalteng Anwar Sanusi Gayo. Dua solusi dimaksud ialah bus tetap melintasi jalan yang tergenang atau jemaah calon haji diestafetkan ke seberang menggunakan perahu kelotok. Sebelumnya, Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Agama Kalteng Arifin optimistis bus bisa menyeberang karena banjir telah surut. "Soalnya kalau harus diestafet kan banyak risikonya. Pertama, berbahaya jika jemaah haji yang sudah lanjut usia harus dinaikturunkan kelotok. Kedua, ada risiko kecopetan," kata Arifin. Namun, jemaah calon haji harus diseberangkan menggunakan kelotok, dan puluhan tukang perahu kelotok pun berseri karena mendapatkan penumpang. Pemprov Kalteng sebenarnya sudah menetapkan tarif feri penyeberangan banjir Tumbang Nusa. Setiap mobil dipungut Rp 35.000, motor Rp 6.000, dan penumpang Rp 5.000 per orang. Namun, seiring meluasnya genangan air, muncul pula tarif penyesuaian versi tukang feri. Ongkos angkut mobil ada yang dinaikkan hingga Rp 55.000, sementara sepeda motor dipungut Rp 10.000. "Rezeki menyeberangkan penumpang ini kan datangnya juga cuma setahun sekali saat banjir," kata seorang tukang kelotok asal Desa Simpur, Kecamatan Jabiren Raya. Banjir Tumbang Nusa juga memberi rezeki bagi para pedagang makanan dan minuman, sementara di seberang genangan banjir, rombongan calon haji Palangkaraya bergerak semakin jauh meninggalkan kampung halaman mereka untuk memenuhi panggilan Nabi Ibrahim, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.... [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

