Publikasi di Republika 09/09-05
SENYUM 227
Oleh Jamil Azzaini
 
 
d43e04.gif
 
 
 
 
 
 
 
  #email:[EMAIL PROTECTED] #friendster:[EMAIL PROTECTED]
#cell phone: +6281513163060
 
 
 
 
 
 
 
SEORANG sahabat saya bertutur memiliki seorang kawan yang murah senyum.
 
"Kalau dia senyum seperti Andi Malarangeng, hanya nasibnya saja yang
beda" katanya.  Si pemurah senyum ini bernama Bahran (39). Suatu ketika
ibu Bahran sakit keras. Selama dua pekan di rumah sakit, para dokter
belum mampu menemukan penyakit yang diderita sang bunda. Sementara
tagihan biaya terus membengkak. Enam saudara Bahran lainnya yang lebih
beruntung secara ekonomi saling bahu membahu membiayai ibunya. Hanya
Bahran yang belum ikut menyumbang karena kondisinya yang belum mampu. 
Di tengah kebingungan itu ia pergi ke sebuah masjid untuk sholat dhuha
dua rakaat. Dia pun bermunajat "Duhai Yang Maha
Menghidupkan dan Mematikan, aku bermohon kepadamu jangan kau cabut nyawa
ibuku sebelum aku mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi ibuku. Aku
mengerti kasih sayang ibuku tak mungkin terbalas, tapi aku ingin berbuat
sesuatu yang mampu membahagiakan ibuku. Beri aku petunjuk dan
pertolongan agar aku mampu membahagiakan ibuku walau sesaat. Duhai yang
Maha Pengasih izinkanlah aku..., izinkanlah aku..." Bahran terisak,
butiran bening membasahi pipinya.
Usai berdoa dia tebarkan senyum khasnya kepada setiap pengunjung masjid
yang ditemuinya. Tak tampak kesedihan di wajah. Bahran membentangkan
selembar tikar di depan masjid itu.  Ia tawarkan jasa pijat refleksi
kepada para pengunjung masjid.Ketika para pengguna jasa itu selesai
dipijat dan hendak mengeluarkan dompet, buru-buru Bahran memegang tangan
orang itu sambil tersenyum kemudian berkata, "Maaf pak saya tidak
meminta ini, saya hanya minta Bapak mendoakan agar ibu saya segera
sembuh dari sakitnya. Hanya dengan cara ini saya bisa berbakti kepada
ibu saya".
Ajaibnya, entah karena ketulusan Bahran, doa dari orang itu, atau sebab
lain,  tiga hari kemudian ibunya dinyatakan sehat dan boleh pulang ke
rumah tanpa diketahui apa penyakitnya. Bahran sangat bersyukur.  Yang
semakin menambah rasa syukur Bahran, semua biaya yang belum terbayar di
rumah sakit ditanggung oleh salah seorang jamaah masjid yang terkesan
dengan senyum dan cara Bahran berbakti kepada ibunya.
Inilah tipe orang yang langka. Tatkala sebagian orang berpikir membantu
orang musti dalam bentuk dana atau bentuk material lainnya, Bahran
membantu ibunya lewat kekuatan senyum dan doa. Senyum terbukti memiliki
daya magis. Cobalah tersenyum de-ngan anak, istri, kerabat, rekan kerja
dan siapapun yang anda temui. Maka kekakuan, ketidaknyamanan, kebencian,
kemarahan akan berubah menjadi rasa hormat, cinta, kasih sayang dan
cairnya suasana. Para nabi pun menganjurkan agar kita banyak menebar
senyum. 
Tapi senyum yang dianjurkan bukan senyum Monalisa yang menyimpan sejuta
misteri, bukan pula senyum ngeres layaknya adegan di layar kaca. Senyum
yang menggoda dan merendahkan. Senyum yang dianjurkan adalah senyum 227.
Ketika kita senyum lakukan dengan cara menarik mulut ke samping kanan 2
cm ke atas, mulut kiri 2 cm ke atas, dan lakukan selama 7 detik. Senyum
seperti ini adalah senyum tulus, bukan senyum basa basi.  Bukan pula
senyum yang sekadar memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) service
excellent  belaka. 
Sungging senyum 227, maka perasaan anda yang gundah,gelisah, sedih,
takut, minder, dan perasaan negatif lainnya akan berlalu.  Saatnya
senyum menjadi aktivitas reflek.  Simaklah lirik lagu yang pernah
dipopulerkan group band Bad English "When I see you smile, I can face
the world, --oh --oh, You know I can do anything...". Senyumlah dengan
227 sekarang juga, maka anda dapat merasakan dunia yang lebih energik
dan penuh gairah.
 
 

                      
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke